Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Merencanakan pernikahan


__ADS_3

Jantung Luna berpacu dengan cepat kala merasakan hembusan nafas Ellio yang begitu terasa di punggung lehernya.Ellio menghidu wangi tubuh Luna yang sangat menenangkan.


"jawab aku Elen!"


"E-Ellio?"


"aku masih menunggu jawaban mu Luna!"


"a-aku!"


"ya,katakan Luna,apa pun jawaban mu,aku akan menerimanya!"


Ellio memutar tubuh Luna agar menghadap ke arahnya.Luna menatap lekat-lekat mata coklat Ellio,ia ingin mengetahui apakah ada cinta di mata coklat itu untuknya.


Ya,Luna melihat ada cinta di mata laki-laki yang ia cintai itu.Entah lah,Luna tidak bisa menebak seberapa besar pria itu mencintainya.


"katakan sekali lagi Ellio!"


"apa kau mau untuk menjadi ibu dari anak-anak ku?"


"ya,aku mau Ellio,aku mau menjadi ibu dari anak-anak mu,aku mau untuk selalu ada di samping mu untuk selamanya,aku mau menjalani suka dan duka bersama mu,dan aku juga mau untuk menua bersama mu!"ucap Luna berkaca-kaca.


Ini lah moment yang selama ini Luna impikan,ia mencintai Ellio bukan karna pria itu tampan dan kaya.Namun ia mencintai pria itu karna Luna melihat betapa tersiksanya pria itu,meski pria tampan itu berusaha untuk menutupi hatinya yang sedang hancur karna melihat kekasihnya malah menikah dengan orang lain.


"Aku mencintai mu Luna,maafkan aku karna baru menyadarinya!"


"Ellio!"


"ya"


"aku sudah lapar!"


"whatt?"


"aku lapar!"


"baiklah,aku tidak akan mengganggu mu memasak chef cantik ku!"


Ucap Ellio yang memberi kecupan di kening wanita yang baru saja menjadi kekasihnya itu.


"Luna sayang!"


"Mm?"


Jawab Luna yang merasa canggung mendengar panggilan baru Ellio untuk dirinya.


"apa sudah selesai?aku sudah sangat lapar!"


"tunggulah lima menit lagi El!"


Entah kenapa?Ellio merasa hatinya menghangat saat mendengar kekasih barunya itu memanggilnya namanya dengan singkat.Beberapa menit kemudian Luna sudah menyelesaikan masaknya.Ellio melihat masakan yang Luna masak,hanya melihatnya saja sudah mengguga selera,apalagi jika memakanya.


"sayang,aku baru tau,ternyata kekasih ku yang cantik ini sangat luar biasa!"


"benarkah?"


"ya,aku serius sayang,kau sangat luar biasa!"


"gombal!"


"aku serius sayang!"


"aku percaya El"kata Luna.


"sayang,hari ini kau tidak boleh pulang,kau harus menemani ku malam ini!"


"mana ada begitu!"


"why not?"


"tidak boleh El,aku belum halal untuk mu!"


"kalau begitu,aku akan menghalalkan mu secepatnya,karna aku sudah tidak tahan lagi untuk memakan mu!"kata Ellio.


Wajah Luna memerah bagai tomat,bagaimana tidak?Ellio berbicara sedikit vulgar.


"wajah mu memerah sayang!"

__ADS_1


Ellio berusaha mengoda kekasihnya itu.


"Elliooo!!"


"haha..haha,kau sangat lucu sayang!"


Wajah Luna cemberut,ingin rasanya ia mencekik kekasihnya itu karna sudah menggodanya.Luna memanyun kan bibir pink miliknya.Saat Luna memanyunkan bibir pinknya itu,Ellio yang sudah tidak tahan lagi langsung memangut bi**r sekretarisnya itu.


Luna tidak menolak kala kekasihnya itu memangut bi**rnya.Sentuhan yang Ellio berikan sangat menenangkan jiwanya.


Ellio memberi kesempatan pada Luna untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.Ellio tersenyum melihat kekasihnya itu hampir kehabisan nafas akibat ulahnya.


"sayang,maafkan aku!"kata Ellio sambil mengelus rambut Luna.


"Ellio!"


"ya,sayang?"


"apa kau memperlakukan semua wanita yang pernah tidur dengan mu seperti ini?"


"tidak sayang,biasanya merekalah yang lebih dulu memimpin!,tapi dengan mu?itu pengecualian"


"benarkah?"


"ya,aku tidak berbohong sayang!"


Setelah mereka berdua menyelesaikan makanya,Ellio memutuskan untuk mengantarkan kekasihnya itu ke rumah Jeane.


"sayang,nanti aku akan menjemput mu untuk datang ke mansion ku malam ini!,aku berencana untuk meminta bantuan mama agar segera mengurus pernikahan kita!l


"a-apa?"


"kenapa sayang?apa kau tidak ingin menikah dengan ku?"


"bukan begitu Ellio!,hanya-!"ucap Luna terpotong.


"hanya saja kenapa?"tanya Ellio penasaran.


"orangtua ku!"


"baiklah Ellio!"


Di mansion Ellio


"wah,bagus itu Ellio!"kata tante Oliv saat mendengar Ellio dan Luna berencana untuk menikah.


"tenang saja sayang,tante akan mengurus semuanya,termasuk acara lamaran pada orangtua mu!"kata tante Oliv antusias.


"El,mama sudah tidak sabar lagi untuk segera menimang cucu!"


Wajah Luna sudah sangat merah sekali kala mendengar tante Oliv menyebut-nyebut tentang cucu.Melihat wajah kekasihnya memereh,Ellio langsung tersenyum,bagi Ellio wajah Luna saat seperti itu terlihat sangat lucu.


Setelah lama berbincang-bincang,Ellio memutuskan untuk mengantar Luna kembali.


"sayang,pernikahan seperti apa yang kau ingin kan?"


"aku menginginkan pernikahan yang sederhana saja!"


"mama tidak akan menyetujuinya!"kata Ellio.


"memangnya kenapa?"tanya Luna.


"sayang,kau kan tahu kalau aku adalah anak tunggal,mana mau mama jika pernikahan kita hanya sederhana!"


"kalau begitu,aku ikut maunya mama saja El!"


"sayang"


"Mm?"


"setelah kita menikah nanti,kau ingin kita tinggal dimana?di mansion atau di apartemen?"tanya Ellio.


"aku sih terserah kamu saja Ellio!"


"kalau begitu kita tinggal di apartemen saja sayang!"


"baiklah" ucap Luna.

__ADS_1


*****


Di mansion Samuel


Dian terlihat sangat murung,entah apa yang di pikirkan oleh adik iparnya itu.


"Dian!"


"iya kak Elen!"


"apa yang sedang kamu pikirkan Dian?"


"ti-tidak kak,aku tidak memikirkan apa-apa kak!"


"benarkah?"


"iya kak benar!"


"kamu tidak bisa membohongi ku Dian!,kakak minta agar kau junur saja apa yang sudah terjadi!"


Dian menangis sesegukan,ingin mengatakan pada Elen,namun ia takut kalau kakak iparnya itu memarahinya.


"kak Elen?"


"ya kenapa Dian?


"a-aku hamil kak!"ucap Dian yang tak henti-hentinya menangis.


"a-apa?"


Elen dan Milka terbelalak tak percaya.


"anaknya Andre!"kata Dian.


"Andre anaknya pak Kades?"


"iya kak!"


"kok bisa?apa kalian selama ini pacaran?


"iya kak!"ucap Dian.


"apa Andre tau kalau kamu hamil?"tanya Milka.


"dia tahu kak!"kata Dian pada Milka.


"lalu,apa jawabanya?"


"Dia mengakui dan mau bertanggung jawab kak!"


"lalu apa masalahnya,jika kau memutuskan untuk lari sejauh ini?"


"karna mama kak,mama tidak setuju kalau Andre menikahi ku.Dan mama juga meminta ku untuk menggugurkan anak ini,jelas aku tidak mau kak!"


"ya Tuhan,mama kok tega begitu!"kata Elen.


"itulah sebabnya aku memutuskan untuk lari."


"Andre tahu kalau kau ada di jakarta?"tanya Milka.


"iya,dia tahu kak,justru tadi dia yang mengantarkan ku di jalan yang tadi kita bertemu.*


"lalu Andre meninggalkan mu begitu saja?"


"tidak kak,tadi dia bersembunyi di balik pohon!" jawab Dian.


"lalu apa rencana kalian berdua?"


"dia janji kalau dalam minggu ini dia akan datang menyusul ku kesini"


"kalau dia tidak datang bagaimana?"


Sesaat Dian terdiam kala mendengar pertanyaan dari Milka tersebut.Benar kata Milka,bagaimana jika Andre tidak datang ke jakarta?harusnya ia berpikir dua kalilipat untuk tidak menyetujui rencana kekasihnya itu.


"sudah lah Dian,kamu tidak usah takut,jika kak Sam datang,aku akan memintanya untuk menyelesaikan masalah ini.


"

__ADS_1


__ADS_2