Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Mimpi buruk


__ADS_3

New York,Washington City


"kau tampan sekali anak ku!...kau sangat mirip dengan ayah mu!"


Kata seorang wanita yang sangat cantik sambil memandangi wajah seorang bocah yang sangat tampan.Tiap kali ia selalu di kirimi foto anaknya dan suaminya oleh ibu kandung yang tidak pernag menganggapnya ada.Semenit kemudian ia melihat pesan chat dari ibunya,wanita itu adalah Tania,ibu kandungnya Arthur,atau lebih tepatnya adalah istri Samuel.


"apa kau tidak ingin melihat putra mu yang tampan itu secara langsung?"isi pesan Liza.


"apa lagi yang Mami ingin kan dari ku?...apa Mami belum puas menghancur kan hidup ku dengan memisah kan aku dengan anak dan suami ku?"balas Tania.


*santai saja Tania, Mami ingin kau kembali ke Indonesia,karna kau harus melakukan sesuatu untuk ku!"


"bagaimana jika aku tidak mau?"


"kalau begitu,aku akan menghabisi anak dan suami mu,serta ayah mu yang brengsek itu?"


"Mami pikir aku akan takut?...coba saja kalau berani!"


"baiklah...dalam hitungan dua jam,aku akan mengirim foto jasad anak mu,dan suami mu!...aku harap kau tidak akan menyesal"


"kenapa Mami sangat kejam pada ku?,bukan kah aku putri kandung mu,putri yang sudah kau kandung selama sembilan bulan."


"karna aku tidak pernah mengharapkan kehadiran mu!"


"kalau Mami tidak mengharap kan ku,kenapa Mami harus melahir kan ku?...kenapa tidak Mami bunuh saja aku saat masih dalam kandungan?"


"sudahlah Tania,aku tidak ingin membicara kan ini,masih ada hal yang lebih penting lagi untuk kau ketahui!"


"apa yang harus ku lakukan?"


"kau harus kembali ke Indonesia,aku akan memberitahu mu setelah sampai di sini!"


"baik"balas pesan terakhir Tania pada ibunya.


*****


Mansion Samuel


Elen melihat Samuel sedang menggandeng seorang wanita yang sangat cantik sekali,lalu wanita itu mencumbui Samuel,dan Samuel terlihat sangat bahagia karna wanita cantik itu bergelayut manja di pelukanya.


"kak Sam!...siapa wanita ini?"


Samuel diam saja tanpa menghiraukan pertanyaan dari istrinya.


"jawab aku kak!...siapa dia?"


"dia adalah kekasih ku,wanita yang sangat ku cintai"

__ADS_1


"tega sekali kau kak,membawa wanita di depan ku!...aku ini istri mu kak Sam!"


Samuel tak peduli sama sekali pada Elen yang sudah menangis sejadi-jadinya.Samuel bangkit berdiri sambil menggandeng tangan wanita cantik itu.


"jangan tinggal kan aku kak!"


Samuel terus berjalan tanpa menoleh ke arahnya.


"jangan pergi kak,jangan tinggal kan aku!...kak Sam!!"teriak Elen sekuat-kuatnya.


"sweety...bangun sweety...kau kenapa?"kata Samuel sambil mengguncang tubuh istrinya dengan pelan.


"kak,jangan tinggalkan aku!"kata Elen memeluk suaminya itu.Nafas Elen masih menderu seolah-olah dia baru saja berjalan berpuluh-puluh kilometer jauhnya.


"apa kau mimpi buruk sweety?"


"iya kak,aku bermimpi kalau kau membawa seorang wanita ke sini,dalam mimpi ku,kau sangat mesra dengan wanita yang sangat cantik sekali.Dan kau sama sekali tidak memperdulikan ku,yang sudah berkali-kali memanggil mu!"


"itu hanya mimpi sweety!"


"tapi aku takut kak,aku takut kau akan meninggal kan ku!"


"tidak akan sweety!...aku tidak akan pernah meninggal kan mu!"


"berjanjilah kak,kalau kau tidak akan pernah meninggal kan ku!"


"aku berjanji sweety!"


"baiklah...sebaiknya kau tidur kembali,karna aku akan menjaga mu,agar kau tidak. mimpi buruk lagi!"


"terimakasih kak!"


Elen merasa tenang dalam pelukan suaminya,ia sudah tidak takut lagi,karna suaminya itu berjanji tidak akan meninggalkanya.Namun Elen belum saja bisa untuk tidur,ia masih memikir kan mimpi yang baru saja ia alami.


"apa mimpi ku ini pertanda buruk kak Sam?...semoga saja tidak!"pikir Elen dalam hati.


"kak Sam?"


"ya!"


"apa aku boleh ikut ke kantor mu?"


"kenapa sweety?...apa kau bosan di rumah terus?"


"ya,aku sangat bosan kak!"


"baiklah,kalau begitu kau boleh ikut."

__ADS_1


Elen merasa sangat senang kala suaminya itu mengijinkanya untuk ikut.Saat di perjalan menuju kantornya,Samuel tak sengaja seperti melihat siluet Tania.


"Tania?"


"Tania?...Tania siapa kak?"tanya Elen.


"ahh...tidak sweety!...mungkin aku salah lihat!..."


"memangnya kakak lihat siapa?"


"bukan siapa-siapa sweety!"


Samuel terpejam mengingat kembali almarhum istrinya,ia sangat yakin,kalau yang di lihatnya tadi adalah Tania.


"apa mungkin dia Tania?...tapi,bukanya Tania sudah tidak ada?"pikir Samuel dalam hati.


"kak,awass!!..."teriak Elen keras,kala melihat mobil yang mereka tumpangi hampir saja tertabrak truk.


"kak Sam,sebenarnya ada apa dengan mu?...kau tidak fokus menyetir kak!"kata Elen kesal,pasalnya sedari tadi suaminya itu banyak melamun,entah apa yang di pikirkanya.


*maafkan aku sweety!...apa kau terluka?...dimana yang sakit?"kata Samuel mencerca banyak pertanyaan.


"aku baik-baik saja kak!...jika kau sedang memikirkan sesuatu,lebih baik kita berhenti dulu!...aku takut kau akan membuat kita celaka."


"tidak perlu sweey!...aku akan fokus kali ini."kata Samuel.


Sesampainya di kantor milik Samuel,Samuel menuntun istri mungilnya itu menuju ke ruanganya.Saat hendak ke ruangan Suaminya itu,mereka tak sengaja berpapasan dengan wanita yang sudah menghinanya tempo hari.


"kak,wanita ini yang sudah menghina ku kemarin!"kata Elen.


"sebaiknya kalian berdua ikut ke ruangan ku sekarang!"


"ba-baik tuan!"kata kedua wanita itu bersamaan.


Lily dan dan salah satu wanita yang sudah menghina Elen sudah gemetaran kala di perintahkan untuk ikut keruangan orang nomor satu di perusahaan itu.Mereka tahu pasti,apa tujuan bosnya itu memerintah kan mereka untuk menemuinya di ruanganya.


"berani sekali kalian menghina istri ku?...apa menurut kalian itu sudah benar?...mulai hari ini,kalian bukan lagi bagian dari perusahaan ini!"ucap Samuel tegas.


"ma-maaf kan kami tuan!...tapi kami mohon jangan pecat kami,kami sangat membutuhkan pekerjaan ini!"


"tapi aku tidak membutuh kan karyawan yang tidak bisa menghormati orang lain!"kata Samuel.


"mulai hari ini dan seterunya,kalian berdua harus belajar untuk menghargai orang lain...bagaimana kalau seandainya orang lain juga menghina kalian seperti yang sudah kalian lakukan untuk ku?kata Elen.


"maaf kan kami nyonya!...kami berjanji,tidak akan pernah mekakukanya lagi."


"baiklah...karna istri ku sudah berbaik hati pada kalian,maka kalian boleh bekerja kembali.Dan ingat!...aku tidak ingin kalian mengulanginya kembali.kata Samuel.

__ADS_1


*baik tuan...Terimakasih nyonya!"kata kedua wanita itu bersamaan..


Setelah kedua wanita itu sudah keluar,Samuel mulai fokus bekerja,ia menyuruh Elen untuk istirahat di kamar tidur pribadi miliknya yang ada di dalam ruangan Samuel.


__ADS_2