
Pagi ini pesawat pribadi milik Ares mendarat sempurna di bandara Soekarno-Hatta,terlihat Ares dan Richart serta Hans dan beberapa anak buah Richart turun dari pesawat dan menuju mobil pribadi milik Ares.Ares berharap hari ini semua masalah tentang dirinya dan Celsi bisa segera tuntas.
Saat di dalam mobil miliknya,Ares melakukan panggilan pada Mitha untuk menanyakan kabar tentang wanita kesayanganya.
"Hallo...selamat pagi tuan Ares." sapa Mitha.
"Selamat pagi Mitha...apa dia baik-baik saja?"
"Ya,Tuan."
"Bsgus,aku sudah sampai di bandara,ada tugas yang harus kau kerjakan,datang lah ke kantor."
"Baik tuan." jawab Mitha.
Setelah menutup panggilanya pada Mitha,Ares bertanya pada kakaknya.
"Apa kita akan membongkar kebohongan Celsi hari ini kak Rich?" tanya Ares.
"Jangan dulu Ares,kita harus melihat situasi dulu,mengingat Celsi bukanlah wanita sembarangan."
"Baiklah kak."
*****
"Selamat siang Elen" sapa Jack saat tiba di rumah kecil tempat Elen berada.
"Selamat siang kak Jack...mari silahkan masuk." jawab Elen.
"Baik,terimakasih."
Sesampainya di dalam rumah,Elen mempersilahkan Jack duduk dan membuatkat kopi buat asisten dari mantan suaminya itu.
"Elen,kami sangat memerlukan bantuan mu."
"Apa yang bisa ku bantu kak?"
"Maaf sebelumnya Elen,sudah tiga hari ini Arthur sakit,dia selalu menyebut nama mu,sebenarnya kami enggan meminta bantuan mu,tapi mengingat Arthur sudah dua hari tidak mau makan,akhirnya tuan Sam mengutus ku untuk meminta bantuan mu." Kata Jack jujur.
"Apa?,sudah dua hari dia tidak mau makan?,kenapa kalian baru memberitahu ku?" jawab Elen terlihat sangat cemas.
"Karna kami tidak ingin jika kau berpikir kalau ini adalah alasan kami agar kau bisa dekat kembali pada tuan Sam."
"Kalian salah jika berpikir seperti itu,Arthur segalanya bagi ku,aku sangat menyayanginya,jadi aku tidak mau terjadi apa-apa padanya."
"Itu artinya kau mau membantu kami?" tanya Jack meyakinkan.
"Jelas aku mau kak,lalu di mana Arthur sekarang?"tanya Elen.
"Di mansion."
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak membawanya ke rumah sakit?"
"Arthur tidak mau di bawa ke rumah sakit."
"Habiskan minum mu kak,agar kita segera pergi." kata Elen.
"Baik Elen."
Setelah Elen dan Jack keluar menuju mansion milik Samuel,lima menit kemudian Ares datang sembari tersenyum karna akan segera bertemu dengan wanita pujaanya.
"Hai Siska,apa kabar mu?"
"Kabar ku sehat tuan."
"Apa bisnis online mu lancar?"
"Ya,begitulah." jawab Siska asal.
"Apa Elen ku ada?"
"Baru saja keluar." jawab Siska.
"Keluar kemana?" tanya Ares dengan wajah masam.
"Bersama tuan Jack,katanya Arthur sedang sakit dan sudah dua hari tidak mau makan."
"Baiklah,terimakasih untuk informasi mu,kalau begitu aku pergi dulu." kata Ares.
Ares kembali masuk ke dalam mobil miliknya dan segera menyusul Elen menuju mansion milik Samuel.Selama di dalam perjalanan menuju mansion Samuel,Ares tak henti-hentinya merutuki Samuel.
"Ini pasti hanya alasan mu saja Sam,aku tahu kalau kauhanya memanfaat kan Elen,jangan harap kalau aku akan membiarkan kau merampas dia dari ku." ucap Ares dalam hati.
Saat Elen sampai di mansion milik Samuel,Elen melihat Samuel terlihat sangat cemas,Samuel mondar-mandir tak jelas,begitu melihat Elen muncul Samuel langsung ceria kala melihat wanita yang masih senantiasa ada di hatinya itu bersedia datang ke mansionnya.
"Elen!" seru Samuel.
"Apa kabar mu kak Sam?" tanya Elen dengan seulas senyum,Elen merasa kasihan pada Samuel,dia terlihat kurus seperti tidak terawat.
"Aku sehat,bagaimana dengan mu?"
"Aku juga sehat kak.Omong-omong,di mana Arthur?"
"Dia ada di kamarnya,sudah dua hari dia tidak mau makan,itulah sebabnya aku meminta Jack untuk meminta bantuan mu agar mau membujuknya supaya dia mau makan."
"Aku ingin melihatnya kak."
"Baiklah Elen,aku akan mengantarkan mu ke kamarnya."
Samuel membimbing Elen menuju kamar Arthur,dan betapa kagetnya Elen saat matanya tidak sengaja melihat fhoto pernikahanya dengan Samuel terpampang dengan jelas di dinding ruang utama keluarga.Betapa sakit hati Elen kala melihat fhoto pernikahan itu.
__ADS_1
"Kenapa baru sekarang kau memajangnya Sam setelah kita bercerai?...kenapa tidak sejak dulu saat aku menjadi istri mu?" kata Elen dalam hati sembari meneteskan air mata.
Cinta di hati Elen untuk Samuel belum sepenuhnya pudar,biar bagaimanapun rasa cinta itu masih ada,namun bukan berarti Elen akan rela kembali pada Samuel,karna Elen berjanji pada dirinya sendiri akan menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk Samuel.
Elen menepis pikiranya tentang Samuel,ia kembali fokus pada tujuan utamanya datang ke mansion Samuel.Samuel sempat melihat Elen meneteskan air mata kala melihat foto pernikahan mereka,dalam hati Samuel berkata.
"Maafkan aku Elen,kalau bukan karena keegoisan dan kebodohan ku,tentu hidup kita pasti sangat bahagia saat ini." pikir Samuel dalam hati.
Sesampainya di dalam kamar,Elen sangat iba melihat keadaan Arthur,bagaimana tidak,Arthur tampak sangat kurus sekali.
"Arthur seperti sudah ketergantungan pada mu Elen,aku hampir putus asa menghadapinya." kata Samuel.
"Arthur!" panggil Elen dengan lembut.
Begitu mendengar wanita yang sangat ia sayangi,sontak membuat Arthur langsung bangun.Betapa senangnya Arthur melihat sosok ibu yang sangat ia sayangi selama ini.
"Mom...I miss you."
"Kemarilah sayang,Momy juga sangat merindukan mu." jawab Elen. sembari membawa Arthur ke pelukanya,tak terasa air mata Elen menetes sambil memeluk Arthur.
"Aku akan membawa Arthur bersama ku kak Sam,biarkan ia tinggal bersama ku selama satu bulan."kata Elen pada Samuel.
"Ta-tapi!" ucap Samuel terbata.
"Kalau kau tidak mau,aku tidak akan pernah datang kesini lagi." ancam Elen.
"Baiklah Elen." jawab Samuel tak berdaya.
Dengan terpaksa Samuel menyetujuinya,karna demi sang buah hati yang entah kenapa seperti sudah menyatu jiwa dengan Elen,terkadang Samuel tak habis pikir,bagaimana mungkin Arthur bisa sedekat itu dengan wanita yang bukan ibu kandungnya sendiri,sementara dengan Tania ibu kandungnya,Arthur tak pernah sedekat itu,malah selama ini Arthur terlihat selalu menghindar dari Tania sang wanita yang mengandung dan melahirkanya.
"Momy mau masak buat Arthur,tapi Arthur harus makan ya!" bujuk Elen pada bocah tampan kesayanganya itu.
Arthur mengangguk tanda setuju.Elen menuju dapur yang ada di lantai bawah,Samuel mengikuti Elen dari belakang, dan betapa kagetnya Elen dan Samuel kala mendapati Ares sedang ada di ruang tamu yang di temani oleh Jack.Samuel dapat melihat bahwa ada api cemburu di wajah Ares,namun Samuel malas tahu.
"Ares!...sedang apa kau di sini?...bukankah kau ada di Itali?" tanya Elen sedikit acuh.Elen sengaja mengacuhkan Ares,agar Ares menjauhi dirinya.Melihat wanita kesayanganya acuh tak acuh padanya,hati Ares terasa sangat sesak,namun Ares tak putus asa,ia tetap menjawab pertanyaan wanita kesayanganya itu.
"Aku sudah tiba sejak pagi tadi honey,aku ingin mengetahui kabar mu,tapi kau tidak ada di rumah.Siska bilang kau ada di sini,maka itu aku menyusul mu." jawab Ares yang masih terasa sesak.
"Tapi untuk apa kau menyusul ku Ares?...bagi ku tidak ada yang lebih penting dari Arthur.Lagi pula aku akan segera menikah dengan Celvin,jadi sangat tidak pantas jika kau mencari seorang wanita yang akan segera menikah untuk alasan yang tidak jelas.
"Deg"
Hati Samuel dan Ares berdegub dengan keras secara bersamaan,jantung Ares berdegub bukan karena Elen akan menikah dengan Celvin,tapi ia lebih sakit kala mendengar behwa Arthur lebih penting dari segalanya.Betapa hancur hati Ares mendengarnya.
Sedangkan jantung Samuel berdegub karena mendengar behwa Elen akan segera menikah dengan Celvin.
"Apa,Elen akan segera menikah dengan Celvin?...apa maksud Elen adalah Celvin Shu?,tapi bagaimana mungkin?." pikir Seamuel dalam hati.Namun Samuel hanya diam saja dan memendamnya di dalam hati.
"Tapi apa pantas bagi seorang wanita yang akan segera menikah datang ke rumah seorang laki-laki?,apalagi rumah laki-laki yang wanita itu kunjungi adalah rumah mantan suaminya?...apa yang akan Celvin pikirkan nanti jika calon istrinya mengunjungi mantan suaminya?" sarkas Ares.
__ADS_1
"Itu bukan urusan mu Ares,urusi saja rumah tangga mu!" kata Elen tak mau kalah.
Elen merasa bahwa semua kata-kata Ares sangat pedis sampai terasa sesak di hati.