
Hari terus berlalu seiring berjalanya waktu,dua tahun sudah Elen dan Ares menikah,berkat kasih Tuhan pada kedua insan tersebut,Tuhan pun menjawab doa-doa Ares dan Elen agar segera di berikan momongan.
Pagi ini Elen terlihat lesu dan pucat,perutnya terasa sangat mual sampai-sampai menimbulkan pusing yang teramat berat.
Elen berlari dan masuk kedalam kamar mandi,karena Elen merasa ingin segera muntah.sampai di dalam kamar mandi Elen langsung memuntahkan semua makanan yang ada dalam perutnya.
"Hoek..Hoek"
Elen masih merasakan ingin muntah,wanita cantik itu sudah terlihat sangat lemas sekali.ingin memanggil Ares namun ia tidak bertenaga.
Ares masuk kedalam kamar tidurnya dan mendapati istri kesayangannya sedang tidak ada,padahal saat ia turun ingin membuat kan sarapan buat istri tercintanya,istrinya itu masih tidur karena sedang tidak enak badan.
"Hoek..Hoek"
Ares mendengar suara istrinya yang sedang muntah di dalam kamar mandi.sontak Ares langsung panik kala mengetahui kalau istrinya sedang muntah-muntah.
Ares berlari menuju kamar mandi dan mendapati istrinya sedang muntah-muntah.
"Honey,apa kau baik-baik saja?" kata Ares sambil mengikat rambut Elen agar tidak terkena muntahan.
Elen hanya menggeleng pertanda ia sedang tidak baik-baik saja.
"Aku akan membawa mu ke rumah sakit,kau harus di periksa."
Elen menggeleng pertanda tidak mau.
"Tapi keadaan mu sekarang tidak baik,aku tidak mau terjadi apa-apa pada mu."
Elen masih menggeleng pertanda tidak mau.
"Ayolah sayang...ini demi kebaikan mu." bujuk Ares.
Setelah Elen berhenti muntah,Ares mengangkat tubuh mungil istrinya dan membaringkannya di atas ranjang.
"Aku tidak mau ke rumah sakit,pasti gejala ini adalah gejala hamil,karena aku sudah pernah mengalaminya." kata Elen dengan lembut.
"Hah,kamu hamil?...ya Tuhan,akhirnya Engkau menjawab doa kami." ucap Ares penuh dengan syukur.
Ares menatap lembut wajah pucat istrinya.
"Terimakasih honey...tapi kau harus tetap di periksa,ini demi kebaikan mu dan juga anak kita."
"Jangan ke rumah sakit Ares,lebih baik kita langsung ke dokter kandungan saja."
"Baiklah honey,kau tunggu di sini,aku akan menyiapkan air panas untuk memandikan mu."
Elen mengangguk setuju.sejujurnya Elen tidak tega jika suami tercintanya itu harus repot-repot menyiapkan air panas untuk memandikannya.
Setelah selesai membantu Elen untuk mandi,Ares menyuap kan bubur hangat untuk istri tercintanya itu.
Elen sangat bersyukur memiliki suami yang sangat baik,lembut dan juga sangat perhatian.
"Tunggu sebentar honey,aku mandi tidak lama,setelah ini kita akan ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan mu."
"baik"
Ares dan Elen sudah sampai di tempat praktek dokter kandungan.sesampainya di sana,dokter menyuruh Elen untuk masuk di dalam ruang periksa.
Setelah melakukan proses pemeriksaan,dokter membantu Elen untuk turun.
"Selamat tuan Nyonya Clark,anda sedang mengandung,usia kandungan anda sekarang sudah memasuki Minggu ke tiga.jaga kesehatan,dan jangan terlalu lelah,karena Nyonya Clark pernah memiliki riwayat kista,jadi saya sarankan agar sebaiknya anda jangan terlalu lelah." kata dokter muda itu.
"Baik dokter."
"Tuan Clark,tolong bantu menjaga kesehatan istri anda,nyonya Clark tidak boleh kelelahan."
"Baik,terimakasih dokter."
"Baik,dua Minggu ke depan,kandungan nyonya Clark harus kembali di periksa untuk mengetahui perkembangan janinnya."
"Baik dokter."
__ADS_1
Setelah melakukan pemeriksaan,Ares membimbing istrinya untuk keluar.sesampainya di dalam mobil,Ares bertanya pada Elen soal pekerjaannya.
"Honey,untuk sementara,bagaimana jika kau cuti dulu.aku takut jika kau sampai kelelahan." kata Ares dengan pelan,ia takut jika Elen akan marah jika ia menyuruh Elen untuk bekerja.
"Baik Ares,apa pun akan aku lakukan demi anak ku." jawab Elen dengan lembut.
Ya,Elen akan melakukan apa pun demi kebaikan anaknya,sekalipun Ares memintanya untuk berhenti,Elen akan menyanggupinya.
Ares merasa lega karena istri kesayangannya itu tidak menolak permintaanya.
"Aku akan lebih sering di rumah untuk menemani mu honey."
"Benarkah,terimakasih sayang ku."
"Kau bilang apa tadi?"
"Sayang ku"
"Teruslah memanggil ku seperti itu,karena aku sangat menyukainya."
Sesampainya di mansion,Ares melihat ada beberapa mobil terparkir di halaman.
"Mommy...kak Rich,kalian baru datang?"
"iya sayang,Mommy sangat kangen sama kalian berdua."jawab Tante Melani.
"Wajah mu kenapa pucat sekali Elen?"tanya Richard
Ares menatap tajam pada Richard kakaknya,karena Ares tahu kalau kakak pernah mengagumi istrinya.
"Ares,jangan menatap ku begitu,aku tidak akan merampas Elen dari mu!" kata Richard dengan ketus.
"Siapa tahu?"kata Ares.
"Sayang,kau tidak boleh begitu." kata Elen menasihati Ares.
"Kalian belum menjawab pertanyaan kakak mu,kenapa Elen sangat pucat?"
"Apa,Elen hamil?...ya Tuhan,akhirnya aku akan segera punya cucu." kata Tante Melani dengan wajah yang sangat berbinar.
"Akhirnya,aku akan segera punya ponakan." kata Richard.
"Kau lihat Rich,adik mu akan segera memberikan Mommy seorang cucu.kau kapan?"
"Jangankan cucu,istri pun belum punya,kata Ares bercanda."
"sombong sekali kau Ares,tunggu saja,tidak lama lagi aku akan membawa kakak ipar mu ke sini."
"ya...ya...ya.aku tahu kak Rich,kakak ku ini orang yang sangat hebat,pasti banyak wanita yang akan mengijinkan ya." kata Ares di iringi tawa ibu,kakak,dan istri tercintanya itu.
"Elen,jaga baik-baik kesehatan mu,mommy tidak mau kau dan cucu ku kenapa-kenapa."
"Baik mom."jawab Elen,Elen merasa bahagia karena mertuanya itu sangat perhatian padanya.
Siang harinya Elen kembali mengalami mual,Ares tetap siaga menjaga istri kesayangannya itu.
"Aku akan membuatkan mu teh hangat."
"Aku ingin makan soto,bisakah kau membelikannya untuk ku?"kata Elen.
"soto?"tanya Ares tak percaya.
"iya,beli kan aku soto ayam."
"Baiklah,tunggu lah di sini.aku akan membelikannya untuk kalian."
Ares berlalu meninggalkan Elen sendiri di kamar,sebelum Ares pergi,ia menyuruh maid menemani Elen di kamar.karena ia takut jika Elen sampai mengalami pingsan karena selalu muntah.
"Bik..tolong temani istri ku di kamar,dia muntah terus,aku mau pergi membelikan soto untuknya." kata Ares pada salah satu maid yang ada di mansion ya.
"Maaf tuan,jika tuan berkenan,biarkan saya buatkan soto buat Nyonya." kata maid tersebut untuk menawarkan diri.
__ADS_1
"Iya juga ya,kenapa aku tidak berpikir sampai ke Ninik?,kalau begitu Ninik bisa buatkan secepatnya?" tanya Ares.
"Bisa tuan."
"Baiklah,saya akan kembali menemani istri saya,Ninik tolong buatkan soto secepatnya."
"Baik tuan."
Ares kembali ke kamar untuk menemani istrinya,sesampainya di kamar,Ares sangat kasihan melihat istri mungilnya sudah sangat lemas karena muntah terus.
"Ares,kok cepat sekali?,sotonya di mana?"tanya Elen.
"Sabarlah sedikit honey,Ninik sedang membuatkan soto untuk mu."
"Aku sudah berubah pikiran,aku ingin kak Mitha yang memasak kan ya untuk ku.masakan kak Mitha sangat enak."
"Hah,apa tidak bisa yang lainya honey?,soalnya Mitha kan ada di Eropa?"
"Kalau begitu aku akan meminta kak Richard untuk menelepon kak Mitha datang ke sini." kata Elen terlihat kecewa.
Sudah dua tahun Mitha di tarik Richard untuk bergabung dengannya,karena Richard melihat kalau Mitha memang layak untuk menjadi anak buahnya.
"Aku tidak yakin jika kak Rich mau melepas Mitha,masalahnya Mitha itu anak buah andalan kak Rich."kata Ares.
"Kalau kak Richard tidak mau,maka kau bersiaplah untuk melihat ku tidak mau makan.karena aku hanya pingin makan masakan mu dan kak Mitha." kata Elen.
Ares mengacak rambutnya kasar,bisa saja ia akan memasak kan soto untuk istrinya setiap hari,tapi Ares takut jika masakannya tidak seenak masakan maid atau masakan Mitha.
"Baiklah,aku akan mencoba menyuruh kak Mitha mu itu untuk datang kesini."
"Terimakasih Ares,kau memang suami yang baik." kata Elen sembari memberikan senyum termanisnya.
Melihat istri kesayangannya tersenyum dengan sangat manis,Ares pun sangat senang sekali,karena bagi Ares,membuat Elen selalu bisa tersenyum adalah tujuan hidupnya.
Ares menemui kakaknya di belakang mansion sedang bersama ibunya.
"Ares,di mana istri mu?" tanya Richard.
"untuk apa kau menanyakan ya?" cecar Ares.
"Astaga Ares!...ternyata kau sangat pencemburu." kata Richard dengan sebal.
"Elen di mana Ares?" tanya Tante Melani.
"Dia ada di kamar Mom,dia sangat lemas sekali,Elen pingin makan soto,tapi sotonya harus aku atau Mitha yang membuatkannya,karena kalau tidak,Elen tidak akan mau makan." jawab Ares.
"apa itu permintaan yang sangat sulit bagi mu?" tanya ibunya.
"Mom,masakan ku tidak enak,jika Elen memakannya,bisa-bisa Elen muntah.aku ingin yang terbaik buat istri dan anak ku." jawab Ares.
"Kalau begitu,kau bayarlah Sorang chef handal." usul Richard.
"Bukanya sudah ku bilang,kalau Elen hanya mau masakan ku dan masakan Mitha."
"Jadi?" tanya Richard pura-pura tidak tahu tujuan Ares menemuinya.
"Jadi,aku ingin kak Rich memerintahkan Mitha datang kesini."
"Apa?,tapi Mitha banyak pekerjaan Ares!" jawab Richard.
"Ayolah kak Rich,apa kau mau,jika melihat Elen mati kelaparan?" tanya Ares.
"Aisah...istri mu itu permintaanya ada-ada saja Ares."
"Richard,jika kau sudah menikah nanti,kau akan mengalami betapa reportnya menghadapi wanita yang sedang hamil muda." kata ibunya dengan senyum geli melihat wajah putra sulungnya itu cemberut.
"Baiklah,aku akan menyuruhnya datang."
"Kau memang yang terbaik kak,aku berdoa agar istri mu kelak merasakan hal yang sama." kata Ares sembari berlalu sebelum kakak kandungnya yang dingin itu menendang bokongnya dari sana.
"Ares!!!...beraninya kau!!!!"
__ADS_1
Tante Melani tertawa melihat tingkah kedua putranya yang sangat ia sayangi itu,terkadang kakak beradik itu akur,terkadang juga mereka berselisih paham.