
Di rumah Jeane
"Mau kemana Luna?"tanya Jeane.
"mau tau ajah kamu Jeane!"
"aku kan sahabat mu,jadi,harus perlu tahu dong kamu mau kemana?"
"entar kamu iri lagi!"
"iri karna?"
"aku mau kencan Jeane?"
"hah?sama siapa?"tanya Jeane pura-pura tidak tahu.
"ada deh!"
"iiih Luna!,main rahasiaan ya sekarang!"
"nggak gitu juga Jeane,entar kalau orangnya sudah datang aku kenalin ke kamu!"
"sebenarnya Luna sangat enggan untuk makan malam bersama Hendrik young,namun karna lelaki tampan itu memohon-mohon untuk menerima ajakanya.
"tok...tok...tok"
"itu pasti tuan Hendrik,biar aku yang buka pintunya Jeane!"
Mata Luna mengerjab kala melihat sosok yang berdiri di depanya.Sosok yang sangat Luna kenal dan Luna cintai.Siapa lagi kalau bukan Ellio ceo tampanya itu.
"pak Ellio?"tanya Luna yang masih dalam keterkejutanya.Tadinya Luna pikir tuan Hendrik young yang datang.
"ikut dengan ku!"
Ellio meraih tangan Luna dan membawanya masuk ke dalam mobil.Ellio merasa ragu kalau Jeane tidak bisa mencegah Luna untuk pergi bersama Hendrik untuk makan malam.Ellio memutuskan untuk mencegahnya langsung,dan disinilah Ellio sekarang bersama Luna.
"kita mau ke mana pak?"
"kau diam saja!"kata Ellio.
"tapi aku ada janji bersama tuan Hendrik young untuk makan malam bersama!"
"ciiiit"Ellio memberikan rem mendadak pada mobil mewahnya itu.
"kau lebih menginginkan bersamanya?"sarkas Ellio.
"ya,aku lebih ingin bersamanya!"
"baiklah jika kau ingin bersamanya!"ucap Ellio yang sudah berapi-api.Ellio marah,bahkan sangat marah kala mendengar Luna lebih memilih ingin bersama Hendrik.Ellio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Ellio tidak peduli sudah beberapa kali ia hampir tertabrak,Luna hanya berteriak dan menangis sejadi-sejadinya.
Malam ini Luna tidak mengenal Ellio yang saat ini,inilah sisi buruk Ellio kala sedang marah karna cemburu.
"pak Ellio,hentikan mobilnya!!"
Teriak Luna memohon pada Ellio.Namun tidak di gubris oleh lelaki itu.
"aku mohon pak hentikan!"pinta Luna sekali lagi.
Melihat wanita yang ada di sampingnya menangis,akhirnya Ellio menghentikan mobilnya.
__ADS_1
"hiks...hiks"
"maafkan aku Luna!"ucap Ellio yang emosinya sudah mereda.
"kau jahat pak Ellio!,aku membenci mu!!"
Luna melepaskan sabuk pengamanya dan membuka pintu lalu keluar dari mobil Ellio.
"Luna,tunggu Luna!"ucap Ellio yang berusaha keluar untuk mengejar Luna.
"Luna,aku mohon maafkan aku!!"
Luna terus saja berjalan tanpa menghiraukan panggilan Ellio.Ellio menarik tangan Luna saat sudah berada di dekat gadis itu.
"Lepaskan tangan ku!"ucap Luna.
"Luna,aku mohon maafkan aku!"
"kau hampir saja membunuh kita berdua!"kata Luna yang masih berderai air mata.
"aku tidak akan mengulangnya lagi,maafkan aku!"
Luna diam tak menjawab perkataan Ellio.
"naiklah,aku akan mengantarkan mu padanya!"
Ellio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,selama dalam perjalanan tidak ada percakapan.Dalam mobil itu hening,hanya terdengar bunyi kendaraan yang lalu lalang.Ellio menghentikan mobilnya saat sudah berada di depan rumah Jeane.
"pergilah Luna!"
"pak Ellio?"
"pak Ellio?"
Ellio hanya mengangguk ke arah Luna,anggukan Ellio seakan menyetujuinya untuk pergi bersama Hendrik.Hati Luna hancur tercabik-cabik.Sejujurnya Luna ingin Ellio cemburu melihatnya bersama Hendrik,namun kenyataanya lain dari yang ia harapkan.
Luna berjalan gontai,ia menatap nanar wajah kedua orang yang sedang berdiri di teras rumah Jeane.Luna tidak kuasa menahan air matanya.Hatinya sakit,teramat sakit.
"Luna!"
kata Hendrik yang sedari tadi memandangnya sedih.Saat Hendrik tiba ingin menjemput Luna,ia tidak melihat wanita berlesung pipi pipi itu ada di rumah Jeane.Jeane menceritakan pada Hendrik bahwa Luna sudah sangat lama memendam perasaanya pada Ellio.Betapa tersiksanya ia selama ini.
"tuan Hendrik,maafkan aku,aku tidak bisa menemani mu untuk makan malam ini!" ucap Luna sayu.
"jangan pikirkan itu Elen,yang penting kau baik-baik saja!"ucap Hendrik.
Setelah Hendrik pulang,Jeane membuka percakapan kala melihat wajah Luna yang sangat muram.
"Lun!"
"kenapa Jeane?kenapa nasib ku begini terus?,niat ku hanya ingin membuatnya cemburu,tapi?"
Luna menangisi nasibnya yang selalu gagal dalam meraih cintanya.
"yang sabar ya Lun,aku yakin kalau pak Ellio juga mencintai mu!"
ucap Jeane menyemangati sahabatnya itu.
"lihat saja tadi pak Ellio sangat cemburu saat tau kalau kamu dan tuan Hendrik ingin makan malam bersama!"
__ADS_1
"aku tidak yakin Jeane!"
"buktinya,tadi siang pak Ellio meminta ku untuk mencegah mu agar tidak pergi bersama tuan Hendrik."
"benarkah?"
"aku serius Lun!"
"kalau memang benar ia mencintai ku,setidaknya ia harus mengatakanya!"
"mungkin saja pak Ellio masih menunggu waktu yang tepat!"
"tapi Jeane?"
"kau sendiri tadi yang bilang kalau pak Ellio melarang mu memakai pakaian yang terbuka kan?"
"iya!"
"hanya orang yang mencintai kita yang tidak mau melihat kita memamerkan aurat!"
"itu bukan jaminan kalau orang yang melarang kita berpakaian **** sudah pasti mencintai kita."
"coba kau perhatikan,apa selama ini pak Ellio melarang mu?"
"tidak pernah!"ucap Luna.
"nah itu dia,karna selama ini pak Ellio belum menyadari perasaan cintanya untuk mu!"
"trus,sekarang aku harus bagaimana Jeane?"tanya Luna.
"menurut ku kau harus meminta maaf pada pak Ellio!"
"apa harus Jeane?"
"harus Luna,sejauh yang ku lihat pak Ellio jenis pria pencemburu tingkat dewa!"
"ada-ada saja kau Jeane!"
Luna merasa tenang kala mendengar nasihat sahabatnya itu.Dan Luna merasa terhibur sekali dengan semua ucapan Jeane.Meski Jeane tomboy,namun sifat lugunya kalau lagi kambuh bisa membuat Luna tegangan tinggi akibat keluguanya.
Dan malam ini sahabatnya yang lugu itu mampu membangkitkan semagat Luna yang hampir kandas.
*****
"Ellio,kamu kenapa nak?"tanya tante Oliv pada Ellio yang baru saja datang dengan wajah mendungnya.
"tidak ma!"
"El,aku ibu mu! jadi aku sangat mengenal mu!"kata ta te Oliv.
Ellio menarik nafas berat kala mengingat Luna sekretarisnya itu.Ia pun menceritakan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Luna.
"El..El,kau persis seperti papa mu jika lagi cemburu!,tapi mama senang sekali karna kau sudah mau membuka hati untuk Luna!,mama sangat berharap kalau Luna adalah jodoh mu! mama sudah tidak sabar untuk mengendong cucu Ellio!"
"jadi,Ellio harus bersikap bagaimana ma?"
"menurut mama sih kamu harus meminta maaf pada Luna!"
"baiklah ma,besok aku akan meminta maaf pada Luna"
__ADS_1
Ellio sadar bahwa ia sudah melakukan kesalah pada Luna,ia masih bisa membayangkan bagaimana ketakutanya Luna tadi saat mobilnya berulang kali hampir tertabrak.Ellio berjanji akan meminta maaf pada sekretarisnya itu besok pagi.