Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku menutup mata


__ADS_3

Di sebuah club malam yang terkenal di kota jakarta,tampak seorang wanita memegang gelas yang berisi wine.Entah sudah berapa kali wanita itu menegug wine yang belum pernah dia sentuh.


"untuk apa aku selalu menjaga hati ku untuk mu Ellio?"ucap Luna yang kesadaranya sudah mulai hilang akibat terlalu banyak meminum wine.


Luna sudah merasa lelah dengan perasaanya yang tidak pernah di anggap oleh Ellio.Wanita itu sudah tidak mampu lagi bertahan untuk cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


"ahh Ellio,aku akan mengubur dalam-dalam cinta ini.Aku sudah lelah Ellio!"ucapnya pada dirinya sendiri.


"hai cantik!boleh aku temani?"


Ucap seorang lelaki pada Luna yang sudah hampir terjatuh.


"lepaskan?"


Luna berusaha menepis tangan laki-laki itu yang sedari tadi mengelus pipi Luna.Namun sekuat apa pun Luna merontah,ia tidak akan mampu untuk melawan tubuh laki-laki itu,karna tubuh Luna tidak lebih kuat darinya yang sedang mabuk.


"ayolah cantik,jangan jual mahal!"


"lepaskan!"


"mari kita bersenang-senang malam ini!"


"bugg"


"berani sekali kau menyentuhnya!"


"krekk"terdengar bunyi patah tulang yang berasal dari tangan laki-laki itu.


"akan ku patahkan tangan mu yang kotor ini karna sudah berani menyentuhnya!"


Wajah laki-laki itu sudah sangat babak belur akibat pukulan yang diberikan oleh Ellio.Tadi Jeane mengabari Ellio bahwa Luna belum saja pulang ke rumahnya sementara sudah pukul 19:00.Karna tidak biasanya Luna pulang malam,mungkin pernah tapi biasanya Luna akan mengabari Jeane sebelumnya.


Ellio menyerang laki-laki itu membabi-buta,ia sangat emosi kala melihat laki-laki itu menyentuh Luna.


"Eric,bereskan pecundang ini!"


Perintah Ellio pada asistenya itu.


"baik bos!"


"brug"


Luna terjatuh kala kesadaranya hilang karena mabuk berat.Ellio mengangkat tubuh ramping Luna yang sudah tidak sadarkan diri.Ellio membawa tubuh Luna ke apartemenya yang sudah lama tidak ia tempati.Apartemen yang menyimpan jutaan kenangan bersama Tania almarhum istri Samuel.


Sesampainya di apartemen miliknya,Ellio membersihkan tubuh Luna dari muntahan wanita itu sendiri.Setelah selesai,Ellio mengganti baju Luna.Ia melepaskan satu persatu pakaian Luna,dan memakaikan wanita itu kemeja miliknya ketubuh Luna.Hanya pakaian dalam Luna yang tidak ia ganti.


Saat Ellio mengganti pakaian Luna,ia mengagumi tubuh Luna yang begitu indah.Bagi Ellio,tubuh Luna sangat sempurna tiada cacat sedikit pun,namun demikian,Ellio tidak berani melakukan hal-hal yang tidak pantas untuk Luna,meski jiwa laki-lakinya sangat ingin menyentuh wanita itu.


Ellio menutup kamar tempat Luna berada,pria tampan itu keluar menuju sofa untuk ia tidur.Sebelum tidur,Ellio menyempatkan diri untuk memberi kabar pada Jeane sahabat Luna.


"Jeane,kau tidak perlu kuatir,karna Luna ada bersama ku,aku akan mengantarkanya besok!"

__ADS_1


"syukurlah,terimakasih pak Ellio!"


Pagi ini Luna merasakan kepalanya sangat berat,ia memijit kepalanya yang hampir saja pecah.Ia melihat sekelilingna yang terasa asing baginya.Sedetik kemudian Luna terbelalak kala menyadari bahwa ia ada di ranjang yang belum pernah ia lihat.


Luna memperhatikan pakaian yang ada di tubuhnya.Kemeja yang ia pakai terlihat kebesaran di tubuh rampingnya.


"kau sudah bangun Luna?"kata Ellio.


Luna mengerjabkan mata tak percaya kala melihat sosok yang sangat ia cintai.


"pa-pak Ellio"Luna mencubit pipinya untuk memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi.


"mulai sekarang kau harus membiasakan diri memanggil ku tanpa embel-embel pak!"


Luna masih tak bergeming.


"semalam,kau sangat mabuk,apa kau sudah biasa seperti ini Luna?"


"ti-tidak pak!,eh,Ellio!"


"apa kau tidak takut jika orang memperkosa mu di tempat itu?"


"Ellio,aku akan pulang,ini sudah pukul 7:00,aku takut akan terlambat nanti!"ucap Luna berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


"aku ini pemiliknya,jadi aku yang harus menentukan hari ini kau bekerja atau tidak!"


"Ellio,pasti Jeane sangat mencemaskan ku!"


Luna menundukan kepalanya,ia tidak berani menatap pria yang ada di depanya itu.Luna bagai anak kecil yang sedang di interogasi karna kedapatan berbuat nakal.


Luna sangat menyesali perbuatanya,benar kata Ellio,seandainya pria tampan yang ia cintai itu tidak datang tepat waktu,tentu dirinya saat ini sudah ternoda.


"maaf!"


"apa?katakan sekali lagi!"ucap Ellio.


"maaf Ellio, aku tidak akan mengulanginya lagi!"


"kemarilah Luna,mendekat kepada ku!"


Luna menuruti kata-kata Ellio,saat Luna turun dari ranjang milik Ellio,paha Luna yang putih mulus terpampang jelas di hadapan Ellio.Jakun pria tampan itu naik turun kala melihat paha putih mulus milik Luna.Ellio menelan salivanya sendiri kala menyaksikan pemandangan yang indah di depanya itu.


"agh,kau ini Luna!,kau sudah membangkitkan pedang pusaka ku,kau harus bertanggung jawab Luna!"ucap Ellio dalam hati.


Saat Ellio menganti pakaian Luna,ia sudah berusaha mati-matian agar tidak menyentuh wanita berlesung pipi itu,namun pagi ini Ellio kembali di suguhi penandangan indah yang bisa memacing pedang pusakanya agar segera memasuki sarangnya.


Untuk mengalihkan keinginan kelaki-lakianya,Ellio pura-pura terbatuk mengambil air minum yang terletak di atas nakas tempat tidurnya.


"kau baik-baik saja Ellio?"


"tidak Elen,aku sedang tidak baik-baik saja,ini semua karena kamu!"ucap Ellio membatin.

__ADS_1


"ya,aku baik-baik saja Luna!"


"semalam,siapa yang mengganti pakaian ku?"tanya Luna.


"menurut mu?"


"apa kau yang menggantikanya?"


"ya!"


Wajah Luna memerah,gadis itu tidak bisa membayangkan saat Ellio mengantikan pakaianya.Pastilah Ellio sudah melihat tubuhnya yang setengah polos.


"kenapa?kau malu?"


Luna tak menjawab.


"tenang saja,aku menutup mata ku saat mengganti pakaian mu!"


Wajah Luna masih memerah akibat menahan rasa malu.


"hehe...yang benar saja aku menutup mata?aku melihat semuanya Luna,ukuran mu sangat pas di telapak tangan ku!"kata Ellio dalam hati.


Saat sibuk dengan pikiranya,Luna mendengar suara ponselnya berdenting,pertanda ada pesan yang masuk.


"Luna,kau ada dimana?apa kau baik-baik saja?apa pak Ellio mekakukan hal tidak baik pada mu?"


Jeane mencercah banyak pertanyaan lewat chat yang ia kirim.


"aku baik-baik saja Jeane,aku sedang bersama Ellio!"


"benarkah?ah,kalian berdua pasti sudah menikmati malam yang panjang kan?


"sembarangan saja kau Jeane?"


"lalu,kalian berdua buat apa saja?"


"nanti aku akan menceritakanya pada mu!"


"baiklah Luna ku yang cantik."


"siapa?"tanya Ellio penasaran,karna meliha Luna tersenyum.


"Jeane!"


"tadi malam ia sangat mengkhuatir kan mu!"kata Ellio.


"iya aku tahu!"


"jika lain kali kau mengulanginya,aku tidak akan segan-segan memperkosa mu!,kau mengerti?"


"baik!"ucap Luna.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,Eric datang membawa beberapa potong pakaian untuk Luna gunakan.Setelah Luna selesai mandi dan sudah rapih,Ellio mengantarkan gadis itu ke rumah Jeane.Ellio memerintahkan agar Luna tidak masuk bekerja hari ini,karna Ellio tahu,bahwa efek dari mabuk Luna belum hilang total.


__ADS_2