Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kenapa kau tega Tania?


__ADS_3

"Aku belum selesai Ares!...katakan apa alasan mu?"kata Samuel mengulangi pertanya pada Ares saat mereka sudah di luar.


"kau ingin tahu alasan ku,Sam?...alasan ku adalah,agar ia tidak semakin menderita."


"ow,jadi menurut mu,Istri ku akan lebih bahagi jika bersama mu?"


"Aku tidak bilang kalau dia akan lebih bahagia kalau bersama ku."


"lalu?"


"sudahlah Sam!...kita tak perlu bertengkar saat ini,tapi jujur Sam,aku memang menelefon mu,dan bahkan mengirimi mu pesan berkali-kali.Tapi kalau kau masih tidak percaya juga,kau lihatlah ini."ucap Ares sembari memperlihatkan pesan chat yang ia kirimkan pada Samuel.


Samuel mengerjabkan matanya kala melihat pesan chat dari Ares untuk dirinya,terlihat jelas kalau pesan chat dari Ares telah di baca,terbukti dari centrang dua berwarna biru.Samuel berpikir sejenak.


"Apa mungkin kalau Tania sudah membaca dan menghapus pesan dari Ares?...karna pada hari itu,hanya Tania yang selalu bersama ku setelah aku pulang dari gedung MJ untuk menemui Ares,tapi tidak mungkin Tania tega melakukan itu."ucap Samuel dalam hati.


Meski ragu kalau Tania tidak melakukan seperti apa yang sudah ia curigai,namun hati Samuel tetap mengatakan kalau Tania yang sudah menghapus pesan masuk dari Ares.


"Kalau memang benar kalau kau sudah tega melakukan ini pada ku,aku tidak akan memaafkan mu Tania!"kata Samuel di dalam hati.


"Ares!...aku minta tolong,untuk menjaga istri ku,aku akan menyelidiki ini sebentar."


"tanpa kau minta pun,aku akan selalu menjaganya."jawab Ares.


Samuel kembali ke ranjang tempat istrinya terbaring tak berdaya.Samuel mengecup kembali kening istrinya yang tetap terlihat cantik walau dalam keadaan koma.


"Sweety!...apa kau marah,jika aku meninggalkan mu sebentar?...karna aku tidak lama sweety!"


Setelah Samuel berbicara dan mengecup kening istrinya,Samuel pun segera bergegas untuk menemui Tania dan ingin menanyainya tentang pesan chat dari Ares.


Namun saat Samuel masih di jalan hendak ke Mansion miliknya,tiba-tiba saja ponselnya berdering,pertanda ada yang memanggil.


"Halo Jack!...apa ada masalah?"tanya Samuel pada Jack.


"Tuan Sam!...Saya hanya ingin memberitahukan kalau hari ini,Tuan Sam ada janji dengan tuan Guteres."

__ADS_1


"Maaf,aku hampir lupa Jack!..bisakah kau menunda pertemuanya?"


"Maaf,tuan Sam!...tapi tuan Guteres ingin bertemu saat ini juga,karna beliau akan segera kembali ke Washington saat ini juga."


"Kalau begitu,kau tolong gantikan aku,Jack!...katakan pada tuan Guteres,kalau keputusan mu sama saja dengan keputusan ku."


"baik tuan Sam!"


"Terimakasih Jack!"


Saat Jack hendak memutuskan panggilanya pada Samuel,tiba-tiba Samuel memanggil namanya kembali.


"Jack!..kenapa kau tidak memberitahukan keadaan istri ku,pada ku?"


"ma-maksud anda Tuan?"tanya Jack gugup.


"Kau tahu betul apa maksud ku Jack!"


"Tuan,saya sudah berusaha untuk menelefon anda,tapi tidak ada jawaban.Saya juga ke Mansion,tapi kata Nyonya Tania,kalau anda tidak ada di rumah."


"pukul berapa kau datang ke Mansion Jack?"


"Tania memberitahu mu kalau aku tidak ada di Mansion?"


"ya Tuan!...dan satu lagi Tuan,apa tuan Sam,yang sudah mengirim pesan chat untuk saya?"


"Pesan chat?"tanya Samuel kebingungan.


"ya,Tuan!...pesan chat yang mengatakan,kalau tuan sudah tidak perduli lagi pada Elen."


"Jack!...aku tidak pernah mengirim pesan seperti itu."kata Samuel jujur.


"lalu,siapa yang sudah melakukanya?"tanya Jack.


"Jack!...pergilah menemui tuan Guteres,aku akan menyelidiki ini sebentar."kata Samuel.

__ADS_1


"baik Tuan!"


Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia sudah sangat emosi dengan perbuatan Tania istri pertamanya itu.Samuel merasa kalau Tania yang dulu dengan Tania yang sekarang,sangat jauh berbeda.Tania yang dulu sangat lembut dan juga penyayang,namun Tanianya yang sekarang sangat egois sekali.Samuel sadar,kalau Istri pertamanya itulah yang sudah melakukan ini semua.


Sesampainya di Mansion milik Samuel,pria tampan bernetra biru safir itu memicingkan matanya,kala melihat sebuah mobil yang bukan milik keluarga Lovez terparkir di depan Mansionya.Samuel keluar dari dalam mobilnya menuju masuk kedalam Mansion miliknya.


"Kenapa kau harus menundanya terus Tania?...kau ini memang sangat tidak berguna!"kata Mami Liza pada Tania.


Mami Liza nekat mendatangi Mansion milik Samuel karna Tania tidak pernah mengangkat telfon darinya,atau membalas pesanya.


"Mami!...Samuel tidak akan mungkin mau untuk memberikan hak pabrik itu pada ku."kata Tania.


"Seperti yang sudah ku katakan,kalau kau sangat tidak berguna,mau jadi apa kau nanti,jika saatnya Suami mu melepaskan mu!...kau akan menjadi gembel Tania!...apalagi kalau sampai dia tahu,kalau kau yang sudah membunuh Omanya!."


"Ssssttt....pelankan suara Mami!...bagaimana kalau ada yang mendengar?"kata Tania menyuruh ibu kandungnya untuk mengecilkan suaranya.


"persetan dengan mu Tania,aku memberimu waktu satu minggu,tapi jika kau tak berhasil juga,maka kau tahu apa akibatnya!"


"baik Mami!"ucap Tania pasrah.


"Apa?...Tania yang sudah membunuh Oma?...tapi,bagaimana mungkin?...baiklah Tania!...aku akan mengikuti permainan mu.Tega sekali kau melakukan ini!...apa salah Oma ku pada mu?."kata Samuel dalam hati.


Samuel mendengar percakapan antara istri pertamanya itu,dengan ibu mertuanya.Samuel segera keluar dari Mansionya dan bergegas masuk kedalam mobil miliknya dan langsung pergi dari tempat itu.


"Arrrggh!!!"Samuel berteriak sekuat-kuatnya di dalam mobilnya.


"Kenapa kau tega Tania?...kenapa?...bukankah aku sangat mencintai mu?...sampai aku rela mengabaikan istri ku Elen demi kamu!...kenapa Tania?"Ucap Samuel dengan emosi yang sudah meluap.


Samuel merasa kalau dirinya sudah di permainkan oleh istri yang sangat dia cintai itu,wanita yang selama ini selalu ada di hatinya,wanita yang tak akan pernah ia lupakan,meski selama ini Samuel tahu kalau istrinya itu sudah tiada.Tania dengan teganya membunuh Oma yang sangat di kasihinya karna demi wanita biadab yaitu ibu kandungnya.Ibu kandung yang tak pernah menganggapnya anak sama sekali,yang hanya menjadikanya sebagai alat demi mencapai ambisinya.


"Oma!...maafkan aku,harusnya Aku mendengar kata-kata Oma,agar aku bijak mengambil keputusan."kata Samuel sambil menyesali apa yang sudah terjadi.


Samuel tak ingin larut dalam kesedihanya,ia tak ingin terlihat seperti orang bodoh yang begitu gampangnya di permainkan,apalagi oleh manusia-manusia biadab seperti Liza dan Tania yang sudah tertular jahat oleh Ibunya.


Samuel menyeka airmatanya yang karna sempat mengingat Oma,ia tak boleh berputus asa,karna masih ada wanita mungil yang cantik itu yang butuh perhatian darinya.Samuel berjanji pada dirinya sendiri,bahwa ia tak akan pernah lagi membuat istri kecilnya itu menderita.

__ADS_1


"Sweety,aku berjanji,jika kau sembuh nanti,aku akan selalu membuat mu tertawa bahagia,aku akan bersedia untuk menerima hukuman apapun dari mu,karna aku memang pantas mendapatkanya."ucap Samuel dalam hati.


Samuel segera bergegas menuju Rumah sakit tempat Istri kecil kesayanganya itu di rawat.


__ADS_2