
Seulas senyum kecut tersungging dari bibir wanita es nan cantik itu,ia merasa bersalah karna telah membuat Nyonya kesayanganya itu bersedih.
Elen bisa melihat bahwa pengawal cantiknya itu memiliki masa lalu yang sangat kelam,terlihat dari perubahan wajah Mitha saat di minta bercerita tentang masa lalunya saat masih nenjadi seorang tentara.
"Nyonya!...sebaiknya Mitha memasak makanan untuk Nyonya dan tuan kecil makan sebelum kita berangkat ke Mansion."ucap Sofia untuk mengatasi kecanggungan antara Nyonya kecilnya itu dan Mitha.
"Ya,kau benar kak Sofi"ucap Elen seakan bersyukur karna Sofia sudah menyelamatkanya dari kecanggunganya bersama Mitha.
Mitha si wanita cantik yang penuh misteri hanya mampu tertunduk dalam diam.Bukanya wanita cantik itu tidak ingin bercerita,namun dia tidak ingin mengingat kembali sebuah masa lalu yang kelam yang pernah ia alami beberapa tahun yang lalu.Karna setiap kali ia mengingat masa lalunya yang sangat kejam,wanita cantik itu pasti akan sangat terluka.
"Nyonya!...maaf,bukanya saya ingin lancang,tapi sebaiknya Nyonya jangan pernah bertanya lagi tentang pengalaman Mitha sewaktu masih di kemiliteran."
"Aku rasa seperti itu kak Sofi,tapi sebenarnya apa yang sudah terjadi pada kak Mitha di masa lalu?"
"Entahlah Nyonya,saya juga tidak tahu persis apa yang sudah terjadi padanya di masa lalu."kata Mitha berbohong.
Sofia sangat tahu apa yang pernah terjadi pada Mitha di masa lalu,namun Sofia merasa tidak berhak untuk menceritakan masa lalu Mitha,biarlah Mitha sendiri yang menceritakanya sendiri kalau wanita cantik itu sudah siap.
Elen yang masih sangat penasaran hanya ketar-ketir mengingat dinginya wanita cantik pengawal pribadinya itu.Setelah kurang lebih satu jam mereka menunggu Arthur pulang sekolah,akhirnya bocah tampan itu muncul juga setelah menunggu sedikit lama.
Dengan lemah lembut Elen membujuk Arthur untuk bermain ke Mansion demi membuat anak sambungnya itu agar lebih dekat dengan ibu kandungnya Tania.Setelah menggunakan banyak cara agar Arthur mau ikut,akhirnya dengan sedikit ragu bocah tampan itu pun mau ikut bersama ibu sambungnya itu.
Setibanya di Mansion milik Samuel,Sofia dan juga Mitha keluar dahulu untuk memastikan bahwa keadaan sudah aman,setelah merasa bahwa tempat sudah aman,Sofia membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Elen serta Arthur turun dari mobil.
Sesampainya di dalam Mansion,Elen dan Arthur di sambut dengan bahagia oleh para Maid yang ada di dalam Mansion itu.
"Selamat siang Nyonya!"ucap para Maid itu.
"Selamat siang semuanya."balas Elen.
"Bik,apa kak Tania ada?"
"Maaf Nyonya,Nyonya Tania sudah keluar sejak pagi tadi."
"Hah keluar??...belum pulang sejak tadi bik??"
"Iya Nyonya."
"Kira-kira,kak Tania kemana ya Bik?"
"Maaf Nyonya,kami tidak tahu beliau kemana?"jawab Maid itu dengan sopan.
"Apa kak Tania tidak memberitahu kalian kalau dia pergi kemana?"tanya Elen merasa cemas kalau-kalau dia di celakai oleh ibu kandungnya itu.
"Tidak Nyonya."jawab Maid singkat.
Elen tampak berpikir keras kira-kira kemana perginya istri pertamanya suaminya itu,setelah berpikir agak lama akhirnya Elen memutuskan untuk menelefon suaminya.Namun setelah berkali-kali menelefon suaminya tapi tak berhasil juga,akhirnya Elen memutuskan untuk menghubungi Ares.
__ADS_1
"Ya honey,apa kau sudah merindukan ku?"tanya Ares sembari bergurau.
"Ares!..apa kau bisa membantu ku?"
"Dengan senang hati My Honey!...katakan,apa yang harus aku lakukan?"tanya Ares serius.
"Ares apa kau bisa datang ke Mansion kak Samuel sekarang?"
"Ke Mansion Samuel?...untuk apa honey?"tanya Ares.
"Nanti akan ku jelaskan pada mu setelah sudah sampai di sini.*
"Oke honey!...aku akan tiba dalam waktu sepuluh menit."
Elen sangat cemas memikirkan Tania,pasalnya Samuel sudah bercerita perihal Tania dan juga ibu kandungnya.Elen merasa sangat janggal dengan situasi yang bertolak belakang dengan apa yang sudah di katakan oleh Samuel.Bukan kah Samuel sudah menempatkan beberapa pengawal untuk menjaga dan memantau gerak-gerik semua orang yang ada di Mansion miliknya?.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit,akhirnya Ares sudah tiba di Mansion milik Samuel.
"Honey!...apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Ares dengan wajah serius.
Tanpa membuang-buang waktu,Elen pun segera menceritakan perihal keadaan Tania saat ini.
"Astaga honey!...kau memanggil ku hanya untuk orang yang tak berguna itu??"tanya Ares tak percaya.
"Ares,ku mohon!!...bantu aku untuk mencarinya."
"Ares!!...sejahatnya dia pada ku,tapi aku masih tetap memiliki rasa kemanusiaan.Biar bagaimana pun kak Tania patut untuk di maafkan."ucap Elen dengan wajah sedihnya.
Melihat wajah Elen yang sedih namun terlihat sangat imut membuat Ares tak mampu untuk tidak mencubit pipi mungil nan mulus milik istri sahabatnya itu.
"Honey,kau sangat menggemaskan sekali!!"ucap Ares sembari mencubit lembut pipi mulus milik wanita mungil itu.
"Lepaskan tangan laknat mu itu dari Istri ku Ares!!!"ucap Samuel dengan suara baritonya yang tiba-tiba saja muncul
"Astaga kak!...kenapa kau suka sekali membuat ku jantungan,bagaimana kalau aku tiba-tiba saja mati gara-gara suara mu itu?"ucap Elen sembari mengusap-usap dadanya karena kaget mendengar suara bariton suaminya yang datang tiba-tiba.
"Itu tidak akan pernah terjadi Sweety!"ucap Samuel sembari mengecup lembut bibir pink milik Istri kecil kesayanganya itu.
"Tangan mu sangat lancang Ares!!...sekali lagi kau berani melakukanya,maka aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan tangan mu."ucap Samuel terlihat masih geram.
"Aiss kau ini Sam!...aku hanya mencubitnya bukan menciumnya!...kau sangat pelit sekali."balas Ares dengan ketus.
Melihat tingkah lucu kedua pria tampan itu,Sofia hampir saja di buat tertawa oleh kedua sahabat itu.Sofia hanya mampu tersenyum tipis melihat tingkah kekanak-kanakan antar bos dengan sahabat bosnya itu.
"Kenapa kau senyum-senyum Sofia?"tanya Samuel tiba-tiba dengan suara baritonya.
"Ahh,ehh...ti-tidak Tuan!!"jawab Sofia gugup.
__ADS_1
"Kak Sofia pasti tertawa dengan tingkah kalian berdua,tiap kali bertemu harus bertengkar terus."ucap Elen sembari cemberut.
"I am sorry honey!"ucap Ares merasa bersalah.
"Sekarang bagaimana ini?...kak Tania belum pulang sampai sekarang."
"Tenanglah Sweety,pasti kita akan menemukanya."jawab Samuel
"Bagaimana aku bisa tenang?...bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya?"tanya Elen terlihat semakin gusar.
Di saat mereka sedang cemas mencari keberadaan Tania,tiba-tiba saja wanita itu sudah muncul bersama dengan Ellio.
"Kau darimana saja Tania?...kau tahu,kami semua sangat mencemaskan mu?"ucap Samuel sangat kesal.
"Maaf"ucap Tania singkat.
"sudahlah kak Sam,yang penting kak Tania baik-baik saja."
"Katakan,kau darimana saja Tania?..bukankah sudah ku katakan agar kau tidak usah kemana-mana?,berusahalah agar tidak membuat orang panik."
"Sudahlah Sam!...bukan kah dia sudah meminta maaf?"ucap Ellio.
"Lain kali,jika kau ingin kemana-mana,mintalah izin pada ku,biar bagaimana pun kau masih tanggung jawab ku,kau paham Tania?"ucap Samuel dengan suara agak tinggi.
Entah mengapa begitu melihat Tania pulang di antar oleh Ello membuat hati Samuel terasa sangat panas,biar bagaimana pun mereka berdua pernah menjalin kasih begitu lama,tapi tunggu dulu,ada apa dengan Samuel,apa ia cemburu?
Elen terperangah melihat ekspresi wajah Samuel,Elen bisa melihat kalau pria tampanya itu sedang cemburu,namun Elen memahami perasaan suaminya yang tak bisa begitu saja melupakan orang yang pernah sangat di cintainya.
"kak El, terimakasi telah mengantar kak Tania."ucap Elen pada Ellio.
"Tadi aku tak sengaja bertemu dengan Tania di jalan,karna kebetulan aku juga akan kembali ke Mansion ku,ya...aku menawarkanya untuk ku antar pulang."ucap Ellio.
Banyak hal yang ingin di tanyakan Samuel pada Tania,namun ia urungkan karna masih ada Elen dan yang lainya,Samuel bertekat akan menanyakan Tania setelah semua orang pergi.
Beberapa jam kemudian Samuel menyuruh Elen pulang bersama Ares,Sofia dan Mitha serta Arthur.
"Sweety!...sebaiknya kalian pulang ke apartemen,aku akan menyusul nanti,karna aku masih perlu dengan Tania."
"Baiklah kak!...bicaralah baik-baik,jangan bertengkar.*saran Elen pada Samuel.
"Baik Sweety,kami tidak akan bertengkar."
Elen melangkah dengan lesu,niat hati ingin membuat Tania dan Arthur agar lebih dekat lagi,namun tak sejalan dengan niatnya yang tulus.
Ares melihat wajah Elen sangat mendung,semendung kota jakarta saat ini yang siap terguyur hujan.
"Honey!...ayolah honey,kenapa wajah mu sangat mendung?...apa kau sedang cemburu?"
__ADS_1
"Ahh ehh...kau bilang apa Ares?"ucap Elen tersadar dari lamunanya.