
APARTEMEN SAMUEL
"Dian...kamu kenapa?"tanya Milka panik.
"ka-kak Milka...tolong saya!"kata Dian terbata.
Dian sudah sangat pucat,dengan bibir bergetar menahan rasa sakit.Darah sudah mengalir di area selangkanganya.
Milka yang sangat panik langsung berinisiatif untuk menghubungi Elen,namun setelah berkali-kali menghubungi adiknya itu,tapi tetap usahanya sia-sia,ia mencoba menghubungi Samuel,ponsel Samuel pun tak bisa di hubungi,lalu Milka mencoba menghubungi ke ponsel Oma yang ternyata tersambung.Namun setelah Milka berulang kali melakukan panggilan,panggilanya tak pernah di angkat oleh Oma.
Milka sudah putus asa,dia harus bagaimana?,kondisi Dian sudah sangat memprihatin kan.saat ia sedang panik,tiba-tiba saja wajah Jack terlintas di pikiranya.Tanpa membuang waktu lebih lama lagi,akhirnya Milka memutuskan untuk melakukan panggilan pada asistenya Samuel itu.
"Halo...Jack,apa kau di sana?"tanya Milka setelah Jack mengangkat panggilanya yang ke empat kali.
"ya,halo Milka..ada apa?,apa kau baik-baik saja?"kata Jack dari sebrang.
"maaf mengganggu mu Jack..apa kau bisa membantu ku?"
"apa yang bisa aku bantu Milka?"
"Jack...kau datanglah ke sini,aku butuh pertolongan mu!"
"kau kenapa Mil,apa yang terjadi dengan mu?"tanya Jack yang tiba-tiba panik kala mendengar suara Milka seperti ketakutan.
"bukan aku Jack...tapi Dian!"
"Dian kenapa?"
"nanti akan ku jelaskan,kau datanglah sekarang!"kata Milka.
"baiklah...kau tunggu aku sepuluh menit!"kata Jack mengakhiri panggilan.
"Dian..kamu sabar ya!,Jack akan segera datang!"ucap Milka.
Dian mengangguk pelan,wajahnya yang pucat pasi sudah tak mampu hanya sekedar bicara.Beberapa menit kemudian Jack sudah muncul.
"Dian kenapa Milka?"
Tanya Jack panik kala melihat kondisi Dian yang sudah tidak berdaya,dengan darah yang sudah mengalir di sekitar pahanya.
"Jack..kita bawa saja dulu dia ke rumah sakit!"kata Milka.
Jack mengangkat tubuh Dian yang sudah tak sadarkan diri,Pria tampan asisten Samuel itu hampir pingsan karna melihat banyaknya darah di tubuh Dian.Jack melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.berharap wanita muda itu bisa selamat.
"dokter...tolong selamat kan dia!"kata Milka pada dokter yang baru saja datang.
"kami akan berusaha nona!"kata dokter itu.
Jack dan Milka menunggu dengan cemas.
"nona,kami membutuhkan golongan darah AB,apa ada di antara keluarga pasien yang bergolongan darah yang sama?.karna pasien membutuhkan banyak darah,dan rumah sakit kami kehabisan stok darah yang sama dengan pasien."
"baik dokter...kami akan berusaha untuk mencari!"
__ADS_1
"terimakasih nona,saya permisi!"
"baik dokter!"kata Milka.
"Jack...bagaimana ini?"tanya Milka.
"kau tunggulah di sini Mil,aku akan berusaha mencarinya!"
"baik Jack"kata Milka.
Milka menunggu di depan ruangan tempat Dian berada.ia sangat kuatir dengan keadaan Dian yang sangat memprihatinkan.Selama Dian di jakarta,gadis itu lebih banyak murung.Sudah berkali-kali Samuel menawarinya agar kembali pulang ke kampung,namun gadis itu selalu menolak.
"Dian...semoga kau baik-baik saja dek!"doa Milka dalam hati.
Beberapa jam kemudian menjelang subuh,Jack muncul dengan membawa beberapa kantong darah.
"Jack...kau sudah dapatkan darahnya?"
"ya Milka...aku sudah dapatkan darahnya!"
"syukurlah!"ucap Milka.
Perawat rumah sakit menerima kantong darah dari tangan Jack,dan masuk kembali.
"Milka...sebenarnya Dian kenapa?"tanya Jack.
"aku tak tahu Jack,tiba-tiba saja aku mendengarnya berteriak memanggil ku,saat aku menemuinya,dia sudah terjatuh dan darah sudah mengalir di pahanya.Aku mencoba menghubungi Samuel dan Elen,tapi ponsel mereka non aktif,lalu aku coba menghubungi Oma,tersambung namun tak di angkat.Maka itu aku menghubungi mu.!"kata Milka.
"aku sudah biasa mengaktifkan ponsel ku dengan malam,takut sewaktu-waktu ada keluarga atau Sam yang menghubungi ku!"kata Jack.
"maksud mu?"
"ahh,ehh,itu...maksud ku,kau memang pria yang sangat peka!"kata Milka beralasan.
"kau sangat pintar beralasan Milka!"
"a-apa?"
Jack kembali bermuka datar,ia duduk si samping Milka sembari memejamkan mata.seakan tak peduli dengan wanita yang ada di sampingnya itu.Milka hanya menatap wajah laki-laki tampan yang ada si sampingnya itu.entah Jack menyadari atau tidak kalau wanita yang ada si sampingnya itu sedang mengagumi ketampananya.
Jack tiba-tiba mengalih kan pandanganya pada Milka,saat Jack tiba-tiba menatapnya,Milka langsung salah tingkah akibat tertangkap basah memandangi pria itu.
"kenapa?,apa kau mengagumi ketampanan ku?"tanya Jack malas tau.
"i-iya...e-tidak!!"jawab Milka tak jelas.
Jack tersenyum sumringah kala mendengar jawaban tak jelas dari Milka.
"tidurlah jika kau masih mengantuk!,aku akan menunggu sampai dokter selesai menangani Dian!"kata Jack pada Milka.
"a-aku tidak mengantuk Jack!"
"heii...kenapa kau sangat gugup Milka?"
__ADS_1
"a-aku tidak gugup Jack!"
"lalu itu apa?"
"apa?"
"yang baru kau sebut!"kata Jack.
"me-memangnya,aku baru se-!"
"tuh kan!,kau gugup!"
Milka sudah tak mampu lagi menjawab,terbukti bahwa ia memang benar-benar gugup berada di samping pria tampan yang ada si sampingnya itu.
"kalau kau mau...kau boleh tidur bersandar di pundak ku!"kata Jack.
"ti-tidak usah Jack,aku memang tidak mengantuk."ucap Milka.
"baiklah,kalau begitu,biar aku yang tidur...dan kau yang menunggu!"
"baik!"kata Milka singkat.
Jack pun kembali tidur dengan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi khusus untuk keluarga pasien.Sepertinya laki-laki itu tidak benar-benar tidur,tetlihat dari Jack yang masih menggoyangkan kedua kakinya.
Milka juga melakukan hal yang sama,ia menyandarkan kepalanya kesandaran kursi sembari memejamkan mata.Kali ini giliran Jack yang memandangi wanita itu.
"kau sangat cantik milka!,apa aku pantas untuk mengagumi mu?"kata Jack dalam hati.
Saat Milka membuka matanya,Jack buru-buru mengalihkan kepalanya pura-pura tidur.beberapa menit kemudian,dokter keluar dari ruangan UGD.
"bagaimana keadaanya dokter?"
tanya Milka pada dokter yang baru saja keluar untuk menangani Dian.
"ibunya masih bisa kami selamatkan,tapi maaf,janinya tidak bisa kami selamat kan!"kata dokter itu.
"baiklah dokter...asalkan ibunya selamat!"ucap Milka.Milka menarik nafas berat kala mengetahui bahwa janin yang ada di rahim Dian tidak bisa si selamatkan.Namun ia juga lega,kala mengetahui kalau Dian bisa di selamat kan.
"terimakasih Jack...kalau bukan karna kamu..saat ini mungkin Dian tidak akan tertolong!"kata Milka.
"santai saja Mil..aku masih punya jiwa kemanusiaan!"kata Jack dengan santai.
"Jack...!!"
"Mm?"
"apa kau sudah bekerja lama dengan Samuel?"
"ya,lumayan!"kata Jack santai.
"sudah berapa lama?"
"tujuh belas tahun!"
__ADS_1
"hah?,tujuh belas tahun?,sudah selama itu Jack?"
"ya"jawab Jack yang masih dalam mode santai.