
"Ehh Elen,kamu tahu tidak?"tanya Siska.
"tahu apa Sis?"
"si Tian?"
"Tian?...Tian anaknya ibu Ranti maksud mu?"tanya Elen.
"iya!...anaknya ibu Ranti."jawab Siska.
"aku cuma tahu namanya saja Sis,untuk ketemu langsung sih aku belum pernah.Memangnya kenapa?"tanya Elen.
"Dengar-dengar ketanya hari ini dia datang loh!"
"Kalo datang memangnya kenapa Sis?"
"Kalau Tian datang kamu kenalan sama dia,dia tampan,baik hati,dan juga mapan.Sepertinya kalian berdua sangat serasih."
"Aisshh...kamu apa-apaan sih Sis?...lagian biar dia setampan apapun tidak mungkin juga kan aku dan dia langsung sama-sama suka?,dan mungkin juga dia sudah ada calon istri."
"Aku tahu siapa Tian,dia itu tidak sembarangan suka sama cewek."
"kalau tidak suka sama cewek,berarti dia sukanya sama cowok dong!"
"Iiiihhh siapa bilang begitu?"
"Kan kamu sendiri yang bilang"kata Elen.
"Aku tidak bilang begitu Elen cantik,aku bilang Tian itu tidak sembarangan suka sama cewek,karna tipe cewek ideal bagi Tian itu adalah tipe cewek yang mandiri dan tidak manja."
"oww begitu ya?" kata Elen acuh.
"Iya,begitu Nona cantik,makanya aku bilang kamu dengan Tian itu sangat cocok!"
"Cocok apanya?,Dia mapan,sedangkan aku tidak."
"Ihhh...tapi kamu kan orangnya mandiri."kata Siska.
"Sudahlah Sis,kita tidak usah ngomongin soal Tian ya,mendingan kita bahas tentang yang lain."
"Oke."
*****
Jakarta
"Bagaimana hasil pencarian mu Jack?"
__ADS_1
"Maaf tuan Sam!...saya masih berusaha."
"Kenapa lama sekali Jack?" kata Samuel tampak frustasi.
"Soalnya Elen tidak meninggalkan jejak sedikit pun tuan."
"Apa tidak ada cara lain Jack?...kenapa kerja mu sanagat lamban sekali?"kata Samuel.
"Sekarang saja kau mati-matian agar menemukan Elen,aku tidak yakin kalau Elen sudi untuk bertemu dengan mu,mengingat sudah banyak kali kau menyakiti hatinya."kata Jack dalam hati.
"Saya akan lebih berusaha lagi Tuan."
"Kabari aku terus kalau sudah ada perkembangan."
"Baik tuan."
Samuel menyugar rambutnya dengan kasar,pria tampan itu sekarang persis seperti orang gila,setiap kali jantungnya hanya dag dig dug menanti kabar dari asistenya itu.Selama setahun lebih Samuel memendam rasa rindunya pada wanita cantik nan mungil kesayanganya itu,Samuel sangat menyesal karna telah menyia-nyiakan wanita yang benar-benar tulus mencintainya.Samuel menyadari kalau selama ini dia sangat egois tanpa pernah memikirkan perasaan wanita yang sangat tulus nencintainya itu.
Selama lebih dari satu tahun Samuel selalu mengingat wanita kesayanganya itu,tiap kali ia ingin memejamkan mata saat akan tidur,Samuel selalu membayangkan bahwa Elen lah yang ada di pelukanya,begitu pun saat ia memberikan nafkah batin buat Tania,pria tampan itu selalu membayangkan bahwa Elen lah yang sedang ia beri nafkah bukan Tania.
"Apa kau akan memberikan maaf untuk Sweety?...maafkan aku,aku memang sangat bodohl"kata Samuel.
Samuel melihat telapak tanganya yang sudah mulai gemetar,ia mengingat semua yang ia lakukan pada Elen.
"Tangan ini...tangan ini yang sudah kurang ajar melukai mu sweety"kata Samuel sembari meninjukan tanganya ke dinding tembok hingga menimbulkan suara "krek".
"potong tangan ku ini Jack!...tangan ini sudah melukai kesayangan ku,aku tidak tahu apa dia akan memberikan maaf pada ku?....aku memang bodoh Jack,bisa-bisanya aku di butakan oleh wanita-wanita iblis itu."kata Samuel berderai air mata.
"Kasihan sekali kau Tuan Sam!...selain menangisi Oma,baru kali ini aku melihat mu menangis sesedih ini,kembali lah Elen,aku mohon kembali,aku tidak tega melihat tuan Sam seperti ini."kata Jack di dalam hati.
Setelah yakin kalau Samuel tidak akan melukai dirinya sendiri,Jack keluar meminta sekretaris Samuel itu untuk berjaga-jaga kalau Samuel akan melukai dirinya kembali,mengingat mental Samuel sedang tidak stabil.
*****
Ares meraih ponselnya dari atas meja setelah selesai menandatangani semua surat-surat yang ada di atas meja kerjanya,saat Ares melihat ada akun yang mengomentari postinganya,mata pria tampan itu membulat sempurna.Dengan cekatan Ares mulai mengetik untuk membalas komentar dari akun yang bernama Elen tersebut,karna Ares yakin kalau pemilik akun tersebut adalah Elen wanita yang sangat ia rindukan selama lebih dari satu tahun ini.
"Aku tahu kalau kau adalah Elen ku,wanita kesayangan ku,sahabat terbaik ku,pujaan hati ku,dan juga kekasih hati ku.Sudah setahun lebih aku selalu menanti kehadiran mu di pinggir Cleo,dengan harapan wanita kesayangan ku datang menemui ku.Kembalilah Honey...aku akan selalu menjaga mu,tidak akan ku biarkan siapa pun menyakiti mu."
Setelah selesai membalas komentar untuk akun yang bernama Elen itu,Ares pun memutar otaknya untuk melacak keberadaan wanita pujaan hatinya itu.Ares memulainya dari mencari tahu siapa saja yang berteman dengan akun yang bernama Elen itu,dari situlah Ares bisa mengambil kesimpulan bahwa Elen saat ini sedang berada tidak jauh dari pulau Aru yang berada di propinsi Maluku.Setelah mendapatkan setitik harapan untuk bisa melacak keberadaan wanita kesayanganya itu,akhirnya Ares memutuskan untuk menghubungi kakaknya Richart.
"Hallo kak Rich"
"Ya,Ares...ada apa?,tumben sekali kau menelefon ku?"
"Maafkan aku kak,tapi aku memang sangat sibuk."
"ya,aku mengerti Ares,sekarang katakan apa yang kau ingin kan?"tanya Richart.
__ADS_1
"Aku butuh bantuan mu kak."kata Ares.
"Untuk melacak Elen bukan?...saat ini dia ada di kepulauan Aru."
"Darimana kau tahu kak?"
"Apa yang tidak di ketahui oleh kakak mu ini Ares?...bahkan sejak keberangkatanya ke pulau itu pun aku sudah mengetahuinya."
"Lalu kenapa kau tidak memberitahukanya pada ku?"
"Karna kau tidak pernah bertanya."jawab Richart.
"Astaga kak!...aku seperti orang gila mencarinya selama ini,kau dengan enaknya hanya diam-diam saja tanpa memberitahukanya pada ku."
"Salah mu sendiri yang tidak mau meminta bantuan ku.Padahal jelas-jelas kau tahu kalau aku akan sangat mudah untuk mencarinya."
"Ya,hari ini aku menyadarinya kak Rich,bahwa kakak ku yang tampan ini sangat pintar dan hebat,tidak salah Momy memberikan mu nama seorang filsuf,kau memang secerdas Richart cokrates ahli Filsafat yang terkenal itu."kata Ares memuji.
"Hehe...hehe!!...kau baru tahu?...bahkan sekarang aku lebih pintar darinya,kalau Dia ahli dalam bidang filsafat dan astronomi,kalau Richart kakak mu ini ahli dalam meretas dan ahli untuk mengacaukan para Mafia."kata Richart sembari tertawa.
"Ya...ya...ya,kau lebih hebat darinya.Omong-omong,apa kau tahu dengan jelas di mana posisi wanita ku saat ini?"
"Wanita mu?...sejak kapan dia menjadi wanita mu?"tanya Richart mengejek.
"Jangan banyak tanya kak Rich,jawab saja pertanyaan ku!"jawab Ares kesal.
"Aku tidak akan memberitahu mu kalau kau tidak menjawab pertanyaan ku."
"aishh kau ini kak,baiklah...dia belum menjadi wanita ku,tapi tidak lama lagi dia akan resmi menjadi wanita ku."
"Hohoho...aku suka cara mu adik ku,apa kau sangat mencintainya?"tanya Richart.
"Segenap hati ku kak!"
"Kau boleh mencintai siapapun dengan segenap hati mu Ares!...tapi aku peringatkan agar jangan terlalu mencintai seseorang,karna ketika kau tahu kalau hatinya untuk orang lain,maka kau akan sangat terluka."
"Ya,aku tahu kak,terimakasih."
"Baiklah aku akan memberikan alamatnya untuk mu,tapi kau tenang saja,wanita mu baik-baik saja,karna aku selama ini menyuruh anak buah ku untuk menjaganya dari jauh."
"Kau memang yang terbaik kak.Aku sangat berterimakasih pada mu."
"Aku melakukanya karna aku tahu kalau kau tulus mencintainya,jika Elen berharga bagi mu,maka dia juga berharga bagi ku."
"Sekali lagi terimakasih kak Rich."kata Ares terharu kala mendengar ketulusan dari kakak kandungnya itu.
"Sama-sama Ares."
__ADS_1