Jodoh Pilihan Untuk Reva

Jodoh Pilihan Untuk Reva
11. Air mata


__ADS_3

Aldo melajukan mobil menuju perusahaan tempat dia bekerja dan tak lama kemudian dia sudah tiba. Hari ini, Aldo tidak memakai seragam keamanan. Dia memakai kemeja ala Korea dengan kaca mata dan rambut yang rapih, membuat kaum hawa yang melihatnya lupa berkedip. Dia sengaja datang lebih pagi dari semua karyawan yang lain karena memang ada suatu hal yang penting untuk disampaikan.


"Selamat pagi pak!" Aldo menyapa pak Hartawan yang rupanya sudah tiba lebih dulu.


"Mari kita bicarakan di dalam." Pak Hartawan masuk keruangan pribadi di ikuti Aldo di belakang nya.


"Katakan!!" salah satu tangannya mempersilahkan Aldo untuk duduk berhadapan.


"Aku ingin menyampaikan bahwa orang-orang yang mengincar anda bukanlah orang luar, tapi Nyonya Amelia sendiri, istri anda."


"Apa ?" pak hartawan sangat terkejut mendengar informasi yang disampaikan Aldo padanya.


"Saat di Vila aku melihatnya, dia menginap di salah satu unit yang berdekatan dengan CEO kontraktor kita, Revalia Az-zahra dan aku berhasil mengambil data yang ternyata penyewa kamar masih atas nama Ny. Amelia." dan kedua orang itu langsung pergi meninggalkan Vila saat kedatangan anda bersama para bawahan dan beberapa orang kepercayaan yang handal, mungkin mereka tidak yakin bisa menemukan celah." jelas Aldo lagi.


Pak Hartawan masih terlihat panik dan tidak percaya, "Pantas saja, mereka tidak pernah mengincar Bella, karena yang mereka inginkan adalah aku. " Pria paruh baya itu menutupi wajah dengan kedua tangannya, terlihat begitu kecewa.


"Apa ada lagi yang kau ketahui ?" Tanya Pak Hartawan lagi pelan, meski sebenarnya dia sudah tidak mampu jika harus mendengar kenyataan yang menyakitkan.


"Aku ingin meminta satu hal pada anda !!"


"Katakan saja!" Pria itu sedikit menarik nafas.


"Saat ini posisi penyamaran ku sudah tidak aman, mereka mengetahui aku saat di Vila aku membuntuti mereka, dan saat tadi malam aku di kejar dua orang laki-laki, aku mencoba kabur tapi ternyata ada dua orang lagi yang sudah siap menghadang kami. Aku bersama temanku sempat berkelahi, dan akhirnya kami berhasil melarikan diri. Aku tidak berani pulang ke rumah ku yang lama untuk sementara aku tinggal di Rumahku yang lain, aku juga belum bisa mengambil kendaraan roda dua ku. Dan satu lagi, Aku minta salah satu orang kepercayaan anda untuk menemaniku."


"Baiklah, untuk kendaraan kau minta saja pada bagian keuangan agar penyamaranmu tidak di ketahui. Untuk rekan yang kau minta, bagaimana kalau David. ??"


"Aku setuju, David orang yang hebat." Aldo tampak lega.


"Kau teruskan saja penyelidikanmu, kalau butuh apa pun kau katakan padaku, kau juga boleh bekerja di luar jika itu harus kau lakukan untuk kepentingan penyelidikan mu."


"Baiklah, kalau begitu aku harus permisi. Anda juga harus hati-hati, di dalam perusahaan ini ada salah satu yang mencurigakan. Aku pastikan akan segera membongkarnya."


"Terimakasih atas usaha mu, kau lah yang selalu aku andalkan." Ucap pria setengah baya itu menatapnya penuh harap.


Aldo beranjak dan segera pergi meninggalkan bosnya yang masih tampak berfikir atas apa yang akan terjadi selanjutnya, itu membuatnya begitu khawatir.


****

__ADS_1


Sabtu yang cerah......


Reva dan Ayu tengah bersiap untuk pergi ke pantai seperti yang telah direncanakan mereka berdua akan menghabiskan senja bersama. Tak banyak barang yang mereka bawa hanya beberapa makanan ringan dan tas kecil saja.


Reva yang sudah berada di dalam mobil mengetik sesuatu di ponselnya. "Mas, aku pergi ke pantai hari ini,, seandainya kamu juga ikut." Di akhiri emoji sedih lalu Reva mengirimnya.


Ayu masuk dan mulai melajukan kendaraan.


Dalam perjalanan, sesekali Reva menatap ponsel tapi tak ada pesan, tak ada panggilan. Lalu dia menyimpannya kembali.


Satu jam lebih, mereka tiba di pantai nan indah, terletak di pinggiran kota dengan hamparan pasir yang luas, ombak melambai-lambai ke sana kemari seakan memamerkan kelihaiannya. Cukup ramai, dengan bermacam-macam pengunjung, ada yang bersama keluarga, ada yang bersama pasangan saja, ada yang bersama teman-temannya, tampak begitu bahagia.


"Rasanya hanya aku yang bersedih disini." Reva berjalan sendirian sementara Ayu memarkirkan mobilnya di samping kedai penjual kopi.


Reva melangkah pelan menyusuri pinggiran pantai, angin yang berhembus kencang mengayun ujung hijabnya yang panjang seolah tubuhnya yang kecil akan ikut terbawa angin.


Langkahnya berhenti ketika tak sengaja menginjak sebuah ranting kecil. Dia mengambilnya lalu menggunakannya untuk menuliskan sesuatu di pasir yang halus.


"Aku mencintaimu" Dibingkai dengan simbol hati. Tak lama ombak pun datang menyapu tulisannya dan pasir pun kembali seperti semula.


Dia mengulang menuliskan kata yang sama, tak lama waktu berselang ombak pun datang menyapunya lagi.


Dia terkejut tiba-tiba sebuah tangan meraih ranting dari tangannya.


"Jika kau lelah, istirahatlah sejenak. Paling tidak berhenti untuk mengisi tenaga ." Aldo mendekati Reva yang sangat terkejut akan kehadirannya. "Aku tidak ingin melihatmu menangis... jika kau tidak ingin ombak membawa tulisan mu disini. Menulislah di tempat yang lain, dimana ombak tidak bisa menjangkaunya."


Aldo semakin mendekatinya, memandang wajah cantik yang sedang menangis. ingin sekali menghapus air matanya, mendekapnya dan memilikinya.


Air matanya menganak sungai. "Aku...aku.... " Ia Tak mampu bicara dan isaknya semakin menjadi.


Aldo hanya menatap wajah cantiknya, menyaksikan betapa hatinya tidak baik-baik saja.


"Aku selalu memikirkannya, dia sedang menderita, lalu aku harus bagaimana,.Dia ingin aku menjauh tapi apa jika aku menjauh dia akan bahagia?" Reva mengusap air mata yang terus membanjiri pipi.


"Aldo,.. Katakan padaku aku harus bagai mana. Aku tidak bisa tidur karena memikirkannya, penderitaannya ...... aku ingin berbagi itu dengannya. Aku mau,…... aku mau merasakannya. Aku merasa sangat bersalah apa lagi jika harus meninggalkannya."


"Aku mohon jangan menangis." Aldo menatap dalam mata gadis didepannya "Kau tau, dia tidak akan senang melihatmu begini. Dia punya satu permohonan untukmu." Aldo mencoba menenangkan.

__ADS_1


"Apa ?" tangisnya sedikit reda.


"Kau harus bahagia tanpa melupakannya."


"Caranya?" Tanya Reva penasaran.


"Itu aku tidak tau, kalau kau tanya padaku aku akan mengatakan hal yang aneh." Aldo tampak salah tingkah.


"Memangnya apa yang kau katakan?" Reva penasaran


"Menikahlah dengan ku!" Jawabnya tak sengaja,


"Kau jahat sekali...." Protes gadis itu


"Aku tidak jahat, Aku ingin kau bahagia."Aldo jadi serius.


Reva tercengang tak percaya.


"Aku hanya bercanda. Mari kita bermain," Aldo mencoba merayunya.


"Aku lelah......"


"Mau ku gendong ...."


"Tidak, ..."


"Ayolah..."


"Aku tidak mau...!!!"


"Yakin tidak mau ..!???"


"Tidak...!!"


" hahaa... Jangan marah, .."


****

__ADS_1


Di kejauhan dua Orang sedang tersenyum menyaksikan mereka.


__ADS_2