Jodoh Pilihan Untuk Reva

Jodoh Pilihan Untuk Reva
07.Tidak boleh bersedih


__ADS_3

Tiga mobil mewah berwarna hitam masuk halaman Vila,. Aldo berjalan setengah berlari menyambut seorang pria paruh baya. di iringi para bodyguard dan para bawahannya. Reva juga ikut turun mendekati para rombongan yang datang.


Pria itu terlihat senang. "Kita akan makan siang bersama." Ucapnya pada semua orang di sana.


Selesai makan siang barulah mereka mulai membicarakan perihal pekerjaan.


Seperti biasa yang berbicara adalah Sekretaris Ayu, pak Rudi dengan rincian keuangan, dan di ikuti pihak klien lainnya. Pak Hartawan yang menyimak hanya mengangguk-angguk saja. Tidak ada sanggahan sama sekali Membuat Reva sangat senang dengan hasil kerja timnya.


"Baiklah..Kita akan langsung menuju ke lokasi pembangunan Vila kita yang baru." Pak hartawan mengajak beberapa bawahannya, di iringi Reva , Ayu, dan pak Rudi.


***


Selesai sholat isya Reva mengirim pesan kepada ibunya, hanya sekedar memberi kabar bahwa pekerjaan mereka sudah selesai, dan besok akan segera pulang.


"Diluar ramai sekali,. Seperti ada acara,.???" Ayu mengintip dari jendela.


Reva memakai hijab lalu tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Dia menyukai hijab yang di belikan kekasihnya itu. Walaupun pada akhirnya senyumnya kembali memudar.


Menyaksikan bos cantiknya bersedih ayu langsung membuka pintu, "Sebaiknya anda keluar, pasti sebentar lagi pak Hartawan akan meminta anda untuk bergabung bersama mereka."


"Ah iya, aku sudah selesai."


Reva beranjak keluar, benar saja di halaman sudah sangat ramai semua orang sudah berkumpul di sana. Dia tak langsung turun seperti biasa Reva duduk di bibir tangga menikmati malam sendirian.Memikirkan hal yang sulit untuk di pecahkan. Merindukan orang yang ada di dalam hatinya. Berharap bahwa ini mimpi, tapi jelas ini nyata. Reva Menarik nafas berat, memejamkan mata mencoba untuk menguatkan hati.


"Kau...???" Reva terbelalak tiba-tiba Aldo sudah duduk di sebelahnya. Kapan kau ada di sini...???" Tanya nya lagi.


"Sejak tadi" jawabnya singkat tanpa melihat orang yang bertanya.


"Dia itu kurang kerjaan..!!" Sahut Ayu kesal.


"Siapa yang kurang kerjaan" Aldo menjawab tak mau kalah.


"Kalau tidak kurang kerjaan, untuk apa kau datang kemari..??"


"Aku hanya ingin melihat pemandangan, dari sini pemandangannya terlihat sangat indah dan cantik."


"Jelas saja terlihat indah dan cantik kau memang menyukainya" Ayu tersenyum mengejek.


"Apa maksudmu, .??! Aku kemari karena Bos ku ingin mengajak kalian ikut bergabung di sana. Mereka sudah menyiapkan acara BBQ " Aldo membela diri.


Ayu hanya menatapnya sinis. Lalu menggandeng Reva turun kebawah.


Di belakang Aldo berjalan dengan salah tingkah mengacak-acak rambutnya.


Reva disambut senyum pak Hartawan, mempersilahkan duduk tak jauh darinya. Pak Hartawan terlihat senang menyaksikan putri semata wayangnya bernyanyi bersama teman sekolah nya dengan gembira.

__ADS_1


"Siapa nama Putri anda ?" Tanya Reva


"Namanya Bella, Dia putri ku satu-satunya. Aku berharap setelah besar nanti dia akan menjadi wanita hebat dan bertanggung jawab seperti dirimu." Jawab pak hartawan memuji.


"Anda sangat berlebihan, saya hanya sedang belajar memulai bisnis. Masih sangat jauh jika di bandingkan dengan anda." Rendahnya.


Pak Hartawan tertawa renyah. "Semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar tidak terkendala suatu apapun."


"Aamiin.. saya juga berharap demikian."


"Kalau begitu silahkan menikmati acaranya. Aku ini sudah tua, berjalan kaki sedikit saja sudah membuat kakiku terasa sakit. Aku ingin istirahat. "


"Silahkan, selamat beristirahat." Reva tersenyum sedikit menundukkan kepalanya.


Tak jauh darinya Aldo mengambil foto Reva yang sedang tersenyum, lalu mengirimkan pada Dev.


Tapi kemudian ponselnya berbunyi.


"Ada apa ..??


"Mengapa kau memfotonya ???"Terdengar suara Dev di seberang sana.


"Agar kau tidak terlalu merindukannya !!!"


"Bilang saja bahwa kau sedang mengaguminya...!!!" Pungkas Dev kesal Lalu memutuskan telepon.


Menyaksikan keseruan anak-anak belia di depannya Reva hanya duduk dia tak menyentuh makanan apapun


"Ayu, bisakah ikut saya sebentar ??? Sepertinya data pekerja ada yang kurang sehingga nominal yang harus di bayarkan jadi tidak pas, kita harus menyelesaikannya, agar besok pagi kita bisa pulang" Pinta pak Rudianto.


"Ah iya. Anda duluan saja, saya akan menyusul." Jawab ayu.


Ayu berdiri namun terlihat ragu, matanya mencari seseorang ke sana kemari. Tampak Aldo sedang berdiri bersama rekan-rekan nya. Sadar bahwa Ayu sedang menatapnya dari jauh, ia lalu berjalan pelan mendekati Reva, barulah Ayu meninggalkannya pergi menyusul pak Rudi.


Reva sama sekali tidak menyadari bahwa disampingnya sudah berdiri seseorang bahkan sudah cukup lama. Sesekali angin berhembus menerpa, terkadang juga agak kencang membuat Reva merapatkan tangannya. Melihat itu Aldo melepas jaket dan memakaikan di pundak Reva. Menyadari ada yang memakaikannya baju dia sangat terkejut, menatap tak percaya.


"Jangan menolak, nanti kau masuk angin .. Aku bisa di habisi kekasihmu jika kau sakit sedangkan aku ada di dekatmu."


Reva hanya diam.


"Sebaiknya kau kembali ke kamarmu saja, disini sangat dingin." Tambahnya lagi.


Reva tampak berfikir lalu berdiri dan menuju kamar miliknya. Aldo mengiringinya dari belakang, tiba-tiba Reva berhenti di bibir tangga.


"Aku ingin menunggu Ayu." Ucapnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menemanimu." Aldo duduk di tempat itu lagi di ikuti Reva.


Reva diam tak bicara apa-apa, hanya menatap langit yang gelap di atas sana.


"Jangan melamun, dia tidak akan suka jika melihatmu begitu."


Reva melihat Aldo tanpa menjawab.


"Apa kau sangat mencintainya ?" Tanya Aldo penasaran.


"Iya... Aku mencintainya."


"Jika dia memintamu untuk meninggalkannya apa kau bersedia."


"Tidak, aku tidak akan meninggalkannya" Jawab Reva dengan suara lembutnya.


"Tapi Dev ingin melihatmu bahagia."


Reva menarik nafas lalu membuangnya. "Aku tidak bisa. Aku akan melakukan apa saja tapi tidak meninggalkannya."


"Apa yang bisa kau lakukan ??" Aldo menatap Reva.


"Apa saja"


"Jika dia meminta sesuatu darimu, apa kau akan menurutinya." Tanya Aldo penasaran.


"Iya." Jawab Reva yakin.


Aldo tersenyum. "Kau baik sekali. Kau tidak boleh bersedih, kau harus kuat. Dia juga merasakan hal yang sama pada mu."


Reva hanya tertunduk diam.


Ayu Datang dan melewati mereka berdua masuk tanpa menoleh, Reva yang melihat itu tau jika maksud sekretarisnya adalah memintanya ikut masuk.


Reva memandang Aldo sejenak. Aldo juga memandangnya dengan penuh kekaguman


"Tidurlah, besok kita harus pulang."


Reva mengangguk.


***


"Kau cantik sekali." Gumamnya


Jarinya mengelus-elus foto wanita berhijab biru tosca dengan baju yang senada. Gadis itu sedang tersenyum ke samping. Dia terus memandangi foto itu, sejenak dia tersenyum tapi kemudian terlihat bersedih.

__ADS_1


"Aku sangat menyayangimu . Aku hanya ingin kau bahagia. Semoga ini sudah benar. Cepat atau lambat aku akan melepaskan mu, aku yakin kau bisa melewati ini. Dan aku percaya, dia tidak akan menyakitimu, dan pasti akan membuat mu bahagia."


bersambung.....


__ADS_2