Jodoh Pilihan Untuk Reva

Jodoh Pilihan Untuk Reva
66. Berbaikan


__ADS_3

"David aku akan pulang ke rumah ibu, apa kau akan ikut?" Sore sudah menunjukkan pukul 15:30.


"Ide bagus." David tersenyum senang, sudah pasti akan bertemu gadis pujaannya. Kedua orang pria tampan itupun melaju beriringan.


Aldo dan David tiba di rumah dua lantai itu, melihat kesana kemari tampak sepi, Aldo masuk naik ke atas tapi kemudian turun lagi, sepertinya Reva tak ada di atas.


Aldo keluar dari pintu belakang, lega tersendiri baginya menemukan apa yang dia cari, Reva sedang duduk menyandar menikmati wangi bunga-bunga ibu yang sedang bermekaran di halaman belakang.


Aldo mendekat perlahan hingga berdiri tepat di belakang ibu hamil itu. Melihat tanpa mengganggunya. Hingga kemudian Reva menoleh.


Matanya membulat, tapi tidak berbicara, hanya menatap pria di belakangnya sedang tersenyum lembut memandang dirinya. Aldo ikut duduk di sampingnya, tidak langsung memeluk atau menciumnya seperti biasa.


"Sedang apa sendirian disini?" Ucapnya lembut seperti sedang merayu seorang kekasih.


"Hanya duduk saja." Jawabnya pelan.


"Tadi aku belikan martabak coklat untukmu, sebentar aku mengambilnya." Aldo beranjak mengambil makanan yang di maksud masih ada di mobil.


Aldo langsung membuka dan memberikannya pada istri tercinta. " Makanlah." Ucapnya sambil memegang kotak yang telah terbuka.


Reva mengmbilnya sepotong dan mulai menikmati, tangan yang lentik itu terlihat sangat menggemaskan memegang potongan martabak yang sedang di gigitnya. Ingin rasanya ikut menggigit jari-jari kecil itu, "Andai saja suasananya tidak canggung begini" Batinnya menahan sendiri.


"Makanlah lagi, agar Bayi kita sehat." Rayunya mengingatkan akan hal yang mengikat mereka.


"Kau tidak ikut makan?" Akhirnya wanita cantik itu bicara, membuat pria itu senang bukan kepalang.


"Baiklah, demi istriku." Senyum bahagia terukir sempurna.


"Jika sudah berdua, mereka akan lupa segalanya." Sindir Ayu yang ikut menyusul bersama David.


Reva tidak menjawab, hanya menyodorkan kotak makanan itu pada Ayu.


"Terima kasih kakak, sepertinya enak." Ayu mengambil kotaknya.


"Apa tidak ingin makan sesuatu?" Aldo kembali mengajaknya bicara.


"Tidak, tadi bi Inah sudah membuatkan aku gado-gado yang enak." Jawabnya polos.

__ADS_1


"Benarkah, aku jadi ingin mencobanya." Tangan Aldo mulai melingkar di pundak kesayangan.


"Mau ku ambilkan?" Reva menatap mata yang sedang memandanginya.


"Nanti saja, yang penting anak dan istriku sudah kenyang, itu sudah membuatku bahagia." Tatapnya penuh cinta.


Reva menunduk tidak juga tersenyum.


"David, aku minta tolong untuk mengurus mobilku yang penyok itu, di jual saja jika masih laku." Ayu berbicara sambil mengunyah.


"Baiklah, besok aku mengurusnya." David juga sedang makan.


"Ah iya, sebaiknya mobilmu juga di jual sayang, nanti aku Carikan yang baru, aku takut walaupun sudah di perbaiki lebih baik ganti yang baru saja." Aldo memberi saran untuk istrinya.


Reva menatapnya lurus, diam dan terlihat tegang, kemudian dia menoleh kesamping melihat pagar yang dulu sudah di tabraknya. Dadanya naik turun tangannya bertaut saling memegang kuat, wajahnya seperti sedang ketakutan.


"Sayang kau kenapa?" Aldo meraih tangan yang sedang merapat di perutnya, tapi tak terduga Reva menjauhkan tangannya.


Aldo jadi sangat khawatir, mengapa istrinya seperti sedang ketakutan. Kembali dia membujuk dan mencoba menenangkannya. "Besok akhir pekan, apa kita jalan-jalan saja bersama David dan Ayu juga." Aldo menyentuh kaki istrinya, mengusap dan tidak memegang yang lain.


"Iya kak, aku juga jenuh sekali." Ayu mengerti yang khawatirkan Aldo pada istrinya.


"Kami sudah halal, jadi kau harus sabar." Aldo menyambung candaannya.


"Aku takut khilaf." David melirik Ayu yang langsung menghindar.


"Kau memang sudah khilaf, bahkan aku melihatnya saat di rumah sakit." Aldo memulai lagi, mulutnya sibuk bercanda, tangannya sibuk merangkul istrinya.


"Diam." Ayu setengah berteriak marah. Membuat Reva menoleh dan ingin tau apa yang terjadi sebelumnya.


Aldo dan David tertawa melihat ayu yang sudah kesal dengan wajah yang memerah.


"Apa yang dilakukannya?" Reva bertanya kepada Aldo yang sedang dekat sekali dengan wajahnya.


Aldo tidak menyia-nyiakan kesempatan, mencium kening istrinya lembut dan agak lama. "Itu yang dia lakukan." Ucapnya setengah berbisik.


Reva menganga di buatnya, matanya mengerjap indah dengan mulut yang sedikit terbuka. Lalu menoleh ayu dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


"Kakak jangan percaya." Ucapnya dengan bibir yang mengerucut. Dia menatap kesal sekali dengan Aldo juga David. "Ini semua salahmu." Ayu menunjuk David dan meninggalkannya masuk.


"Sayang, maaf." David mengejarnya, entah apa yang terjadi di dalam, semakin membuat Reva melongo saja.


"Benar begitu?" Reva mendongak wajah pria yang masih tertawa.


"Iya, dia sudah tidak tahan." Aldo yang mendekatkan wajahnya lagi, memulai aksinya mencium wajah yang amat di rindukannya.


"Aku mencintaimu sayang." Bisiknya lagi masih menggumuli bibir yang selalu dalam ingatannya.


Aldo sudah lebih tenang dengan keadaan yang mulai membaik, tapi masih ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Malam itu dia duduk di depan dengan berbagai pikiran melintas di kepalanya. "Ah iya, berkas ku ada di mobil." Aldo mendekati mobil akan membuka, sepertinya dia lupa kuncinya ada dimana. Aldo mencari kesana kemari, ke atas hingga bawah, sudah berkeliling dia tidak menemukan kuncinya.


"Kenapa bisa lupa?" Aldo duduk di depan memandangi mobilnya.


"Ada apa mas mondar-mandir dari tadi?" Pak Kirman mendekatinya.


"Bapak bisa tau aku mondar-mandir." Aldo menjawabnya dengan lelah.


"Saya sedang mengecek CCTV mas!" Jawabnya santai.


Aldo jadi tertarik, dia berdiri mendekati pak Kirman, "Saya mencari kunci mobil pak, saya juga perlu lihat CCTV." Aldo berjalan menuju ruangan kecil di samping halaman di ikuti pak Kirman.


Lama Aldo mengamati gambar dirinya di layar ukuran 21inc itu, hingga tanpa sengaja melihat rekaman hari kemarin.


"Dev?" Aldo menatap heran dan memutar ulang dari awal hingga akhir. "Apa yang dia katakan hingga mengejar Reva sampai ke atas." Wajahnya terlihat tegang dengan nafas yang mulai tidak teratur.


"Terima kasih pak." Ucapnya meninggalkan pos jaga itu.


"Sama-sama mas." Jawab pria itu penuh hormat.


Aldo naik ke atas menuju kamar istrinya, ingin segera bertanya tapi takut Reva mengalami kekhawatiran berlebihan seperti tadi. Reva sedang berbaring dengan ponsel di tangannya, sungguh Aldo penasaran dengan apa yang terjadi. Aldo lebih memilih diam dan mengelus kepala istrinya.


"Mas." Panggilnya terdengar lembut.


"Iya, sedang apa?" Aldo ikut menatap layar ponsel yang di pegang istrinya.


"Anggara mengirim pesan, katanya dia suka dengan hasil kerjamu." Reva mendongak menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"Oh ya, aku lupa berterima kasih padanya karena sudah membebaskanmu." Aldo tak lagi terbakar cemburu seperti biasanya.


__ADS_2