
Reva mengintip di balik tirai jendela , tampak di seberang sana Aldo sedang membukakan pintu dan menyuruh Bella masuk, tapi kelihatannya Bella meminta Aldo ikut dengannya, tangan gadis itu tak mau lepas memegang lengan suaminya.
Reva menunduk sedih, kembali ke kamar dan tidur dengan memiringkan badannya. Mencoba untuk tidak cemburu, tapi sungguh ia cemburu tidak rela tangan suaminya digelayuti gadis manapun, harusnya hanya dia, dia saja yang memegangnya.
Tak berapa lama, Aldo sudah kembali, duduk di ujung ranjang terdengar ia menghembuskan nafasnya.
"Kenapa dia menyusulmu mas ?" Reva sudah tak tahan ingin mengungkapkan keingintahuannya.
"Entahlah, mungkin dia hanya iseng." Jawabnya.
"Apa iseng sampai harus menyusul sejauh ini, ??" Tanya Reva penuh selidik.
Aldo gelagapan di buatnya. "Sayang kau tidak percaya padaku ?" Aldo mencoba meyakinkan dengan tatapannya.
"Tidak." Jawab Reva dengan wajah yang sudah sangat kesal. ia beranjak dari tidurnya akan berdiri meninggalkan kamar mereka, Aldo mencoba menahan, meraih tangannya tapi tetap saja dia pergi keluar.
Reva masuk ke kamar milik Ayu, dan langsung menguncinya.
"Sayang,.. buka pintunya." Terdengar pintunya di ketuk dari luar membuat Ayu terbengong menyaksikan pengantin baru sedang bertengkar.
"Kak, !!" Ayu mencoba meminta penjelasan dari Reva, Tapi tak ada jawaban. Wajahnya terlihat tak bersahabat untuk di ajak bicara. Sehingga ia diam saja tak berani memulai bicara apapun.
Sementara diluar Aldo terus memanggil-manggil istrinya sambil mengetuk pintu, hingga ia merasa percuma dan menyandar di sana.
"Ada apa dengan mu ?" David berdiri tak jauh darinya.
Aldo beranjak beralih duduk di dekat sahabatnya. "Istriku merajuk !" Ucapnya sambil meremas rambut.
"Kenapa bisa begitu, memangnya apa yang kau lakukan ?" David duduk sambil tertawa.
"Ini semua gara-gara anak bos mu itu, dia datang kemari mengetuk kamarku saat aku dan Reva sedang bermesraan." Ucapnya dengan raut wajah kesal.
David terkekeh geli mendengarnya, tak bisa ia bayangkan pengganggu itu datang sangat tepat waktu. "Pantas saja istrimu kabur dengan rambut yang terurai."
"Kau melihatnya ?" Kali ini wajah Aldo sangat kesal.
"Tentu saja, sejak tadi aku disini. Istrimu cantik sekali dengan rambut kusut begitu."Ucapnya memanas-manasi Aldo.
"Aku sedang tak ingin bercanda !" Aldo memijat keningnya. Rasanya ingin marah mendengar ocehan sahabatnya, tapi tentu itu tak ada gunanya. Kepalanya pusing memikirkan cara membujuk istrinya yang sedang merajuk.
Terdengar suara ponselnya berbunyi, Aldo bergegas mengambil ponselnya dari dalam kamar, lalu ia kembali keluar.
"Apa aku mengganggu ?" Suara dari seberang sana.
__ADS_1
"Tidak, aku juga belum tidur." Jawabnya kembali duduk di dekat David.
"Selamat atas pernikahanmu, maaf aku tak bisa datang." Ucapnya lagi.
"Tidak apa-apa, aku mengerti." Aldo juga menjawabnya singkat.
"Suaramu terdengar malas, apa aku mengganggumu ?" Tanyanya.
"Tidak, hanya aku sedang pusing Reva sedang marah padaku. Apa dulu denganmu dia juga begitu ?" Aldo jadi berkeluh padanya.
"Setahuku, dia tak pernah marah. Mengapa denganmu dia jadi begitu, apa kau tidak memperlakukannya dengan baik ?" Dev bertanya dengan nada selidik.
"Kau bicara apa, aku saja bingung sejak saat aku melamarnya dia jadi banyak menuntut padaku. Dia mudah merajuk, dan sekarang dia sedang salah faham." Jelasnya dengan nada yang pelan.
"Coba kau ajak bicara baik-baik. Dia akan mengerti." Dev mencoba memberi saran.
"Bagaimana bicara dengannya, dia tak mau bertemu denganku. Aku ada diluar, sedangkan dia ada didalam bersama Ayu."
"Kalau begitu tunggu besok, kau harus bersabar. Dia merajuk padamu, artinya dia sedang ingin meminta lebih darimu." Dev kembali menjelaskan.
"Baiklah." Aldo membuang nafasnya.
"Ya sudah, Aku ingin istirahat." Dev lalu mematikan teleponnya.
"Kau jangan cerita terlalu banyak dengan mantan kekasih istrimu itu." David yang dari tadi menyimak kini angkat bicara.
Aldo menoleh, "Kenapa ?"
"Dia mantan tunangannya, tentu saja perlakuannya berbeda saat bersama denganmu. Kau suaminya, dia akan meminta lebih darimu." David menjelaskan.
"Tapi dia lebih dulu mengenal istriku." Aldo mengetukkan jarinya di ponsel tampak sedang berfikir.
"Kenal lama, tapi hanya sebatas dekat bukan suami istri. Tentu saja dia tak akan faham rasanya menjadi suami dari istrimu." David mengangkat sebelah tangannya di depan Aldo. "Apa kau ingin membagi istrimu dengannya ??" Ucapnya lagi penuh penekanan.
"Tidak...tidak. Apa yang kau bicarakan ?" Aldo gelagapan mendengarnya.
"Atau kau ingin temanmu itu menenangkan istrimu ??" Tambahnya lagi.
"Ahhh , tentu tidak." Aldo jadi khawatir.
"Ayo masuk, kau bisa masuk angin jika tidur di teras. Besok kau bangun pagi-pagi untuk membujuknya. Jatuh cinta membuatmu bodoh sekali." David bersungut sambil berjalan menuju kamarnya diikuti Aldo yang sedang galau hingga tidur bersama sahabatnya.
*
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Aldo sudah berdiri di depan pintu, tak berapa lama Reva keluar membuka pintu melihat ke kanan dan ke kiri karena ia lupa memakai hijab. Belum sempat dia melangkah, Aldo sudah menarik tubuhnya memeluk kepalanya dan membawanya masuk ke dalam bilik mereka.
"Sayang aku ingin bicara padamu, aku mohon dengarkan aku." Aldo memegang tangan istrinya.
"Aku mau mandi, kita sudah selesai disini." Reva berusaha menarik tangannya.
"Aku tak ada hubungan apapun dengan Bella, aku hanya mencintaimu. Tolong sayang percaya padaku." Aldo memohon sambil memegang tangan kecil milik istrinya.
Reva menatap tajam kearah suaminya. "Sampai menyusul ke sini, kalau tak ada apa-apa ? Lalu kenapa kau harus serba salah."
Kembali Reva menarik tangannya tapi Aldo mempertahankan tangan kecil itu malah menarik Reva kedalam pelukannya. Dengan Rakus Aldo mencium bibir mungil itu, Reva mendorong dada Aldo tapi jelas ia kalah tenaga. Kali ini Reva tak mendapat celah tak dapat bicara atau bergerak, Aldo memeluknya erat hingga sesaat Reva diam tak melakukan penolakan lagi barulah Aldo melepaskan ciumannya.
"Aku hanya mencintaimu." Ucapnya, dia mengulurkan telunjuk menyapu bibir Reva yang basah karena ulahnya.
Reva hanya diam dalam pelukan suaminya.
"Aku akan ceritakan semuanya nanti, bersama Ayu dan David juga mereka tau semuanya." Aldo menjelaskan dengan pelan.
Reva mendongakkan kepala menatap wajah suaminya. "Aku ingin tau sekarang" ucapnya.
Aldo membalas tatapannya. " Yakin ...?" Tanyanya.
"Iya." Jawab Reva , dia tak lagi marah.
"Baiklah, sebenarnya Pak Hartawan ingin menjodohkan aku dengan Bella." Ungkapnya ragu-ragu.
Reva sangat terkejut mendengarnya. "Lalu ..?"
Aku sudah menolak, tapi dia belum tau aku sudah menikah dengan mu. Dan satu lagi, Ayu itu kemungkinan adalah anak pak Hartawan." Ungkap Aldo.
"Hah... " Reva membulatkan matanya
"Ibunya adalah mantan kekasih bos ku, mereka kembali bertemu dan melakukan kesalahan hingga ibunya melahirkan Ayu. Istri pak Hartawan saat ini sedang mencarinya,
"Lalu apa hubungannya ?" Reva terlihat bingung.
"Aku takut mereka menekan mu karena ada Ayu bersamamu, dan lagi karena Bella menyukaiku. Aku takut pembayaran proyek mu itu terkena imbasnya, jadi aku berusaha membantumu secepatnya menyelesaikan masalah uang mu." Jelasnya
"Apa pak Hartawan seperti itu ??" Reva mengerutkan keningnya.
"Sebenarnya tidak, tapi untuk kedepannya istrinya yang akan mengambil alih kepemimpinan. Aku hanya bersiap jika suatu saat harus keluar dari sana, tapi sebelumnya aku ingin mereka membayar hak mu terlebih dahulu." Jelasnya lagi, kini dia terlihat lega.
"Apa tidak mungkin kau akan menerima Bella dan meninggalkan Aku ?" Ucap Reva pelan sekali sambil menundukan wajahnya.
__ADS_1
Aldo mengangkat wajah cantik itu dan melihat kedalaman matanya. "Itu tidak akan pernah terjadi. Aku hanya akan bersamamu, kau milikku... Hanya milikku." Aldo kemudian memeluknya erat sekali.