Jodoh Pilihan Untuk Reva

Jodoh Pilihan Untuk Reva
69. Kembali manja


__ADS_3

"Jangan mencari kesempatan." Ayu menatap tajam.


"Tidak, apa kau tidak kasihan dengan kakak ipar yang sedang mengandung, mungkin dia ingin membeli sesuatu, lagi pula setelah hal yang menguras tenaga dan pikiran kita lalui bersama apa salahnya kita bersenang-senang. kita kan belum pernah naik motor berdua." David menarik turunkan alisnya, menggoda kekasih yang masih kesal dengan ciumannya di rumah sakit.


"Baiklah." Jawabnya pasrah, Ayu kembali kekamar mengganti pakaian dan tak lupa jaket andalannya.


"Wah sayangku cantik sekali." David kembali menggodanya. Ayu menatap sinis, sungguh jengah dengan sikap yang menjengkelkan itu, dia lebih memilih diam dan mengikuti David di belakang.


David mengeluarkan motor besar milik Aldo, laki-laki ala Bollywood itu tampak semakin gagah dengan motor yang dipakainya, Ayu nyaris tak berkedip dibuatnya.


"Ayo sayang." David meminta Ayu mendekat dengan helm yang sudah di buka. Ayu menurut dan David memasangkan helm di kepalanya. Sungguh pesona pria itu membuat ayu bungkam dan hanya menurut saja.


"Naiklah." David mengulurkan tangan untuk membantu gadis semampai itu melangkah naik ke atas motor besar, merekapun berangkat.


"Sayang peluk aku." David setengah menoleh sambil mengemudi.


Ayu diam tak menanggapi, mana mungkin Ayu memeluknya, walaupun sebenarnya dia sangat mengagumkan. Merasa tak di dengar, David meraih tangan kecil dan halus itu melingkarkannya di perut David yang rata. Ayu berusaha menariknya tapi tetap di tahan olehnya, lumayan lama hingga tangan itu tidak lagi memberontak barulah David melepaskannya dengan tersenyum lebar.


Tak butuh waktu lama mereka sudah ada di depan butik langganan ibu, Ayu turun lebih dulu melepas helm dan memberikannya pada David, begitu juga David lalu mereka berdua masuk kedalam.


"Selamat siang!" Pegawai wanita yang masih muda itu menyapa, matanya terpaut menatap David yang sangat gagah dan manis.


"Selamat siang, mana bajunya." Ayu menjawab dengan tatapan dingin dan menakutkan. David yang menyadari itu merasa geli sendiri.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan khusus pesanan gaun pengantin.


"Silahkan di coba ya nona, itu ruangan anda, dan untuk calon suami anda silahkan di pakai saya bantu." Ucapnya tersenyum ramah.


"Sebaiknya aku melihatnya lebih dulu." Ayu tidak mau meninggalkan David.


"Baiklah, biar aku mencobanya bersama dengan calon istriku." David mengajak Ayu menuju ruang ganti.

__ADS_1


"David apa maksudmu?" Ayu kesal sekali mendengarnya akan ikut bersamanya.


"Kenapa, bukankah aku sudah pernah melihatnya?" David kembali menggoda kekasihnya yang sedang merengut.


"David!" Ayu sedikit merengek.


"Iya sayang, atau harus ku ingatkan lagi apa saja yang sudah ku lihat?" David mengedipkan sebelah matanya. Ayu menjadi semakin salah tingkah, lalu meninggalkannya masuk ke ruang ganti lebih dulu.


David terkekeh geli, menatap wajah yang merah itu sangat salah tingkah. Sebaiknya itu harus selalu di ingatkan agar dia tidak sering marah dan merajuk. Itu menyenangkan walaupun dia sedang berbohong.


"David, lihatlah apakah ini sesuai denganku?" Ayu keluar dengan memakai gaun pengantin yang sedikit terbuka di bagian lehernya, warna putih dengan pernak-pernik ungu dan emas, sungguh membuat gadis semampai itu cantik sekali.


David mendekat, menarik untaian rambut yang menyangkut di baju bagian belakang. David tersenyum bahagia melihat penampilan calon istrinya, mata bulat dan hitam pekat itu tak henti menatapnya penuh kekaguman.


"Kau cantik sekali." David mengucapkannya setengah berbisik di depan wajah ayu itu. Gadis itu menunduk, bahagia dan bangga tentu ia rasakan, di hadapannya juga adalah makhluk yang begitu sempurna. "Aku jadi tidak sabar menunggu hari itu, ingin melepas baju yang cantik ini sendiri." Tambahnya, kemudian berlalu mengganti bajunya dengan jas yang senada.


Ayu masih mematung dengan nafas yang tak beraturan. "Mengapa dia semakin mengerikan?" Ayu menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ayu menoleh, sungguh jas berwarna putih bertabur garis ungu sangat pas di tubuh lebar dan berotot itu, tampak semakin gagah dan menggemaskan.


"Apa ini sudah terlihat keren?" David meminta pendapat Ayu.


"Iya, sudah pas." Ayu menjawabnya pelan.


David tersenyum dengan mata tak lepas melirik gadis cantik itu, dia kembali mendekati Ayu. "Gantilah pakaianmu, kita akan jalan-jalan hari ini." David memberinya senyuman hangat.


"Iya." Jawabnya singkat, kembali masuk ke dalam dan mengganti baju.


David berjalan lebih dulu, untuk membayar gaun yang mereka pesan, tak lupa membeli beberapa potong pakaian tidur untuk Ayu, sambil tersenyum dia terus mengambil pakaian itu dan segera membayarnya. Tidak bisa di bayangkan bagai mana ekspresi Ayu ketika melihat baju yang di belikan calon suaminya. Yang pasti dia akan melihat itu setelah akad nikah selesai dilaksanakan.


"Ayo sayang." David mengajaknya keluar dengan senyum penuh misteri, apa yang dia pikirkan, sudah tentu hanya David seorang yang tau.

__ADS_1


Sementara di tempat yang lain, sepasang suami istri sedang berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan, pria tampan itu selalu menempel tidak ingin jauh dari istrinya yang sedang mengandung. Sesekali tangan kokoh itu meraihnya lebih dekat hingga masuk kedalam pelukannya.


"Mau yang ini?" Tanya Aldo menunjuk makanan ringan yang sudah ia baca terlebih dahulu.


"Mau mas, yang itu juga." Reva menunjuk makanan yang ada di atas, dia tak bisa menjangkaunya.


"Baiklah, mau berapa sayang?" Aldo mengambil lebih banyak.


"Cukup mas, yang lain juga." Tangan itu bergelayut mesra di lengan suaminya.


"Kita beli buah?" Aldo mendorong belanjaannya yang sudah lumayan banyak.


"Mau anggur mas, yang ini juga, yang itu juga." Reva menunjuk buah-buahan yang begitu banyak, Aldo tampak kegirangan dengan sikap manja yang kembali di tunjukan istrinya.


"Ada lagi?" Aldo menoleh wajah yang masih bersemangat.


"Aku ingin membeli pakaian mas, pakaianku sudah tidak muat lagi." Ucapnya pelan.


"Benar juga, ayo kita kesana." Aldo menyerahkan belanjaannya pada pegawai toko, dan segera menggandeng istrinya menuju toko pakaian.


"Sekalian untuk acara pernikahan Ayu sayang, belilah sesukamu." Aldo melihat sekeliling toko pakaian sepertinya banyak pakaian yang bagus.


"Untukmu juga mas." Jawabnya, pegawai toko baju itu tersenyum mendengar obrolan suami istri yang begitu serasi.


"Yang ini saja Nyonya." Pegawai toko itu memberi saran dan mengeluarkan pakaian bagus dari dalam ruangan di belakangnya.


"Ini bagus, ambil saja sayang!" Aldo melihat pakaian yang di tunjukan pegawai itu.


"Baiklah, aku ambil." Tentu membuat pegawai itu senang sekali, di tambah lagi Reva memintanya mencarikan pakaian santai, tidur dan lain-lainnya.


Lama menunggu, Reva sedang merapikan hijabnya lalu berbalik dengan senyum yang lembut, tapi sungguh membuatnya sangat terkejut. Tak menyangka akan bertemu dengannya di tempat ini, wanita itu begitu terlihat lemas dan tidak bersemangat. Reva ingin sekali menyapanya, tapi entah apa yang harus dia ucapkan lebih dulu.

__ADS_1


"Bella?"


__ADS_2