Jodoh Pilihan Untuk Reva

Jodoh Pilihan Untuk Reva
12. Tidak sepolos yang di pikirkan


__ADS_3

Reva dan Aldo berjalan menuju kedai kopi dimana Ayu sudah menunggunya, tapi dia tidak sendiri sosok lelaki asing yang baru di lihatnya sedang menyandar di pintu mobil bersebelahan dengan Ayu.


"Dia rekan kerja ku. David, dan ini Reva " Aldo mengenalkan.


Reva hanya menganggukkan kepalanya dengan sedikit tersenyum, sedangkan Ayu tak meliriknya sama sekali. Melihat itu David menggaruk kepalanya serba salah.


"Apa kalian tidak ingin berkenalan ??", Aldo mencoba memecah kecanggungan David dan Ayu.


"Tidak perlu, tadi kami sudah berkenalan!" David cepat menjawabnya padahal dia berbohong, dari pertama bertemu mereka hanya berdiam tak ada yang memulai berbicara. Keduanya sibuk menyaksikan apa yang di lakukan Aldo dan Reva layaknya sedang menonton drama Korea.


"Kita pesan makanan saja, sunset nya masih lama." Aldo menarik Kursi untuk Reva di iringi yang lainnya mereka duduk bersama.


"Kau mau pesan Apa ??" Aldo menanyai Reva dengan Lembut.


"Aku masih kenyang."


"Teh saja ya,, agar tubuhmu hangat, disini anginnya kencang." Aldo menyarankan, diangguki Reva.


"Romantis sekali, kapan kalian akan menikah ???" Tanya David terlihat begitu bersemangat.


Pertanyaannya membuat Reva terkejut begitu juga Aldo, membuat keduanya saling memandang. Reva terlihat serba salah tapi berbeda dengan Aldo. Dia tersenyum sungguh hatinya berbunga-bunga. Seandainya itu akan segera terjadi.


"Mana makanannya. Aku sudah lapar..!!" Ayu berteriak mengalihkan kecanggungan.


Terlihat pemilik kedai tergesa-gesa mengantar makanan. "Maaf nona, minumannya segera menyusul. Harap di tunggu sebentar." Ucapnya gugup.


"Tidak apa-apa.." Reva menjawabnya dengan lembut.


David sampai tak berkedip melihat Ayu yang sangat garang dan tidak pernah tersenyum. Padahal dia cantik.. Cantik sekali. Davit sibuk dengan pikirannya sendiri sambil terus memperhatikan.


Tak lama minuman mereka sudah datang. membuat semua orang menikmati makanan dan minumnya masing-masing.


***


"Dev .." Seseorang memanggilnya.


"iya!"


"Apa kau serius ingin mengurus kepindahan mu ??" Rey duduk bersebelahan dengan nya


"Iya, aku sudah memikirkannya, aku ingin menghabiskan waktu di rumah peninggalan orang tua ku." Jelasnya


"Kalau menurut mu itu yang terbaik, aku akan mendukungmu." Rey menepuk pundak sahabatnya lalu beranjak.


"Rey..!?" panggilnya.


"Iya?" Rey melihat kearahnya, seperti ada banyak hal yang ingin disampaikan terlihat dari matanya.


Rey kembali duduk.


"Katakan lah. Aku akan mendengarkan. "


"Aku minta maaf, sudah membuat Reva kecewa." Ucap Dev sedih.

__ADS_1


"Itu bukan salahmu, tidak perlu merasa bersalah. Sebaliknya aku yang berterima kasih padamu, kau sudah melepaskannya, walaupun itu berat." Ucap Rey lagi.


"Aku ingin melihatnya bahagia."


Rey menarik nafas. "Mungkin sekarang belum, tapi nanti setelah dia berhasil melewati ini. Saat ini dia sedang bertarung dengan sedihnya, dia tidak akan tega meninggalkanmu, dia akan merasa bersalah selamanya jika meninggalkan mu yang sedang terpuruk. Begitulah Reva, Adik ku itu tidak akan bisa membiarkan orang terdekatnya menderita sendirian, kau tau itu."


Dev menunduk memikirkan ucapan teman sekaligus kakak dari kekasihnya. Dia menatap dirinya sendiri, begitu menyesali apa yang telah terjadi." Kesalahan yang manakah sudah kulakukan sehingga memisahkan aku dengan Cintaku." Batin nya.


"Ku dengar dia sedang di dekati seseorang??" Rey memancing penjelasan dari nya.


Dev sedikit terkejut, lalu kemudian menarik nafas dan menghembuskannya, mungkin sudah waktunya dia menjelaskan semua.


"Dia temanku, sahabatku sekaligus saudaraku."


"Kau yakin?" Tanya Rey


"Aku yakin. Karena ku lihat Reva juga menyukainya, hanya dia tak menyadari hal itu."


"Kita serahkan saja pada Tuhan yang menguasai hidup. Kika dia jodoh adik ku, aku hanya akan menurut. Asal dia benar-benar menyayangi Adik ku. Kau tau aku tidak ingin adik ku memilih orang yang salah. "


"Aku tau.." Dev meyakinkan nya.


"Baiklah, aku harus pulang." Rey menepuk bahu sahabatnya itu lalu beranjak pulang.


"Reva .....! " ucapnya lirih. Dev mengusap wajahnya.


***


"Aku tidak sengaja." ucap Aldo merasa bersalah


Reva kembali membuat jejak kaki di pasir yang luas.


"Lihatlah jejak ku sangat bagus!!" ucap Aldo membuat Reva melihat jejak kaki nya.


"Punya ku lebih bagus tapi kau merusak nya..." Masih dengan ekspresi yang sama.


Reva mendekat dan tak terduga tenyata Reva menginjak Jejak kaki yang sudah di bentuk Aldo seperti bunga.


"Kau merusak milik ku !" Aldo seperti tak percaya Reva melakukan itu.


"Aku sengaja !!!" jawabnya sambil tertawa.


"Kau mengerjaiku ??" Aldo mendekati Reva.


Reva mundur lalu berbalik setengah berlari, Aldo semakin gemas dengan tingkah gadisnya mengejarnya pelan.


Reva berlari sambil tertawa. "Maaf. Aku benar-benar sengaja..." Reva mengerjainya.


"Ternyata kau tidak sepolos yang aku pikirkan, lihat saja aku pasti akan membalasmu." Aldo mengejar nya lagi.


Hingga matahari mulai terbenam, bersembunyi dari hiruk pikuk dunia, anak manusia sudah mulai lelah sehingga membuat sang Surya berpindah ke belahan dunia lainnya. Reva berhenti berlari, tak mau kehilangan momen yang begitu indah. Cahaya jingga menghiasi langit membuatnya tampak begitu mempesona.


"Kau menyukainya ..??" Aldo berdiri di belakang gadis itu

__ADS_1


"Iya... Indah sekali..!!" ucapnya bersemangat.


"Seperti dirimu !!" Ucap Aldo pelan.


"Aku ?" tanyanya polos.


"iya... " Aldo memamerkan senyumnya yang manis. Membuat Reva hanya diam tak mengucapkan apa-apa.


"Kalau kau butuh apapun kau jangan segan menghubungi aku. Aku akan selalu ada untukmu. Dan jangan bersedih lagi, aku siap melakukan apapun agar kau tidak menangis.... Aku tidak suka melihat air mata mu.." sambungnya lagi.


Reva tersenyum mendengar Aldo mengatakan itu. "Iya... Aku akan berusaha." ucapnya. Hatinya sedikit lebih baik.


Terdengar suara Adzan Maghrib berkumandang....


"Kita pulang, Ini sudah gelap." Ajak Aldo.


"Kita cari musholla apakah di dekat sini ada ??" Reva memutar pandangannya.


Mereka menghampiri Ayu dan David yang berada tak jauh dari nya.


"Kita ke mushola dulu." Ajak Ayu, dia sangat faham kebiasaan majikannya.


"Apakah jauh ?" tanya Reva


"Tidak..." Ucap ayu membukakan pintu yang di ikuti Aldo.


Ayu melajukan mobilnya pelan, sedangkan di belakang mereka di iringi Aldo dan David .


"Kalau tau begini aku tidak akan ikut.." Gerutu David.


"Maksudmu ??" Aldo menoleh sejenak.


"Aku jadi obat nyamuk. Kau asyik berpacaran, sedangkan aku ?. Dia bahkan tidak mau menatap wajah ku.. !!! Apa aku ini sangat jelek ? " David terus menggerutu sambil melihat wajah nya di kaca..


"Kau menyukai Ayu ?" Aldo bertanya sambil tertawa heran.


"Dia jutek sekali." David tampak pasrah.


"Belum berjuang sudah menyerah, apa kata dunia ??" Aldo menggeleng-gelengkan kepala.


"Tatapannya membuat nyaliku menciut ...!!!" ucap David kesal.


"Haha ha... Kau harus berusaha lebih keras. Dan ingat jangan membuatnya marah." Tambah Aldo lagi.


Tampak di depan mereka Ayu sudah memarkirkan mobil. Ternyata Ayu tau dimana musholah berada. Memang dia sangat pintar, terlihat dari tatapan mata nya yang tajam. Aldo saja tidak terpikirkan membuka Aplikasi Ponselnya.


"Apa karena sedang di dekat Reva aku jadi lelet begini " Aldo tertawa geli memikirkannya.


Mereka turun dari mobil masing-masing, Reva sudah memeluk Mukena.


"Aku sholat dulu." Pamitnya.


Aldo menatap Reva dan Ayu pergi berwudhu. Ada rasa damai melihatnya. "Aku bahkan sudah lupa caranya berwudhu ..." Batinnya sedih.

__ADS_1


__ADS_2