
Hari sudah mulai gelap membuat Dev merasa tak enak hati berlama-lama di rumah Rey, dan akhirnya ia berpamitan pulang untuk segera menemui ibunya.
Tak sempat berkenalan walau sempat sedikit merayu tapi sungguh wajah cantik nan teduh itu mulai mengusik pikirannya, bayangan saat gadis itu di peluk Rey begitu sangat tergambar jelas seakan Dev bisa menyentuhnya dan tentu ia juga berharap suatu saat bisa memiliki selamanya.
Iseng ia lakukan mencari dan melihat akun sosial media milik Rey, berharap ada foto gadis cantik itu di dalamnya. Namun tak ia temukan satupun foto gadis itu hingga ia hampir menyerah, ia bosan hanya melihat sekian banyak gambar kaligrafi dan ayat-ayat Al-Qur'an saja memenuhi album sahabatnya itu. Namun di akhir pencarian jarinya, dia menangkap satu foto yang menandai seorang wanita, karena sangat penasaran dan akhirnya ia meng-klik nama itu.
Senyum bahagia terbit dari bibir tipisnya, seakan menemukan bongkahan emas ia berlonjak-lonjak sendiri di halaman rumah yang sepi. Foto gadis itu sedang tersenyum meskipun posisinya miring namun masih terlihat jelas betapa manisnya senyuman itu. Tapi senyumnya sejenak memudar karena di bawahnya ada komentar yang membuat ia lemas.
"My Rose ❤️❤️❤️❤️" nama profil tertulis G Anggara, dengan foto profil terpampang jelas, seorang sersan sedang merangkul bahu gadis berbaju pink putih dengan hijab putih juga.
Semakin penasaran Dev kembali melihat berbagai foto yang lain, juga beberapa komentar dari profil yang sama.
"Apa harus menyerah sebelum mengenalnya? Tapi sersan itu masih muda sekali dan masa dinasnya belum usai." gumam Dev lagi.
Senyum manisnya kembali terlihat, tentu ia tak akan mengalah, dia sudah siap menikah dan sudah dewasa. Mana mungkin mengalah begitu saja, bukankah ada pepatah mengatakan sebelum janur kuning melengkung dia masih milik bersama, artinya masih ada kesempatan. Jangan sampai ia sia-siakan terlebih lagi Rey adalah temannya jadi kesempatan untuk bertemu akan lebih mudah. Dan akhirnya Dev tidur dengan nyenyak berharap hari esok memiliki kesempatan untuk berkenalan bahkan memilikinya.
Gadis itu tersenyum indah sekali, tangan kecil, halus, lentik dan lembut membelai pipinya sambil berbisik mesra "Aku mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu, sungguh aku mencintaimu." jawab Dev dengan hati yang berbunga-bunga.
Gadis itu tertawa hingga matanya menyipit, dia tampak bahagia sekali mendapat jawaban dari Dev. Hijab lembut dan ringan itu melayang-layang diterpa angin membuat gadis kecil itu terlihat lebih cantik seperti bidadari.
"Kau cantik sekali." Bisik Dev di telinga gadis itu, mata teduh dan dan hidung mancungnya begitu terlihat sempurna.
"Aku memang cantik." jawabnya pelan, hijabnya semakin melayang dihembus angin terasa membelai kulit lengan Dev yang sedang memegang tangan gadis itu. Perlahan tangan Dev terangkat, ingin memeluk tubuh indah dan tertutup rapat.
"Dev." panggilnya merdu.
__ADS_1
"Iya sayang." jawab Dev begitu mesra.
"Dev!"
"Iya ada apa sayangku?" jawabnya lagi.
"Dev bangun, ini ibu!"
"Ibu!" Dev segera bangun, terkejut dan mencari siapa yang ada di dalam kamarnya.
"Kau sedang berkhayal atau bermimpi?" ibunya jadi penasaran.
"Ah, aaa_ aku." Dev menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jika sudah memiliki kekasih kau bawalah kemari, ibu ingin bertemu." ucap ibu, tersenyum geli melihat wajah putranya salah tingkah. "Ibu jadi penasaran, mimpi apa yang baru saja dia alami." ibu terkekeh dan berlalu keluar setelah membuka gorden jendela.
Dev meraih ponselnya untuk menelepon seseorang. "Halo Rey!"
"Iya, kau sudah bangun?" suara Rey di seberang sana.
"Iya, nanti kita kembali ke batalyon habis sahur atau tunggu setelah agak siang?" tanya Dev sudah tidak sabar datang ke rumah itu lagi.
"Setelah subuh aku akan menjemputmu."
"Tidak, tidak. Aku yang akan ke rumahmu kau tunggu saja." Dev menjawabnya dengan terburu-buru.
"Kenapa?" Rey jadi merasa heran.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya sekalian aku membeli sesuatu." jawab Dev menguasai dirinya.
"Baiklah." Rey menutup ponselnya.
Jam 6:00 Dev sudah standby di depan rumah Rey, dengan wajah fresh dan segar pria itu memasang senyum termanis saat gadis itu keluar lebih dulu menyapa dan meminta menunggu kakaknya.
"Terimakasih, boleh aku tahu namamu?" Dev memberanikan diri untuk bertanya, sungguh mimpi semalam membuatnya begitu menginginkan gadis itu.
"Reva." jawabnya dengan wajah yang merona.
"Reva." ulangnya menatap dengan tak berkedip.
"Kau sudah datang?" Rey melirik adiknya masih berdiri dengan mata rekannya itu tak lepas menatapnya.
"Iya." jawab Dev gugup. Mengapa harus gugup bukankah selama ini Rey adalah rekan kerja? Dev jadi serba salah.
"Ayo berangkat?" ajak Rey menoleh adik kesayangan sejenak dan mengelus kepalanya.
"Lebaran nanti harus pulang!" pinta gadis itu pada kakaknya.
"Iya sayang." jawab Rey mesra, matanya melirik rekan di sampingnya masih memperhatikan, dapat di lihat dia begitu mengagumi adiknya.
Dev semakin menjadi mendengar ucapan sayang dari Rey, dia kembali berkhayal seakan dialah yang mengatakan sayang pada gadis itu. Rasanya dia akan menghabiskan waktu dengan mengkhayal tentang gadis itu sepanjang waktu, sungguh lebaran masih lama, puasa saja belum satu hari. Dadanya sesak membayangkan betapa lamanya lebaran itu datang, tapi dia begitu bersemangat melebihi anak SD yang ingin segera mendapatkan baju baru, melebihi anak TK yang akan mendapat hadiah jika berhasil puasa satu hari, dan pastinya Dev ingin segera pulang untuk mendapatkan cinta gadis itu, jangan sampai Sersan muda itu menemuinya lebih dulu.
Rey dan Dev berangkat kembali menuju batalyon karena hari ini mereka sama-sama harus bekerja. Dev bekerja dengan semangat menggebu, hatinya bersorak-sorai bahagia bisa berkenalan dengan gadis cantik seperti bidadari, dan lagi wanita Sholehah penghuni surga. Namun tiba-tiba ia teringat seseorang, Mey wanita yang sempat membuatnya hancur dan jauh masuk ke dalam dosa yang tak terhitung.
Walau ia tidak yakin Allah bisa mengampuni dosa yang menggunung itu, tapi setidaknya berusaha memperbaiki diri itu jauh lebih baik daripada terus berdiam dalam kubangan dosa yang sudah tak terhitung. Mencoba bangkit dan melupakan itu adalah keinginannya sejak menginjak di kota ini, dan sekarang ia menemukan gadis sempurna untuk di cintai. Sungguh dia tak akan mengulangi kesalahan yang sama, berharap dan berdoa semoga suatu saat bisa memilikinya, menyentuhnya dan hidup selamanya dengan bahagia.
__ADS_1
Dev merasa surga sudah dekat semenjak melihat gadis itu, wajahnya membuat ia move on dari masa lalu.