
Pagi itu, Dua mobil mewah memasuki kawasan puncak nan sejuk dengan sisi kiri dan kanannya menghampar rumput dan pepohonan hijau. Perjalanan kali ini jauh berbanding terbalik dengan perjalanan yang lalu, jika saat itu Reva di selimuti kegalauan kali ini ia diselimuti rasa bahagia. Duduk di samping suami yang tampan dan begitu mencintainya, sesekali tangan mereka bertaut menyalurkan kasih sayang dan cinta yang luar biasa. Indahnya cinta yang halal ini, Sungguh Anugerah yang tak pernah ia duga dapat merasakannya.
"Sayang, kita sudah sampai. " Aldo membelokan mobilnya memasuki Gerbang Vila Hartawan.
"Disini pertama kali aku melihatmu." Aldo tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Reva hanya tersenyum memandangi suaminya yang seakan kembali ke masa itu.
Aldo membukakan pintu untuk istrinya. Reva keluar dengan menghirup udara segar sedalam-dalamnya. Seperti saat ia pertama kali datang di tempat itu, dia berdiri menikmati suasana puncak yang indah. Aldo masuk lebih dulu membiarkan istrinya bernafas lega.
Sadar suaminya sudah masuk lebih dulu, Reva segera menyusulnya. Ia masuk ke ruangan tamu tapi Aldo tak ada disana. "Aldo kau ada dimana ?" Reva masuk ke kamar tak ada siapa-siapa. Dia lalu Mencari di ruangan belakang yang sempit tak juga menemukannya. Reva akan keluar tapi seseorang menarik tangannya dan memeluknya erat sekali.
"Aku mencari mu !" Reva mengatur nafasnya karena sangat terkejut.
"Aku di kamar mandi, tapi mendengar mu memanggilku seperti itu aku jadi malas untuk keluar." Ucapnya sambil mencium kepala istrinya yang wangi.
"Aku harus memanggilmu apa ?" Reva menyandarkan kepalanya.
"Apa saja, Asal tidak nama ku !" Ucapnya.
"Aku ingat, Bi Tuti memanggilmu Mas Al.. Aku akan memanggilmu begitu ?" Reva melihatnya dengan tidak yakin.
Aldo tertawa mendengarnya, "Bi Tuti itu korban sinetron. " ucapnya masih tertawa, "Tapi jika kau suka aku juga akan menyukainya ."
"Apa kau tidak keberatan aku memanggilmu Mas, panggilan itu kan sama dengan...!!?" Reva tidak melanjutkan kata-katanya.
"Tidak apa-apa, asal di sini hanya ada aku." ucapnya berbisik, satu jari telunjuknya menekan tengah dada istrinya, membuat Reva merasakan tersengat aliran listrik. Reva tidak tahan di buatnya, ia langsung memeluk suaminya dengan erat sekali.
Aldo kegirangan, membiarkan bergelayut di dadanya lebih lama. "Aku mencintaimu." Ucapnya kemudian, lalu membalas pelukan istri tercintanya.
"Aku juga, " Ucap gadis yang dipeluknya tanpa di duga. Aldo melonggarkan pelukan istrinya, mencari kebenaran atas yang di ucapkan barusan.
"Apa ?" tanya nya tak percaya.
Reva tak mau mengulangi, dia kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang yang hangat. Aldo menciumi kepalanya, keningnya, lalu pipinya, lanjut hidungnya, melihat Reva hanya diam saja Aldo menurunkan sedikit ciumannya. Benar saja Reva memejamkan mata membuat Aldo yakin gadis ini juga menginginkannya.
Ia mengecup bibir itu sekilas, Reva perlahan membuka mata dan keduanya saling menatap.
"Tok.. Tok ..Tok. "
Ketukan pintu yang sangat mengganggu. Reva melepaskan pelukannya, begitu juga Aldo yang tampak tak rela.
"Ada apa ??" Aldo membuka pintu dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
"Tiga puluh menit lagi kita akan ke lokasi, karena kabut di atas bukit tebal sekali, takut turun hujan." David menjelaskan.
"Iya, kau mengganggu saja " Aldo kembali menutup pintunya.
Aldo kembali mencari istrinya yang ternyata sedang berbaring lelah di ranjang.
"Kita istirahat sebentar, David mengajak ke lokasi tiga puluh menit lagi." dia ikut berbaring sambil memeluk istrinya.
"Mengapa buru-buru sekali, bukankah kita menginap ?"Reva merubah posisi tidurnya menghadap Aldo.
"Takut hujan sayang, kita tak bisa leluasa melihat hasilnya jika hujan."
"Hem.. padahal aku ingin tidur sebentar." ucapnya sambil memainkan tangan yang memeluknya.
"Kau mudah sekali tertidur saat di dekat ku, apa memang kebiasaan mu begitu ?" Aldo penasaran
"Tidak. Entahlah, setelah kita menikah aku merasa tak ada beban sehingga membuatku cepat tertidur tanpa memikirkan apapun. padahal sebelumnya aku susah sekali tidur. " jelasnya.
"Artinya kau nyaman.. Kau harus selalu bersama ku agar tak ada beban apapun di dalam hati mu. Kau milikku." Aldo mengeratkan pelukannya.
"Aku akan selalu milikmu mas " lagi ucapan itu halus sekali. membuat Aldo semakin menyayanginya.
***
Sore hari mereka baru saja kembali dari lokasi. Ayu sudah menyiapkan berkasnya dari kantor, dan semua dugaannya tidak meleset pekerjaan itu selesai sesuai target dan sangat memuaskan. Tinggal mengirim hasilnya kepada Pak Hartawan.
"Mas, jika sore hari disini pemandangannya indah sekali." Reva masih menyandar di bahu suaminya.
Aldo mengangkat tangan lalu merubah posisi memeluk istrinya." Tentu saja, disini sangat indah seperti aku melihatmu, Indah dan cantik." Ucapnya lalu mencium kepala istrinya.
"Kau merayu ku lagi, ?" Reva mendongak melihat wajah suaminya yang tampan.
Aldo tertawa mendengarnya." Aku harus merayu siapa kalau bukan istriku. Tapi sebenarnya itu bukan merayu, itu kenyataan. Sejak awal kau sangat indah di mataku hingga aku ingin memilikimu."
Reva mencubit perut suaminya." Kamu kursus gombal dimana mas ?"
"Tidak, aku tidak sedang menggombal." Ucapnya dengan senyum bahagia. Tangannya terus memeluk tubuh kecil di sampingnya.
"Apa sudah selesai ?" Reva melihat laptop yang masih terbuka.
"Sudah sayang, tinggal menunggu sisa uang mu ditransfer dari kantor. Tadi sudah ku kirim pesan, tapi sepertinya besok pagi baru dikirim ke rekening Perusahaan mu." Aldo menutup benda pipih itu.
"Sebenarnya aku butuh secepatnya mas, karena keuangan di perusahaan sudah dipakai untuk penyelesaian proyek ini. Aku butuh dana untuk menggaji para karyawan di kantorku. Lagi pula uang nya masih lumayan besar, 25 % itu lima Miliar lebih mas." Ucapnya terlihat khawatir.
__ADS_1
"Aku tau, maka dari itu aku ingin ini secepatnya selesai." Aldo mengelus kepala istrinya.
"Sebentar lagi Adzan Maghrib, kita masuk mas, aku mau mandi." Reva beranjak dari pelukan hangat itu di ikuti suami tercinta.
*
"Sayang, aku bawa makanan untuk mu." Aldo meletakan makanan nya di atas meja.
"Mengapa tak mengajak ku, ?" ucapnya mendekat.
"Aku tidak kemana-mana, Ayu dan David yang membelinya. Sebaiknya kita makan dulu." Aldo menyiapkan makanannya.
Tak lama kemudian mereka sudah selesai, Reva membereskan sisa makanan beserta kotak nya sedangkan Aldo sibuk dengan ponselnya.
"Sayang, apa kau punya akun sosial media ?" Aldo melihat istrinya mendekat.
"Punya. Tapi jarang sekali memakainya." Reva duduk, membuka akun sosmed dan memberikan ponselnya.
"Sudah terhubung " Aldo mengembalikan ponsel.
"Mas, banyak sekali gadis-gadis yang jadi fans mu." Reva melebarkan matanya.
"Aku tidak pernah membalasnya ?" Aldo terlihat tenang-tenang saja.
Kemudian Reva berbaring memunggungi suaminya sambil mematikan ponsel.
"Sayang ada apa ?? Hey,..apa kau cemburu ?" Aldo meraih bahu istrinya sambil tertawa.
Reva tak merespon, tetap kukuh dengan posisinya. Membuat Aldo memeluk tubuh kecil itu dengan gemas sekali. Menciumi pipi dan menggigit lengan istrinya.
"Sakit mas, !" Reva merajuk.
Aldo memeluknya lebih erat lagi, membenamkan kepala di leher jenjang istrinya, wangi yang menggoda membuat Aldo menggigit kecil disana. Reva mencengkeram bahu suaminya membuat Aldo semakin agresif melakukan hal yang lebih. Sekilas Aldo menatap mata istrinya yang sudah terpancing dengan permainannya, dia mendekati bibir merah yang bernaung di bawah hidung istrinya yang mancung. Sungguh tak sabar untuk bermain di sana, Aldo membuka sedikit bibirnya dan mulai mengec*p pelan di ujung bibir merah yang selalu membayangi harinya. Membuat Reva melayang menikmati rasa yang melambung hingga ke ubun-ubun, jantungnya menggila.
"Tok.. tok... tok..." Pintu di ketuk berulang-ulang.
Aldo tak menghentikan aktifitasnya. Ia mencoba abaikan tapi pintu kembali di ketuk. Akhirnya dia mengalah, mengelus bibir yang sedikit basah, lalu ia keluar kamar membukakan pintu.
"Opa... Aku mencari mu ??" Gadis itu akan memeluk Aldo, tapi dengan cepat tangan Aldo menahannya.
"Kenapa kau kemari ?" Aldo terlihat kesal juga khawatir.
"Aku menyusulmu, papa bilang Opa disini."
__ADS_1
Aldo menggaruk kepalanya, kemudian menutup pintu.
"Ayo ku antar ke kamarmu !" Aldo menarik tangan gadis itu. Dia tak sadar jika Reva ada di balik pintu melihat Aldo menarik tangan Bella.