
Waktu terus bergulir, hari berganti hari.
Dua minggu kemudian..
Alvaro sedang bekerja di ruang kerjanya. Kedua netranya sibuk pada layar MacBook yang ada di hadapannya. Sesekali menulis hingga merentangkan kedua tangannya saat merasakan penat.
Seharusnya pekerjaan itu sudah selesai dari tadi namun tertunda karena kedatangan Lethicia ke kantornya yang ingin makan siang bersama Alvaro. Hal yang tidak akan Alvaro lakukan jika masih ada pekerjaan. Berhubung istrinya yang datang, pastinya Alvaro akan menunda pekerjaannya itu. Jika tidak pasti Lethicia akan mengomeli Alvaro karena terlambat makan siang.
Akhirnya jam empat sore pekerjaannya belum kelar juga. Sementara Alvaro menyelesaikan pekerjaannya, Alvaro meminta istrinya untuk istirahat di private room yang ada di ruang kerjanya tersebut.
Tok tokk tokk
"Masuk!"
Ceklek, terlihat Hector yang membuka handle pintu.
"Maaf mengganggu anda tuan", ucap Hector dengan hormat.
"Ada apa?"
"Hasil tes DNA tuan Nikolas dan anda sudah ada hasilnya sore ini tuan dan saya sudah mengambilnya", ucap Hector sambil menyerahkan amplop berwarna putih yang terdapat logo rumah sakit mewah di Barcelona.
__ADS_1
Alvaro menghentikan semua aktivitasnya. Laki-laki itu sejenak terdiam sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
"Tuan...sebelum anda membaca hasilnya ada hal lain yang harus anda ketahui. Seminggu setelah nona Tatiana menandatangani kontrak kerjasama dengan anda, nona Tatiana dan tuan Nikolas melangsungkan pernikahan. Saya sudah memastikan informasi yang Raffa berikan ternyata benar. nona Tatiana dan tuan Nikolas sudah menikah. Menurut Raffa mereka melangsungkan pernikahan atas permintaan tuan Dimitri Dacutti ayah nona Tatiana. Setelah pernikahan itu, tuan Dacutti menyerahkan semua harta kekayaan Dacutti menjadi milik nona Tatiana", ucap Hector memberikan penjelasan dengan rinci.
Alvaro mengetatkan rahangnya mendengar penjelasan Hector. Kemudian ia mengambil amplop putih yang diberikan Hector beberapa saat yang lalu.
Dengan raut wajah serius yang sulit di tebak Alvaro membuka surat hasil tes DNA yang ia lakukan dengan sampel gelas yang dipakai Nikolas pada saat penandatanganan kontrak kerjasama di ruang pertemuan di perusahaan Montana beberapa waktu yang lalu.
Sebelum acara itu berlangsung beberapa hari sebelumnya Alvaro sudah memerintahkan Hector untuk segera membawa gelas yang di pakai Nikolas mencocokkan dengan dirinya.
Terlihat Alvaro menarik nafas panjang dan dalam. Ketika tangannya membuka amplop putih hasil tes DNA yang sudah diterimanya.
Seketika wajah Alvaro berubah tegang dan dingin. Kedua jemari tangannya meremas kertas yang ada digenggamnya. Dengan tangan terkepal ia memukul kuat meja kerjanya sambil menundukkan kepalanya menempel pada meja tersebut.
Alvaro mengangkat kepalanya. "Apa yang harus aku lakukan Hector? Laki-laki itu adikku Assensio. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?", Ucap Alvaro dengan suara berat. Alvaro benar-benar tidak menyangka hasil DNA itu menyatakan sembilan puluh sembilan persen mereka saudara kandung.
"Tuan, sebaiknya tenangkan diri tuan. Saya akan segera meminta Raffa menyelidiki semuanya, kenapa sampai tuan Assensio bersama keluarga Dacutti. Tenanglah tuan, anda segera mendapatkan informasi tersebut", ucap Hector yang permisi keluar karena segera berkoordinasi dengan orangnya yang ada di Madrid segera mencari informasi yang di butuhkan bosnya.
*
"Apa yang harus aku lakukan pada Lethicia, harus kah aku memberitahu nya sekarang?"
__ADS_1
Terjadi perang batin di hati Alvaro. Ia sangat ingin menyampaikan berita ini pada istrinya namun ada yang mengganjal di hati Alvaro bagaimana jika Lethicia sangat terguncang mendengarnya. Apalagi kondisinya sedang hamil sekarang.
Namun bukankah Lethicia kapanpun tetap harus menghadapi ini?
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA