
Sinar matahari pagi menerobos masuk lewat jendela kaca.
Lethicia mengerjapkan kedua matanya dan mengeliatkan tubuhnya. Sesaat kedua matanya terbuka dan ia mendapatkan kesadaran seutuhnya.
Tangan kanannya meraba tempat di sebelahnya. Lethicia bergumam "Ah Varo sudah bangun".
Samar-samar terdengar suara gemericik air dari arah walk in closet. "Varo sedang mandi rupanya, mau tidur jam berapapun Varo pasti bangunnya pagi-pagi sekali. Suami ku benar-benar disiplin waktu. Sementara aku setiap habis bercinta sudah seperti orang tidak bernyawa saja, Uhh", gumam Lethicia sambil beranjak dari tempat tidur dengan tubuh polosnya.
Lethicia memungut kemeja putih Alvaro yang teronggok di karpet kamar
dan memakainya. Kemeja itu Slim fit di tubuh suaminya tetapi sangat longgar di tubuh Lethicia yang terbilang mungil dengan tinggi seratus enam puluh dua centimeter sementara Alvaro memiliki tinggi seratus delapan puluh delapan centimeter.
Lethicia memungut celana Alvaro yang masih teronggok di lantai dan membawanya ke tempat pakaian kotor di walk in closet yang menyatu dengan ruang wardrobe dan kamar mandi.
Lethicia mengikat rambutnya keatas dengan seadanya, kedua netranya menatap gaunnya yang masih teronggok di lantai bersama bra merah yang dipakainya semalam.
Lethicia tersenyum mengingat kecemburuannya pada Tatiana yang berusaha menggoda suaminya. Tatiana benar-benar membuatnya kesal. Dan rasanya sangat menyakitkan. Lethicia sampai merasakan sesak di dadanya.
Lethicia menggelengkan kepalanya masih dengan senyuman menghiasi wajahnya yang terlihat lebih berseri-seri dan segar walaupun belum mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena sepanjang malam bergumul dengan Alvaro. Bahkan saat di bawah selimut pun keduanya masih melakukannya.
__ADS_1
"Alvaro benar-benar lihai dalam bercinta, dengan mudah ia mampu membangkitkan gairah tubuh ku", gumam Lethicia sambil memilih pakaian kerja Alvaro di wardrobe.
Ceklek
Alvaro membuka handle pintu kamar mandi, bagian tubuh bawahnya hanya tertutup handuk putih tebal sementara rambutnya masih terlihat basah. Alvaro mengucek rambutnya dengan handuk kecil. Kedua netranya menatap istrinya sedang memilih pakaian kerja yang ada di wardrobe miliknya.
Alvaro tersenyum melihat Lethicia memakai kemeja miliknya yang terlihat sangat kebesaran ditubuhnya.
Alvaro memeluk tubuh Lethicia dari belakang. "Kau sedang melakukan apa, hm? Apa kau sedang menggoda ku Lethicia?", ucap Alvaro mencium leher istrinya.
"Sayang hentikan, tubuh ku lengket sekali dan bau. Aku belum membersihkan diriku sama sekali", ucap Lethicia sambil memiringkan kepalanya merasakan hembusan nafas dan sapuan lidah Alvaro di telinganya membuatnya merasakan kegelian.
Harum shampoo Alvaro memenuhi indra penciuman Lethicia. Selalu saja membuatnya blank jika sudah mencium aroma maskulin Alvaro.
Alvaro memeluk erat pinggang Lethicia ia mencium bibir Istrinya tidak perduli Lethicia belum mandi sekali pun, bagi Alvaro Lethicia selalu wangi seperti buah Cherry.
"Kau sangat seksi seperti ini sayang, baju ku kebesaran di tubuh mu. Aku suka melihat mu memakai nya", bisik Alvaro kembali me*umat bibir Lethicia begitu juga sebaliknya. Keduanya berciuman mesra di pagi hari
tok tokk tokk
__ADS_1
"Sstt...Sayang itu pasti sarapan kita. Aku meminta pelayan membawakan kekamar. Sebaiknya kau berpakaian lah, aku akan membuka pintu", ucap Lethicia hendak membalikkan tubuhnya, namun di cegah Alvaro.
"Kau harus memberikan ciuman yang mesra pada suami mu Lethicia"
Lethicia melebarkan kedua matanya, namun demi kedamaian di pagi hari Lethicia menuruti permintaan suaminya.
Ia me*umat bibir Alvaro dengan lembut. Tidak sampai disitu saja Lethicia membuka handuk yang menutupi tubuh bawah Alvaro jemari tangannya mengusap lembut milik suaminya yang mulai mengeras.
"Ah shitt...
Tok tokk tokk
Lethicia menghentikan aktivitas tangannya dan mulutnya. "Sayang nanti aku lanjut kan lagi aku janji akan menyelesaikannya", bisik Lethicia ditelinga Alvaro yang berusaha menahan birahinya yang membuncah.
Lethicia berlalu dari hadapan Alvaro ia membuka pintu kamar dan mengambil nampan yang di bawah pelayan.
"Terima kasih Gloria, kau boleh melanjutkan pekerjaan mu yang lainnya sekarang", ucap Lethicia.
"Baik nona", jawab pelayan bernama Gloria dengan hormat.
__ADS_1
...***...
MALAM INI NIKMATI DULU YANG MANIS-MANIS YA. JANGAN KOMPLAIN LOH. BESOK SATU RAHASIA TERUNGKAP.