MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENGUAK TABIR


__ADS_3

"Tuan Leonardo, semua informasi yang tuan inginkan sudah lengkap. Tuan bisa melihatnya sendiri", ucap Esteban memberikan amplop coklat bertali kepada bos-nya yang berada di ruangan kerjanya di perusahaan.


Wajah Leonardo terlihat menegang dengan sedikit berkeringat. "Bacakan!", Perintahnya pada Esteban.


"Baik tuan", jawab Esteban sambil membuka amplop dan membaca dengan jelas.


"Laki-laki itu bernama Nikolas, ia merupakan kekasih putri tunggal Dimitri Dacutti yang saat ini sudah dinikahinya. Di informasi ini di jelaskan Nikolas memegang jabatan penting di perusahaan Dacutti setahun belakangan".


"Hanya itu saja informasi yang di berikan Dario, tuan", ucap Esteban.


"Saya sudah mencari tahu juga di internet data Nikolas namun tidak di temukan satupun. Sepertinya datanya tidak bisa di akses karena sudah di block. Bisa jadi yang bersangkutan sendiri memutus semua akses tersebut. Hal yang hanya bisa di lakukan oleh orang yang berkuasa dan memiliki banyak uang", ujar Esteban memberikan penjelasan.


Leonardo menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, terlihat kedua tangannya mengepal dengan


mata melotot dan wajah memerah menunjukkan dirinya sedang dikuasai emosi yang tidak stabil.


Laki-laki paruh baya itu merasa kurang puas dengan informasi yang di rasanya masih sangat minim itu.


"Cari terus informasi tentang laki-laki itu sekecil apapun aku tidak mau melewatkannya. Kau paham Esteban?".


"Iya tuan, saya paham".


"Pukul empat nanti kau ikut dengan ku. Kita ke gudang lama milik ku", perintah Leonardo.


"B-baik tuan", jawab Esteban. Namun ada perasaan was-was laki-laki itu, tentu saja menyangkut keterlibatan dirinya jika bosnya itu melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

__ADS_1


*


Waktu terus bergulir.


Jam berdetak menunjukkan pukul empat sore tepat. Terlihat mobil mewah berwarna hitam memasuki kawasan pabrik dan gudang yang sudah tidak beroperasi lagi.


Area itu sudah di tumbuhi semak belukar dan kondisi bangunan tidak terawat. Letaknya yang jauh dari pemukiman membuat tempat itu semakin tampak menyeramkan.


Terlihat banyak orang dengan perawakan kekar berjaga-jaga di sekitar gedung yang sudah nampak tua itu.


Esteban membukakan pintu bagian belakang mobil yang di kendarai sopir pribadi Leonardo.


Leonardo turun sambil mengacingkan jas yang dikenakannya melangkahkan kaki dengan tegas dan cepat, di belakangnya di ikuti Esteban dan beberapa orang laki-laki bertubuh kekar.


Leonardo menatap ketiga orang yang sedang duduk dengan santai sambil menikmati minuman dan juga makanan yang sudah disiapkan Esteban. Ketiganya terlihat sangat enjoy.


"Selamat sore tuan Leonardo", ucap salah seorang yang berdiri di tengah dengan. Sementara yang duanya lagi menundukkan kepalanya.


"Bagaimana, apa kalian menikmati suguhan asisten ku dalam penyambutan ini?", tanya Leonardo duduk di sofa yang berada cukup jauh dari ketiganya. Leonardo menyilangkan kakinya sambil menjentikkan jarinya. Dengan sigap Esteban membuka kotak berwarna hitam dihadapan bosnya itu.


Leonardo mengambil sebatang cerutu dan menaruh di mulutnya. Esteban mematik api, memberikan pelayanan pada Leonardo.


Detik berikutnya Leonardo memberikan isyarat pada asistennya itu untuk memberikan ketiga tamunya cerutu dari kotak yang sama dengannya.


Ketiga pria yang menjadi tamu kehormatan Leonardo dengan senang hati mengambil cerutu dalam kotak yang di pegang Esteban. Sama seperti Leonardo, Esteban memastikan api untuk cerutu ketiganya.

__ADS_1


"Apa kalian tahu maksudku meminta kalian datang ketempat ini?", tanya Leonardo to the points sambil menghisap dalam-dalam cerutunya dan menghembuskan asapnya.


Ketiga laki-laki yang berdiri berjarak dari Leonardo saling bertukar pandang. Dan serentak menggelengkan kepala mereka.


Dengan isyarat dagunya, Leonardo meminta Esteban memberikan foto-foto Nikolas yang sangat mirip dengan Assensio.


Ketiganya saling bertukar pandang dan terkejut saat melihat foto-foto yang di berikan Esteban pada mereka.


Degg.. Debaran jantung ketiganya berdetak kencang.


Ketiga laki-laki itu tidak akan pernah melupakan kejadian sekitar enam bulan yang lalu.


Ketiga orang itulah yang di tugaskan Leonardo untuk menghabisi Assensio beberapa bulan yang lalu sebelum Assensio turun dari mobil saat sampai di bandara. Salah satu dari mereka adalah sopir yang mengendarai mobil yang membawa Assensio menuju bandara. Sementara dua orang lainnya merupakan petugas bandara yang saling berhubungan salah satunya memberikan cincin dan jam tangan yang sudah mereka rampas dengan paksa saat Assensio sudah berhasil mereka lumpuhkan pada pengganti Assensio yang sudah berada di dalam pesawat.


Sementara di dalam pesawat menunggu orang lain yang bersedia menggantikan Assensio yang akan menjadi korban kecelakaan pesawat itu. Orang itu merupakan laki-laki muda yang di vonis memiliki riwayat sakit yang tak dapat di sembuhkan lagi. Ia bersedia bekerjasama dengan Leonardo setelah di imingi banyak uang untuk istri dan anaknya setelah ia tiada nanti.


Leonardo mempersiapkan semuanya bukan dalam hitungan hari, bahkan pilot dan kru pesawat pribadi milik perusahaan Montana pun sudah di bawah genggamannya. Leonardo banyak menggelontorkan uang untuk memuluskan semua rencanannya itu.


"Kenapa kalian sangat gugup Raul, Ramos, Ferguso. Apa ada hal yang harus aku ketahui tentang peristiwa enam bulan yang lalu?"


Leonardo mempersiapkan semuanya bukan dalam hitungan hari, tapi sudah sangat lama ia merencanakan semuanya demi merebut perusahaan Montana yang menjadi targetnya. Leonardo sangat berambisi menjadi pimpinan tertinggi perusahaan Montana setelah kakak tirinya itu sakit-sakitan sementara putra tertuanya Alvaro Montana memutuskan menetap di Paris dengan perusahaan mentereng miliknya sendiri. Dan Leonardo menganggap hanya Assensio lah sebagai penghalang dirinya mewujudkan impiannya. Leonardo tidak pernah menyangka ternyata sekarang Alvaro memutuskan untuk kembali ke Barcelona dan dengan mudahnya ia memenuhi persyaratan itu semenjak menikah dengan Lethicia Alvaro mendapatkan dukungan sempurna dari pemegang saham lainnya.


Kembalinya Alvaro benar-benar menggagalkan rencana yang sudah di susun Leonardo. Bahkan laki-laki itu sekarang mengalami krisis keuangan. Beberapa bulan yang lalu perusahaan milik orang tua Giselle memberikan ancaman yang benar-benar membuat Leonardo tidak dapat berkutik.


Sekarang yang di kuatirkan Leonardo semakin jelas di depan matanya. Bukan hanya hal merebut perusahaan Montana saja tapi bila benar yang di foto itu adalah Assensio ia bisa terancam penjara jika orang-orang yang terlibat membuka mulutnya.

__ADS_1


Leonardo tidak mau sampai hal seperti itu terjadi. "Aku akan mengamankan diri ku, sebelum orang-orang ini membuka mulutnya", batin Leonardo sambil menghisap dalam-dalam cerutunya.


...***...


__ADS_2