MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
AJAKAN FERNANDEZ II


__ADS_3


Oh...hanya teman!!", Jawab semuanya berbarengan menggoda Raffaella yang entah sudah seperti apa wajahnya saat ini.


Teman-teman Liam benar-benar membuat Raffaella kikuk karena malu. Wajahnya merona merah.


"Liam... gara-gara kau, aku sangat malu pada teman-teman mu", ketus Raffaella berbisik di telinga Liam yang duduk di sampingnya. Liam hanya tersenyum mendengar bisikan Raffaella, baginya Raffaella begitu dekat dengannya.


"Kau tidak perlu malu-malu Raffaella, akui saja kau juga menyukai Liam", ucap Alvaro sambil menyesap wine.


Disambut tawa Fernandez. "Varo benar Raffaella, sebelum Liam membuat kepalaku pusing memintaku mencarikannya wanita untuk nya", ucap Fernandez.


Raffaella tidak bisa berkata-kata lagi. Ia mengumpat dalam hatinya, semua gara-gara Liam akhirnya ia jadi bulan-bulanan teman-temannya.


Terlihat beberapa pelayan mendorong troli hidangan ke meja mereka. Satu persatu hidangan di tata di atas meja. Mulai dari Appetizer, main course, dan dessert hangat seperti pancake dan apple pie sudah tersaji di atas meja berukuran panjang itu. Sementara cold dessert seperti es krim dan puding buah akan di hidangkan belakangan.


"Selamat menikmati hidangan dari restoran Kaiku, tuan-tuan dan nona-nona", ucap para pelayan dengan ramah sebelum meninggalkan meja yang dipesan Fernandez.

__ADS_1


Semuanya menikmati hidangan yang tersaji sambil berbincang-bincang hangat.


"Kau dan Liam jadi ikut bersama ku dan Lethicia ke Valencia menghadiri pesta lanjutkan Moreno Audri?", tanya Alvaro menatap kedua temannya bergantian.


"Tentu saja jawab Fernandez, aku dan Carla akan pergi bersama kalian", jawab Fernandez sambil menggenggam erat tangan Carla kekasihnya yang duduk di sebelah Lethicia.


"Aku juga ikut bersama kalian", jawab Liam sambil menyuapkan makanan kemulutnya. Begitupun Raffaella dan Lethicia menikmati hidangan dengan lahap sambil mendengarkan obrolan para laki-laki yang berbincang akrab.


"Kau pergi bersama siapa, Liam?", ucap Alvaro spontan.


"Kau harus membawa pasangan mu, dude. Kalau tidak, kau akan menjadi nyamuk diantara aku dan Varo", seru Fernandez meledek sahabatnya Liam yang tidak perduli.


"Aku pastikan, aku juga akan membawa pasangan untuk menghadiri acara Moreno dan Audri beberapa hari ke depan. Kalian lihat saja", balas Liam dengan yakin.


"Tentu saja kami akan membuktikan ucapan mu itu, dude", tantang Alvaro sambil memakan buah segar sebagai dessert.


Sementara Raffaella pura-pura tidak mendengar perbincangan para lelaki. Ia tidak mau mereka menggodanya lagi. Raffaella mengalihkan perhatiannya pada perut Lethicia. "Lethi, kandungan mu sekarang sudah berapa bulan?", tanya Raffaella terdengar akrab karena Lethicia sendiri yang berulangkali meminta Raffaella tidak usah memanggilnya dengan sebutan formal, apalagi jika berada di luar kantor seperti sekarang. Lethicia lebih nyaman di panggil namanya saja di bandingkan dengan embel-embel nona didepan namanya.

__ADS_1


"Sudah tujuh bulan Raffa", jawab Lethicia sambil menikmati hidangan penutup pie apel yang tersaji hangat.


"Apa tendangannya sudah sangat terasa, Lethi?", tanya Carla sambil mengusap lembut perut Lethicia yang duduk di sampingnya.


"Iya, tendangannya terasa sangat keras. Tidur ku sudah tidak nyaman lagi jika malam hari karena sering mengalami keram", jawab Lethicia tersenyum.


Terlihat Carla mengambil hidangan penutup, puding cokelat dengan fla berwarna putih diatasnya.


"Ahh, kalian pasti sangat bahagia Lethi, sebentar lagi akan memiliki buah cinta kalian...Aww, aduh", teriak Carla pelan sambil memegang wajahnya yang nampak kesakitan.


Semua orang mengalihkan perhatiannya pada Carla. "Ada apa Carla", tanya Lethicia terkejut menatap gadis itu.


"Sepertinya puding ini tidak higienis..


...***...


JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏

__ADS_1


__ADS_2