MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENGHADIRI UNDANGAN MORENO


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Alvaro berhenti didepan mansion. Tak lama berselang sebuah mobil sedan putih memasuki pekarangan mansion dan parkir di belakang mobil Alvaro.


Lethicia tahu itu mobil Audri asistennya. Terlihat Audri turun dari mobil itu.


"Selamat pagi nona-tuan", ucap Audri sopan.


"Hem...Sayang aku masuk dulu mau melihat papa, ajaklah asisten mu bicara di dalam", ujar Alvaro.


"Iya. Pagi Audri, ada apa kau pagi-pagi sekali kemari. Ayo kita masuk".


Sesaat sudah di dalam rumah.


"Nona, anda ada undangan dari salah satu pengusaha muda dari Paris, tuan Moreno Anteras yang akan meresmikan hotel berbintang miliknya di Madrid malam ini".


"Moreno Anteras? Peresmian hotel?", tanya Lethicia mengulang perkataan Audri.


"Iya nona, sepertinya semua pengusaha muda ternama Spanyol di undang ke peresmian hotel tersebut".


"Kemarin hingga semalam saya sudah mengirimkan email kepada nona memberitahu undangan ini, tapi tidak nona jawab", ujar Audri sambil memberikan undangan berwarna gold kepada Lethicia.


Lethicia membuka undangan itu dan ia mengeryitkan alisnya. "Apa Moreno Anteras ini orang yang sama dengan teman Alvaro?", batin Lethicia.


Nampak sosok Alvaro hendak menaik ke lantai atas setelah dari kamar Montana.


"Sayang...kemari sebentar", pinta Lethicia.


"Apakah Moreno teman mu itu bernama Moreno Anteras? Audri memberikan undangan dari Moreno Anteras untuk ku peresmian hotel di Madrid malam ini", ujar Lethicia memberikan undangan yang ia terima dari Audri pada Alvaro.


"Ia ini undangan Moreno. Kau saja yang mewakili perusahaan istri ku Audri, Lethicia pergi bersama ku. Kau bisa ikut bersama kami karena asisten ku juga ikut serta", ujar Alvaro.


"Kau pulanglah untuk bersiap Audri pukul dua pesawat akan terbang", ujar Lethicia.


"Baik nona-tuan, kalau begitu saya sekarang permisi pulang".

__ADS_1


"Iya", jawab Lethicia.


*


"Kau sangat cantik sayang", ucap Alvaro sambil memeluk tubuh Lethicia dari belakang dan menatap cermin berukuran besar di ruang wardrobe yang ada di kamar presidential suite room hotel milik Moreno. Beberapa jam yang lalu Alvaro dan Lethicia sampai di kota mode Madrid.


Begitu sampai keduanya beristirahat sejenak di kamar hotel, sementara Audri dan Hector berada di kamar masing-masing.


Malam ini Lethicia terlihat sangat glamor dengan gaun model strapless di desain tanpa tali yang memperlihatkan bahu putih mulus Lethicia yang terbuka. Gaun itu berwarna hitam dengan dengan bagian bawah terbelah hingga paha.


Gaun itu benar- benar membuat penampilan Lethicia terlihat lebih elegan, glamor sekaligus seksi. Sangat pas dengan bentuk tubuh Lethicia yang memiliki bentuk bahu yang bagus, dada berisi, dan juga leher yang jenjang.


Sementara untuk rambut Lethicia memilih menguraikannya saja.


"Varo, hentikan jangan merusak makeup ku", protes Lethicia saat Alvaro menciumi wajah dan leher Lethicia.


"Sedikit saja sayang", jawab Alvaro.


Alvaro mengambil kotak beludru berwarna merah berukuran besar dan membuka nya. "Penampilan mu akan semakin sempurna jika memakai hadiah dari ku", ucap Alvaro sambil memasangkan kalung berlian di leher Lethicia.


"V-Varo ...", ucap Lethicia terkejut sambil mengusap lembut kalung yang sudah menghiasi lehernya.


"Satu set perhiasan ini sengaja aku pesan untuk mu Lethi, sebagai hadiah pernikahan kita. Gantilah anting mu dengan yang baru", ujar Alvaro mengusap lembut wajah istrinya itu.


"Ah sayang terimakasih, ini sangat cantik sekali".


"Apa kau menyukainya?"


"Tentu saja aku menyukainya Varo", jawab Lethicia tersenyum bahagia.


Varo tersenyum mendengarnya. "Sekarang ayo kita ke ballroom".


"Ia Varo..

__ADS_1


*


Alvaro menggengam erat jemari tangan Lethicia, memasuki ballroom hotel mewah itu. Pasangan itu terlihat sangat serasi. Beberapa pasang mata tak henti menatap kagum keduanya.


Ballroom sudah terlihat ramai tamu undangan Moreno yang rata-rata pebisnis handal seperti Álvaro. Terlihat dari kejauhan pemilik acara Moreno Anteras menghampiri Alvaro dan Lethicia.


Wajah tampannya terlukis senyuman. "Terimakasih kalian sudah datang ke acara ku", ucap Moreno.


"Sukses untuk mu, dude. Mana dua bastard itu?", tanya Alvaro sambil melihat-lihat tamu yang hadir tak tampak temannya yang lainnya.


"Mereka belum turun, entah lah mungkin masih bermain-main dengan ja*ang yang mereka bawa", jawab Moreno.


Alvaro menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Moreno.


"Varo aku menyambut tamu yang lain, kau dan istri mu nikmat lah makanan dan minuman.


"Nona Lethicia maaf mengganggu anda, ini handphone nona tadi tertinggal di pesawat..."


"Prang, handphone yang di pegang Audri terjatuh kelantai. Moreno yang membalikkan tubuhnya tidak sengaja menabrak tangan asisten Lethicia.


"Maaf, aku tidak sengaja menyenggol handphone mu".


"Oh kenapa kau tidak menggunakan mata mu itu tuan? anda telah merusak handphone atasan saya", ketus Audri sambil mengambil handphone Lethicia yang terjatuh dan mengakibatkan layarnya pecah.


Lethicia dan Alvaro bertukar tatapan. "Audri sudah tidak apa-apa, tenanglah", ujar Lethicia menenangkan asistennya itu.


"Tapi tuan ini..


"Aku akan segera mengganti handphone mu Lethicia. Maaf nona pemarah karena menabrak mu tidak sengaja", Ucap Moreno menatap lekat Audri yang terlihat cantik.


Audri diam tak bergeming, ia terkejut ternyata laki-laki itu mengenal atasannya. "Oh my god... jangan-jangan dia teman nona Lethicia dan tuan Alvaro", batin Audri tidak keenakan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2