MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
AKU MILIKMU


__ADS_3

VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


*


"Varo...


Tanpa berbicara, Alvaro me*umat bibir Lethicia dengan penuh perasaan. Ciuman itu begitu lembut dan mesra.


Alvaro menatap dan mengusap wajah Lethicia yang memejamkan matanya.


"Kau sangat mempengaruhi ku, sayang".


Perlahan Lethicia membuka matanya, menatap dengan lembut dan penuh cinta Alvaro yang mengungkung tubuhnya, namun tentu saja tidak sampai menindih perut istrinya itu.


Lethicia membingkai wajah Alvaro. "Maafkan aku membuat mu marah Varo. Aku hanya terkejut melihat sosok Assensio yang nyata di hadapan ku".


"Apa yang kau rasakan saat melihatnya, Apa kau masih mencintainya? Jawablah dengan jujur aku ingin mengetahui. Aku siap melepaskan mu jika kau menginginkannya. Karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin melihat mu bahagia, Lethi", ucap Alvaro pelan namun tersirat begitu menahan kepedihan di relung hatinya.


Mendengar perkataan Alvaro, membuat kedua mata Lethicia memanas perlahan butiran bening jatuh menyentuh wajahnya.


Dengan bibir bergetar dan linangan air mata ia memeluk erat tubuh Alvaro. Lethicia menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak mau kau pergi Varo, aku mencintaimu. Maafkan aku telah menyakiti perasaan mu. Aku hanya kaget saja dengan melihat wajah laki-laki yang begitu mirip Assensio. Aku janji tidak akan seperti tadi lagi saat melihat laki-laki itu. Siapapun dia sebenarnya mau Assensio atau bukan. Aku hanya milik mu", ucap Lethicia dengan penuh keyakinan.


Mendengar pengakuan istrinya, Alvaro mencium bibir Lethicia yang terasa sangat dingin.


Membenamkan bibirnya semakin dalam dan semakin dalam.


"Aku sangat mencintaimu Lethicia, kau lah wanita satu-satunya yang sangat aku cintai. Kau mampu mengobrak-abrik perasaan ku", ucap Alvaro dengan suara serak.


Seketika tubuh Lethicia bergetar merasakan sensasi yang timbul pada tubuhnya yang meremang akibat ciuman Alvaro


Lethicia tidak membalas ciuman itu, pikirannya memcerna ucapan Alvaro. Kalau ia boleh jujur, perasaannya sangat berbunga-bunga saat Alvaro mengatakan ia lah wanita satu-satunya yang di cintainya.

__ADS_1


Alvaro menjelajahi rongga mulut Lethicia hingga kedalam, bibir ranum itu begitu mengoda Alvaro, aroma manis Cherry sangat di sukainya hingga melahap bibir atas dan bawah bergantian, sesekali memberikan gigitan lembut di bibir itu.


Lethicia semakin merasakan gelanyar pada tubuhnya, ciuman Alvaro begitu membuat tubuhnya seketika bergetar. Bahkan hawa panas menjalar di sekujur tubuhnya.


Sesaat Alvaro menghentikan aktivitas nya, sambil menatap ke dua manik Lethicia yang sudah berkabut gairah, begitu pun Alvaro ke-dua mata kelamnya menatap lembut Lethicia sambil mengusap lembut wajah istrinya itu.


"Apa kau menginginkan ku sekarang, hm ?", bisik Alvaro dengan suara yang terdengar parau karena diliputi gairah yang sudah begitu membuncah.


Lethicia mengerjapkan kedua matanya dan menganggukkan kepalanya pelan.. "Tubuh ku hanya milik mu seorang Varo, aku menginginkan mu menyentuh ku", bisiknya terdengar sangat lembut.


Huhh..menarik nafasnya dalam-dalam, terlihat senyuman di wajah Alvaro


Alvaro kembali mencium bibir Lethicia, hingga dalam. Sementara tangan kanannya menarik tali jubah tidur perlahan, begitu pun tangan kiri melepaskan jubah berwarna merah itu terlepas dari tubuh Lethicia begitu pun lingerie dengan warna senada di lemparkan Alvaro hingga teronggok dilantai.


Sekarang tak satu benang pun melekat ditubuh indah Istrinya. Wajah Lethicia merona seperti buah tomat yang baru saja dipetik.


Begitu pun Lethicia jari jemarinya melepaskan pengait celana Alvaro hingga menariknya terlepas dari tubuh Alvaro. Lethicia mengusap lembut tubuh suaminya. Begitupun Alvaro mengusap dan menciumi lembut sekujur tubuh Lethicia. Hingga ke inti istrinya.


"Jangan ditutupi aku sangat suka melihatnya", bisik Alvaro yang kembali mencium bibir hingga pundak Lethicia.


Alvaro kembali merebahkan tubuh Lethicia ditempat tidur, sementara dengan tatapan lembut laki-laki itu menatap intens tubuh istrinya yang begitu kontras dengan sprei katun berwarna putih polos.


Seperti ingin menyiksa pandangan mata Lethicia, Alvaro perlahan menurunkan boxer yang masih menutupi miliknya yang sudah terlihat begitu sesak di dalamnya. Dengan pandangan berkabut gairah Lethicia tak henti menatap gerakan suaminya dihadapannya. Lethicia menelan salivanya sendiri.


Alvaro benar-benar tampan. Dengan cetakan sempurna tubuhnya yang berotot ahh begitu menggoda. Bahkan berulang kali Lethicia menelan saliva nya sendiri.


Dengan perlahan Alvaro menurunkan boxer berwarna hitam yang menutupi miliknya. Alvaro merasakan intinya begitu sesak di dalam sana, begitu terbebas boxer ketat itu, ia merasakan perasaan lega dibarengi dengan desisan tertahan Lethicia yang menatap milik suaminya yang sudah menegang dan berukuran besar.


Alvaro tidak berlama-lama ia mengungkung kembali tubuh Lethicia dan kembali menciumi bibir dan lehernya. Sementara jemari tangannya mengusap lembut puncak kenikmatan Lethicia bergantian.


Suara de*ahan dan lenguhan tertahan keluar dari mulut Lethicia, membuat Álvaro semakin intens memberikan sentuhan-sentuhan lembut di setiap pusat inti Lethicia.

__ADS_1


Pada akhirnya Alvaro menghisap kedua puncak Lethicia bergantian, dan bermain-main dengan lidahnya yang basah di atas puncak yang sudah mengeras itu.


Lethicia memejamkan kedua matanya sementara suara-suara indah dari mulutnya terdengar memenuhi kamar mewah tersebut.


Alvaro membuka paha Lethicia perlahan dan melihat intens inti berwarna merah muda yang begitu bersih dan harum aromaterapi percampuran dengan bunga mawar kesukaan Lethicia.


Alvaro tidak bisa mengontrol dirinya lagi, ia mencium dan menjilati inti milik istrinya. Dan membenamkan wajahnya diantara dua paha Lethicia. Seperti pasangan yang sudah lama tidak melakukannya, Alvaro begitu agresif kali ini. Ia ingin merasakan seluruh tubuh Lethicia padahal ini bukanlah yang pertama mereka melakukannya namun malam ini begitu berbeda.


Menyadari Alvaro melakukan itu, dan merasakan lidah Alvaro menggoda miliknya membuat Lethicia mengelijang menahan dorongan gairah yang begitu membuncah dalam dirinya " Ohh, sayang hentikan...ahh", lenguhan tertahan keluar dari mulut Lethicia. Sementara tangan kanannya meremas rambut Alvaro yang masih berada diantara kedua pahanya.


"Ohh sayang hentikan... aku tidak kuat jika kau seperti itu. Oh Varo", ucap Lethicia dengan suara bergetar dan lirih semakin menekan kepala suaminya seakan meminta lebih.


Alvaro tahu istrinya baru mendapatkan pelepasannya. Namun pelepasan yang sesungguhnya tentu saja sebentar lagi, belum sekarang.


Alvaro kembali me*umat bibir atas dan bawah Lethicia. Kedua tangan nya memainkan puncak yang menegang milik istrinya itu. Sementara Lethicia entah seperti apa sekarang, rambut kusut berantakan dan suara bergetar selalu keluar dari bibirnya. Alvaro begitu lihai menggoda, membangkitkan gairah di setiap inti tubuhnya. Alvaro lah laki-laki pertama yang menyentuh tubuh Lethicia hingga kedasar-dasarnya.


"Milik mu sudah sangat basah sayang", ucap Alvaro sesaat mengusap lembut inti Lethicia. Alvaro mengarahkan miliknya untuk memasuki inti Lethicia.


Kali ini Alvaro melakukannya sangat pelan dan berhati-hati mengingat istrinya sedang hamil muda tentu saja Alvaro tidak mau membahayakan kandungan istrinya.


Alvaro melesakkan miliknya perlahan menerobos masuk inti Lethicia yang begitu terasa sangat basah.


"Ahh sayang..", de*ah Lethicia saat milik Alvaro berhasil masuk.


"Akh_oh Varo, aku mencintaimu sayang", racau Lethicia saat merasakan hentakan milik Alvaro di intinya begitu nikmat.


Dengan bertumpu pada kedua tangannya yang terkepal di sisi tubuh Lethicia, Alvaro bergerak semakin lama semakin cepat dan mengentak semakin dalam membuat istrinya berulangkali menyebutkan namanya dengan penuh perasaan. "Ahh Lethi, milik mu sangat nikmat sayang kau masih sangat sempit", racau Alvaro sesaat miliknya menyemburkan cairan hangat di inti Lethicia yang memeluk erat tubuh Alvaro.


Beberapa saat kemudian Alvaro menarik miliknya dari inti Lethicia. Dan mendekap erat tubuh istrinya itu. "Tidurlah sayang, kau sangat kelelahan", bisik Alvaro sambil mengecup lembut pucuk kepala Lethicia dan mengusap punggung istrinya itu.


"Iya Varo. Aku mencintaimu...

__ADS_1


...***...


UDAH MARAHAN KAN JADI SALING MEMBUTUHKAN NIH 🤭😂 MASIH MAU LAGI NGAK BACA MEREKA BEGINIAN ATAU UDAH BOSAN ?🤭


__ADS_2