MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
LAKUKAN PELAN-PELAN SAYANG


__ADS_3

"Lakukan dengan pelan-pelan sayang, karena di perutku ada anak kita", ucap Lethicia memeluk leher Alvaro.


"Tentu saja aku akan melakukannya dengan pelan", bisik Alvaro di depan bibir Lethicia.


Alvaro merebahkan tubuh istrinya di atas sofa empuk yang ada di ruang tamu presidential suite room yang terhubung dengan balkon tempat makan malam romantis mereka berdua beberapa saat yang lalu.


Senyuman samar terlukis di wajah Alvaro. Laki-laki itu kembali me*umat bibir Lethicia. Lethicia pun membalasnya tak kalah panas juga. Sampai bibirnya kembali mengeluarkan lenguhan panjang saat merasakan milik Alvaro menerobos masuk ke intinya.


Dengan mulut terbuka Lethicia memejamkan matanya saat merasakan kembali Alvaro melesakkan miliknya hingga dalam.


Suara de*ahan dan erangan memenuhi ruangan yang menyebarkan aroma harum bunga mawar. Suasana ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin dan bulan menambah keromantisan bagi pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.


Alvaro menghentakkan miliknya pelan, kemudian menambah temponya tetapi tetap dengan hati-hati karena Alvaro sangat sadar akan kondisi tubuh istrinya yang sedang berbadan dua.


Dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuh Lethicia, Alvaro bergerak memaju-mundurkan pinggulnya. Laki-laki itu begitu kuat setiap kali berhubungan intim dengan Lethicia, ia selalu jadi pemenang nya dengan berbagai variasi gaya yang tidak membosankan.


"Owhh, sayang..", lenguhan tertahan suara lembut Lethicia terdengar begitu menggoda.


Alvaro tahu istrinya itu akan mencapai puncak kenikmatannya.


Hingga Alvaro merasakan miliknya seakan dihisap oleh milik Lethicia.


"V-Varo...Ahh. Oh sayang kau sangat kuat dan bertenaga sayang, aku menyukai setiap permainan mu. Kau sangat pandai bercinta membuat ku berulangkali mencapai puncak", terdengar racauan Lethicia yang memuji Alvaro.


"Bertahanlah sebentar lagi", bisik Alvaro ditelinga Lethicia.


Alvaro terus menghentakkan miliknya semakin dalam ke inti istrinya itu, hingga terdengar de*ahan kembali dari mulut Lethicia. Alvaro tahu istrinya baru saja mendapatkan pelepasan untuk yang kedua kalinya. Tak lama berselang terdengar erangan panjang dari mulut Alvaro bersamaan lenguhan panjang Lethicia. Milik Alvaro menyemburkan cairan hangat ke inti Lethicia. Lethicia bisa merasakannya.


Tubuh Lethicia terkulai lemah bersandar pada dada alvaro, sementara milik Alvaro masih berada di inti Lethicia.


Sesaat kemudian, Alvaro baru mengeluarkan miliknya.


"Kita pindah ke kamar. Kau bisa masuk angin jika terlelap di sini", ucap Alvaro sambil mengangkat tubuh Lethicia ala bridal style dan membaringkan nya di tempat tidur berukuran king size.


Leticia terlihat masih mengatur nafasnya sambil memejamkan matanya.


"Kau kelelahan, tidur lah ", bisik Alvaro sambil mengecup kening Lethicia. Ia menyelimuti tubuh mereka berdua yang masih dalam keadaan polos.

__ADS_1


"Iya sayang, kau selalu membuatku kelelahan sehabis bercinta", balas Lethicia tanpa membuka matanya.


Sesaat kemudian Lethicia memindahkan wajahnya pada dada bidang suaminya yang tidur terlentang dengan kedua tangannya berada dibelakang kepalanya.


"Aku sangat menyukai harum tubuh mu Varo", lirih Lethicia pelan.


Mendengar pengakuan istrinya, membuat Alvaro tersenyum sambil mengusap lembut punggung putih mulus Lethicia dengan penuh perasaan.


*


Malam semakin kelam..


Terlihat Audri tertawa terbahak mendengar joke Moreno yang duduk di sampingnya di kursi panjang di sebuah tempat wisata yang terlihat sangat indah bila dikunjungi di waktu malam hari.


Plaza Mayor yang terletak di tengah kota Madrid.


Plaza ini mempunyai keindahan saat di malam hari dengan suasana lampu yang sangat indah. Selain itu, plaza Mayor adalah tempat wisata terbaik di Madrid. Disana terdapat patung Philip III sedang menunggang kuda hitam yang nampak gagah.


Moreno melepaskan jaket kulit berwarna coklat dan memasangnya pada bahu Audri saat melihat gadis itu kedinginan. Beberapa saat yang lalu Audri menggosok-gosokkan jemari tangannya.


Melihat Moreno memasangkan jaketnya membuat Audri terdiam. Parfum musk kayumanis yang sangat mahal seketika memenuhi Indra penciuman Audri. "Moreno nanti kau kedinginan, aku tidak apa-apa kok", ucap Audri hendak melepaskan jaket kulit itu.


Sesaat Audri menatap lekat laki-laki tampan di sebelahnya. "Terimakasih kasih", ucapnya pelan sambil tersenyum manis. Moreno tercekat melihatnya senyuman yang terlukis di wajah gadis itu.


Audri mengeluarkan handphone miliknya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Namun suasana di sana bukannya semakin sepi malah sebaliknya.


Moreno melihat aksesoris handphone milik Audri yang akan memantulkan cahaya saat berada di kegelapan.


"Aksesoris handphone mu bagus Audri", ujar Moreno sambil memakan cemilan yang ia beli sehabis makan malam tadi di sebuah restoran mewah.


"Kau mau? Aku membelinya sepasang di pusat perbelanjaan mu tadi siang", jawab Audri.


"Berikan handphone mu".


Moreno memberikan handphone miliknya pada gadis itu.


Audri memasang di bagian belakang handphone Moreno. "Milik mu akan memancarkan warna biru dan punya ku memancarkan warna merah. Lihat lah jika handphone kita di dekat begini warnanya menjadi sangat cantik kan?", ucap Audri tersenyum begitu antusias.

__ADS_1


Moreno bukannya tertarik dengan apa yang di sampaikan Audri, namun ia sangat menikmati wajah cantik di sampingnya itu.


Audri mengembalikan handphone Moreno. "Moreno, sebaiknya kita kembali ke hotel karena besok pagi aku akan kembali ke Barcelona", ucap Audri sekilas menatap Moreno yang juga sedang menatapnya.


"Apa kau tidak mau lebih lama berada di Madrid, Audri? Satu bulan ini aku akan berada di sini, setelahnya aku akan kembali ke Paris", ujar Moreno.


"Aku bekerja. Aku tidak bisa lama-lama di sini. Apa lagi nona Lethicia sekarang sedang hamil. Aku harus menghandle semua pekerjaannya", jawab Audri.


Moreno menganggukkan kepalanya. Sambil menyentuh Jemari tangan Audri. Moreno menggengam nya dengan erat. "Aku mengerti, secepatnya aku akan menemui mu di Barcelona".


"Ayo kita kembali ke hotel sekarang. Hm...terima kasih untuk aksesoris handphone nya, Audri. Aku menyukainya", ucap Moreno sambil membukakan pintu mobil mewahnya untuk gadis itu.


Audri tersenyum. "Aku juga berterima kasih karena kau sudah mentraktir ku makan malam Reno. Aku janji akan membalasnya saat kau ke Barcelona nanti", jawab Audri


Mendengar jawaban gadis itu membuat hati Moreno menghangat, bukankah itu merupakan undangan untuk nya. Artinya Audri menanti kedatangan nya ke Barcelona.


"Secepatnya aku pasti datang menemui mu. Dan aku akan menagih janji mu untuk mentraktir ku makan", ucap Moreno menggengam jemari tangan Audri dan membawanya ke atas pahanya yang saat ini berada di dalam mobil.


...***...


JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA πŸ™


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2