MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Finally


__ADS_3

Samuel menganggukkan kepalanya. Dia lalu mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya. Diberikannya pada James sebagai biaya untuk pengobatan luka-lukanya. James menerimanya sembari mengucapkan terima kasih. Kedua laki-laki itu sudah tak lagi menyimpan beban. Permasalahan di antara mereka kini sudah selesai.


Samuel menutup pintu taksi. Dikatakannya pada sopir agar segera mengantar James dan Sheila ke rumah sakit terdekat. Tak lama kemudian mobil taksi itu meluncur meninggalkan rumah tersebut. Samuel merangkul istrinya mesra. Diajaknya wanita itu masuk ke dalam rumah.


Begitu pintu ditutup, pasangan suami-istri itu saling berpelukan erat. “Sori ya, Sam,” ujar Aileen meminta maaf. “Aku memberimu kejutan yang tak menyenangkan seperti ini. Ini sebenarnya adalah ide dari psikiater yang kudatangi….”


“Apa?!” seru suaminya kaget. “Kamu menemui psikiater?”


Aileen mengangguk mengiyakan. Dia lalu menjelaskan, “Aku menemui jalan buntu, Sam. Nggak tahu lagi gimana caranya memulihkan kejantananmu. Sumpek sekali rasanya pikiranku. Butuh orang untuk bertukar pikiran. Tapi kan nggak mungkin aku menceritakan masalahmu pada orang lain. Akhirnya kuputuskan untuk konseling dengan psikiater saja. Aku nggak mengajakmu karena tahu kamu pasti menolak….”


Samuel meringis mendengar pernyataan istrinya itu. Dia memang sudah tak berminat menjalani terapi dengan psikiater seperti waktu di Ohio dulu.


Sementara itu  Aileen melanjutkan kata-katanya, “Menurut psikiater yang kutemui, kalau segala metode sudah dilakukan tapi nggak berhasil juga memulihkan keperkasaanmu, maka cara menimbulkan kembali adegan perselingkuhan Angela bisa dipertimbangkan. Karena sepertinya ada faktor psikologis yang membuat kejantananmu terganggu. Psikiater menduga kamu merasa inferior. Pengecut dan rendah diri karena dulu membiarkan saja Angela berhubungan badan dengan pria lain di depan matamu. Kamu sama sekali tak mengambil tindakan untuk melabrak dua orang itu. Akibatnya kamu merasa dirimu tidak jantan dan….”


Kalimat Aileen terhenti. Bibir hangat suaminya mencumbu bibir mungilnya. Mereka berciuman penuh gelora selama beberapa saat. Tiba-tiba perempuan itu merasakan ada sesuatu yang menonjol dari dalam celana Samuel. Sontak dia menghentikan ciumannya.


“Sam, kamu…,” cetusnya dengan mata terbelalak lebar. Hatinya girang sekali bagaikan mendapat  durian runtuh.


Sang suami tersenyum sambil mengangguk. Sorot matanya penuh sukacita. Adik kecilnya mulai menegang ketika dia dan istrinya berciuman.


“Ayo kita coba sekarang, Sayang,” ajak pria itu penuh harap.


Dengan sigap digendongnya tubuh ramping istrinya. Aileen berteriak kecil. Senyuman kebahagiaan mengembang di wajahnya. Dalam hati dia berdoa agar kejantanan suaminya benar-benar pulih.


Ketika tubuhnya dibaringkan di atas sofa, wanita itu dengan penuh semangat mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Mereka berciuman lagi. Kali ini lebih menggebu-gebu. Dua insan yang saling mencintai itu akhirnya dapat mempersatukan raga mereka seutuhnya  sebagaimana pasangan suami-istri yang sesungguhnya.


***


Hari-hari selanjutnya merupakan masa-masa yang indah bagi Samuel dan Aileen. Kedua anak muda itu benar-benar dimabuk kepayang.

__ADS_1


Samuel merasa bahagia sekali. Dia akhirnya kembali menjadi pria sejati. Aileen tak pernah sekalipun menolak setiap kali suaminya itu mengajaknya berhubungan intim. Dia paham Samuel membutuhkan hal itu. Selama bertahun-tahun tak pernah bereaksi, saat ini adik kecilnya seakan-akan bagaikan tangki yang tak henti-hentinya ingin memuntahkan laharnya.


Kepercayaan diri pria itu timbul kembali. Dia sudah tak malu-malu lagi bersikap mesra pada istrinya di depan umum. Bahkan Ruben dan Tina pun dapat melihat perbedaan sikap putra semata wayang mereka tersebut.


“Sepertinya anak kita sekarang lebih rileks dalam menunjukkan kemesraannya dengan Aileen ya, Mas,” ucap Tina pada suaminya. “Aku sih, senang-senang saja. Siapa tahu hal menantu kita akan hamil dalam waktu dekat. Tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu. Penerus keluarga Manasye gitu, lho!”


Ruben tertawa kecil. Dirangkulnya bahu sang istri mesra. Ayah kandung Samuel itu lalu berkata riang, “Tenang saja, Sayang. Aku punya cara untuk segera mewujudkan mimpimu itu.”


“Oya?” tanya Tina keheranan. “Gimana coba?”


Terdengar suara tawa suaminya itu lagi. Tina semakin penasaran.


Suaminya akhirnya berkata, “Anak dan menantu kita sampai sekarang kan belum sempat berbulan madu. Aku akan meminta Sam untuk mengambil cuti tiga minggu penuh. Biar dia dan Aileen memilih sendiri mau kuberi hadiah paket perjalanan ke mana. Kali ini mereka nggak boleh nolak. Akan kukatakan bahwa Aileen perlu berlibur setelah beberapa bulan lalu mengalami keguguran. Lagipula kontraknya menerjemahkan novel-novel online sudah selesai, kan?”


Tina mengangguk setuju. Dia bahagia sekali mendengar usul suaminya barusan. Wanita itu juga tahu Samuel lebih patuh pada ayahnya daripada dirinya.


Mungkin karena aku terlalu cerewet, ya? batin Tina menduga-duga. Terserahlah. Yang penting Sam dan Aileen nanti setuju untuk berbulan madu dan membuatku berkesempatan segera menimang cucu!


“Kami keliling Bali-Lombok saja, Pa. Aileen suka pantai. Iya kan, Sayang?” cetus Samuel sambil berpaling pada istrinya. Wanita itu mengangguk setuju. Matanya berbinar-binar bahagia.


Tina langsung berkomentar, “Lho, kalau pantai kan yang paling bagus di Maldives, Sam? Apa nggak lebih baik kamu dan Aileen ke sana aja?”


Sang putra menggeleng sambil tersenyum. “Nggak usah, Ma. Di negeri kita sendiri juga banyak pantai yang indah, kan. Aku dan Aileen mau menjelajahi pantai-pantai di Bali dan Lombok. Baik yang sudah ternama maupun yang masih kurang dikenal karena letaknya terpencil.”


Ruben menepuk-nepuk lembut pundak istrinya. “Biar Sam dan Aileen sendiri yang menentukan tempat mereka berlibur, Tin. Kan mereka yang berbulan madu. Nanti kalau sudah selesai, giliran kita berdua yang berbulan madu ke Maldives. Giliran Sam yang menggantikanku mengurus pabrik. Gimana?”


“Ah, kamu ini, Mas. Udah tua kok masih mikir bulan madu,” cetus Tina malu-malu.


Terdengar suara keras Ruben, Samuel, dan Aileen tertawa bersamaan. Suasana hangat mulai tercipta.

__ADS_1


Syukurlah semua masalah sudah selesai, batin Aileen lega. Sam sudah pulih kejantanannya. Kami berdua semakin saling mencintai. Akhirnya tibalah waktu yang tepat untuk berbulan madu. Terima kasih ya, Tuhan. Sungguh besar anugerahMu kepada kami berdua….


Kemudian malamnya sebelum tidur, wanita itu berunding serius dengan suaminya. Samuel membahas tentang rumah mereka yang menyimpan terlalu banyak kenangan tak menyenangkan. Mulai hubungan intim antara Aileen dengan James, kehamilan yang tak diharapkan, janin tak berkembang, dan peristiwa pemukulan Samuel terhadap James.


“Aku merasa sudah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup baru, Leen,” ucap sang suami terus terang. “Di rumah ini terlalu banyak kenangan tak menyenangkan. Selain itu rumah ini juga bukan sepenuhnya pilihan kita berdua, kan? Kamu dulu bilang ingin rumah berlantai satu. Gimana kalau kita jual saja rumah ini dan membeli rumah baru yang sesuai dengan selera kita berdua? Jadi benar-benar hidup baru di rumah yang sesuai dengan pilihan kita sendiri.”


“Aku setuju, Sayang,” sahut Aileen sembari beringsut mendekati suaminya. Dikecupnya lembut pipi Samuel. “Kita cari rumah baru saja. Sesudah bulan madu. Ok?”


Sang suami mengangguk. Ditatapnya istrinya penuh cinta.


“I love you so much, Aileen Benyamin,” ujarnya tulus.


“I love you, too,” sahut Aileen lembut.


Selanjutnya dua anak manusia itu mulai bercumbu dengan mesra sebagaimana layaknya pasangan suami-istri yang saling mengasihi. Terima kasih, Tuhan, batin Samuel penuh rasa syukur. Aku sudah menjadi pria sejati seutuhnya!


***


Aileen dan Samuel menikmati bulan madu penuh kebahagiaan selama tiga minggu mengelilingi pulau Bali dan Lombok. Sesuai harapan Tina, tak lama kemudian Aileen mengandung.


Keluarga Manasye dan Benyamin bahagia sekali akan mendapatkan cucu pertama. Mereka juga tak mempermasalahkan keputusan Aileen dan Samuel untuk menjual rumah yang lama dan membeli rumah baru berlantai satu. Bagi kedua keluarga itu sudah merupakan hak anak dan menantu mereka tersebut untuk menentukan tempat tinggal yang lebih nyaman bagi calon jabang bayi yang akan segera lahir.


Setelah melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki, Aileen mulai mengurangi pekerjaannya sebagai penerjemah novel online. Dia fokus pada tugas dan kewajibannya mengurus anak dan rumah tangga. Buah hatinya diurus sendiri, tanpa bantuan baby sitter.


Tina berhasil mencarikan seorang asisten rumah tangga yang datang setiap hari membersihkan rumah itu. Aileen tak menolaknya. Dia bahkan berterima kasih atas inisiati ibu mertuanya itu.


Tiga tahun kemudian Aileen hamil lagi. Dia lalu melahirkan anak kedua yang juga berjenis kelamin laki-laki. Kebahagiaannya bersama Samuel semakin lengkap rasanya. Selang empat tahun kemudian wanita itu kembali dikaruniai seorang anak, namun kali ini bergender perempuan. Pasangan suami-istri itu merasa sangat diberkati.


Demikianlah kisah lika-liku percintaan Aileen Benyamin dan Samuel Manasye yang berakhir dengan kebahagiaan. Semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Terima kasih banyak dan jangan lupa baca novel-novel karya Sofia Grace lainnya, ya ;D

__ADS_1


SELESAI


__ADS_2