MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Berita Buruk


__ADS_3

Sepanjang siang itu Samuel merasa tidak tenang. Beberapa kali diteleponnya Aileen untuk menanyakan keadaannya. Apakah perutnya mulas lagi? Masihkah kandungannya mengalami flek?


Istrinya itu menjawab iya. Terjadi flek dua kali lagi. Tapi hanya sedikit. Itupun tidak membuat perutnya terasa mulas.


Samuel semakin merasa kuatir. Dia meminta Aileen untuk bedrest saja. Tidak usah menerjemahkan novel online dulu. Istrinya itu menurut. Dia  berkata bahwa sudah mendaftarkan diri ke dokter spesialis kandungan yang tempo hari memeriksanya. Samuel agak lega. Dia berkata akan pulang lebih cepat dari kantor supaya tidak kena macet. Pria itu ingin segera membawa sang istri periksa ke dokter.


Rupanya firasat Samuel benar. Petang harinya ketika mereka sudah berada di ruang praktik dokter spesialis kandungan, Aileen diperiksa dengan seksama. Ekspresi wajah pria setengah baya tersebut tampak prihatin. Dengan hati-hati diberitahukannya bahwa janin dalam kandungan pasiennya ternyata adalah blighted ovum.


“Apa itu, Dok?” tanya Samuel tak mengerti.


Si dokter menghela napas panjang. Lalu dijelaskannya bahwa blighted ovum merupakan janin kosong alias tidak berkembang. Janin tersebut tidak akan menjadi embrio. Cepat-lambat akan gugur dengan sendirinya. Kalaupun bisa menjadi besar hanya akan menjadi hamil anggur dan tetap harus dibersihkan. Karena berisiko menyebabkan kanker.


Terlihat jelas kengerian pada wajah Aileen saat mendengar penjelasan dokter tersebut. Ya, Tuhan! serunya pilu dalam hati. Inikah hukuman dariMu atas dosaku berhubungan badan dengan orang yang bukan suamiku?


Mata perempuan itu berkaca-kaca. Dia merasa terpukul sekali. Dokter yang melihat perubahan wajah pasiennya itu berusaha menenangkannya.


“Jangan kuatir, Bu Aileen. Hal ini sering terjadi pada kehamilan pertama. Jarang sekali terulang kembali pada kehamilan berikutnya. Kalaupun bisa terjadi, kemungkinannya kecil sekali. Di samping itu sebelum mengandung untuk kedua kalinya kelak, Bapak dan Ibu bisa menjalankan beberapa tips untuk mencegah terjadinya kegagalan seperti ini lagi.”


Samuel menepuk-nepuk tangan Aileen untuk menenangkan perasaannya. Hatinya sendiri sebenarnya juga sedih sekali. Buyar sudah impiannya untuk segera menjadi seorang ayah. Dia juga teringat pada ayah dan ibunya. Mereka pasti kecewa sekali. Harapan untuk segera menimang cucu sirna sudah.


“Apa sebenarnya penyebab terjadinya blighted ovum, Dokter?” tanya pria itu penasaran. Baginya aneh sekali bisa terjadi kehamilan tapi kosong.


Dokter lalu menerangkan bahwa janin kosong alias tidak berkembang itu bisa terjadi akibat pembelahan sel yang tidak sempurna. Bisa juga karena kualitas ****** atau sel telur tidak bagus pada saat terjadinya pembuahan.

__ADS_1


“Jadi solusinya bagaimana, Dok?” tanya Samuel lagi.


“Saya sarankan sebaiknya dikuret saja secepatnya. Untuk mencegah Ibu Aileen mengalami keguguran yang menyakitkan. Lagipula keguguran alami juga belum tentu bersih. Seringkali masih diperlukan kuretase untuk membersihkan rahim. Supaya tidak timbul kelainan di kemudian hari. Seperti munculnya polip, kista, ataupun myom pada rahim.”


Samuel berpaling pada istrinya yang diam saja sejak tadi. Sorot matanya jelas sekali menanyakan pendapat wanita itu. Namun Aileen tak bergeming. Dia masih shock dengan kabar buruk tersebut.


“Bapak dan Ibu bisa mendiskusikannya terlebih dahulu,” cetus sang dokter bijaksana. “Saya tunggu kabarnya paling lama tiga hari lagi. Supaya bisa segera dijadwalkan operasi kuretnya. Kalau terlalu lama menunggu, saya kuatir Ibu akan duluan mengalami keguguran secara alami. Itu akan menyakitkan sekali. Dan seperti yang saya bilang tadi…belum tentu bersih.”


Dokter itu kemudian memberikan nomor ponsel pribadinya pada Samuel. Dia berkata bahwa kasus yang dihadapi Aileen itu termasuk urgent. Jadi tidak masalah jika pasangan suami-istri tersebut hendak menghubunginya secara langsung jika sudah mengambil keputusan.


Samuel mengucapkan terima kasih. Dia kemudian berpamitan pada dokter tersebut beserta perawatnya. Aileen melakukan hal yang sama. Ditahannya air matanya yang hampir keluar. Dibiarkannya Samuel membimbingnya keluar dari ruang praktik dokter tersebut.


Hati perempuan itu hancur lebur. Ketika dia sudah bisa menerima kehadiran jabang bayi dalam kandungannya, eh…tiba-tiba Tuhan bermaksud mengambilnya kembali.


Wanita itu menyesali perbuatannya berkali-kali berhubungan intim dengan James. Pemuda itu akhirnya meninggalkan dirinya demi perempuan lain. Lalu janin hasil hubungan terlarang mereka juga akan direnggut Tuhan dari rahimnya.


“Dosaku begitu besar, Sam,” cetus Aileen sesenggukan.


Wajah cantiknya bersimbah air mata. “Melakukan perzinahan. Benar-benar dosa yang tak terampuni! James juga kelihatan tabiat aslinya. Dia tidak sungguh-sungguh mencintaiku. Aku bagaikan habis manis sepah dibuang. Dan janin hasil perbuatan terlarang kami ini tak mendapat restu Tuhan…. Oh, alangkah hina-dinanya aku ini. Aileen Benyamin sungguh seorang pendosa!”


Samuel memeluk tubuh istrinya erat-erat. Dielus-elusnya punggung wanita itu untuk menenangkannya. Diperlakukan semanis itu, tangisan Aileen justru semakin menjadi-jadi.


“Sudahlah, Leen. It’s ok. Kita hadapi ini sama-sama, ya,” hibur pria itu setulus hati. “Aku takkan meninggalkanmu. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku. Percayalah….”

__ADS_1


Aileen mengangguk berkali-kali. Dia tahu bisa mempercayai pria ini. Pria yang selalu siap sedia kapanpun dibutuhkan olehnya. Suaminya sendiri. Samuel Manasye….


***


Sesampainya di rumah, pasangan suami-istri itu langsung makan malam. Suasana terasa hening. Dua insan itu sibuk dengan pikiran masing-masing.


Selesai makan, Samuel mengajak istrinya berbicara di ruang keluarga. Dengan hati-hati pria itu mengutarakan pemikirannya.


“Menurutmu bagaimana kalau kita mencari second opinion, Leen? Minta pendapat dokter-dokter lain maksudku.  Barangkali mereka punya pandangan berbeda tentang kandunganmu.”


Aileen tersentak. Tak terpikir olehnya kemungkinan tersebut. Hatinya telanjur remuk-redam mendengar diagnosis dokter tadi. Perasaan bersalah yang teramat sangat begitu membebani wanita itu sampai-sampai dia tak mampu berpikir logis.


“Maksudmu…apa ada kemungkinan dokter tadi keliru mendiagnosis kehamilanku, Sam?” tanyanya ragu-ragu.


Suaminya mengangguk. Dia berkata, “Bagaimanapun juga dokter adalah manusia biasa, Leen. Bisa keliru mendiagnosis. Karena itu aku mau mengajakmu berkonsultasi pada dua dokter spesialis kandungan lainnya. Jadi total tiga dokter yang mendiagnosis kehamilanmu. Kalau dua orang diantaranya berpendapat janinmu itu memang kosong alias tidak berkembang, ya sudah. Kita kembali saja pada dokter yang pertama. Ikuti sarannya untuk menjalani kuretase….”


Aileen tercenung mendengar kata-kata suaminya barusan. Masuk akal juga, batin wanita itu setuju. Kami tidak bisa percaya begitu saja pada pendapat satu dokter. Harus minta pendapat dokter-dokter lainnya. Agar tidak keliru dalam mengambil keputusan.


Perlahan kepalanya mengangguk. Dia menyetujui usul Samuel. Pria itu tersenyum lega. Disentuhnya tangan istrinya lembut. “Jangan kuatir, Leen. Seperti kataku tadi, aku akan bersamamu menghadapi semuanya. Percayalah.”


Sang istri mengangguk. Sorot matanya menunjukkan kepercayaan yang sangat besar pada suaminya itu. Samuel merasa bahagia. Tanpa sadar didekatinya wajah cantik itu. Diciuminya bibir mungil di depannya.


Aileen tersentak. Tapi entah kenapa dia tak menolak ciuman itu. Bahkan dibalasnya dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2