MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Penyesalan James


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu, mantan kekasih James tersebut menghela napas panjang. Terbayang kembali dalam benaknya ketika pertama kali memergoki pemuda itu berjalan dengan mesra sambil merangkul Yashinta. Selang beberapa waktu kemudian eh, dia bertemu kembali dengan pasangan itu tapi dalam keadaan digiring pihak yang berwajib akibat dugaan kepemilikan narkoba!


Benar-benar ironis. Apakah ini hukuman yang harus dijalani James akibat menelantarkannya dalam keadaan hamil?


Ah, tapi dia kan nggak tahu aku hamil, cetus Aileen dalam hati berusaha pikiran buruk dalam benaknya. Sudahlah. James adalah masa lalu bagiku. Tak berarti apa-apa lagi, batin wanita itu memutuskan. Fokusku sekarang adalah mencari kesembuhan buat suamiku.


Akhirnya Aileen tak lagi membahas tentang pemuda itu dengan psikiater. Dia kembali mengeluarkan uneg-unegnya tentang Samuel.


“Meskipun kondisi suami saya itu sudah berlangsung lama, tapi saya punya keyakinan masih ada harapan untuk membuatnya menjadi laki-laki seutuhnya lagi, Dok. Cuma memang sekarang saya mengalami jalan buntu. Entah cara apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengembalikan keperkasaan suami saya,” ucapnya miris.


Sang psikiater manggut-manggut mengerti. Tak sedikit pasien yang datang kepadanya dengan kasus serupa.


“Ada sebuah cara yang bisa dipertimbangkan, Bu Aileen,” kata dokter jiwa tersebut sungguh-sungguh. “Tapi sangat berisiko.”


Si pasien menatapnya penasaran. “Cara apa itu, Dok?” tanyanya dengan rasa ingin tahu yang besar.


“Begini….”


***


Malam itu Aileen dan Samuel kembali tidur seranjang tapi saling memunggungi. Pria itu sedih karena istrinya tak begitu memperhatikannya semenjak pulang dari kantor. Sepertinya perempuan itu sibuk dengan pikirannya sendiri. Entah hal apa yang membuat Aileen kelihatan seperti orang linglung dan pendiam sekali.


Samuel tidak tahu bahwa semenjak pulang dari klinik psikiater, istrinya itu berpikir keras bagaimana cara menjalankan tips yang dikemukakan dokter tersebut. Karena metode yang dianjurkan itu cukup berbahaya. Berisiko menghancurkan perkawinannya dengan Samuel!


Aduh, Tuhan, batin wanita itu cemas. Bagaimana caraku melaksanakan gagasan psikiater itu, ya? Dia menyarankan agar aku menghadirkan kembali adegan perselingkuhan mantan pacar Sam dulu. Karena kejadian itulah yang membuat Sam mengalami kecelakaan dan impoten. Aduh, aku ini bukan aktris yang bisa berakting adegan pelukan dan ciuman dengan laki-laki lain. Terus gimana? Masa aku menyewa orang-orang untuk melakukannya?

__ADS_1


***


Esok paginya Samuel pergi ke kantor dengan tergesa-gesa. Dia tidak makan pagi bersama istrinya. Katanya ada meeting penting di kantor yang harus segera dihadiri. Aileen menatap suaminya itu dengan sorot mata kecewa. Pria itu lupa mencium dahi dan kedua pipinya waktu berpamitan.


Ya sudahlah, batin wanita itu pasrah. Barangkali Sam memang ada meeting yang penting di kantor. Aku nggak boleh terbawa perasaan hanya karena dia sesekali lupa menciumku waktu pamit pergi.


Untuk menghilangkan keresahan hatinya, Aileen menyibukkan diri dengan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Setelah itu dia ngendon di dalam kamar kerja suaminya untuk mengerjakan job-nya, yaitu menerjemahkan novel online bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.


Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. Wanita itu menghentikan pekerjaannya. Dia keluar dari dalam kamar. Diambilnya kunci pagar lalu dibukanya pintu rumah. Jantungnya terasa hampir copot ketika melihat sosok orang yang berdiri di balik pagar. James!


Melihat sang nyonya rumah berdiri terpaku melihatnya di teras, tamu tak diundang tersebut melambaikan tangan sambil tersenyum sopan. Kepalanya mengangguk hormat. Aileen spontan berjalan mendekati orang itu.


“Halo, Aileen,” sapa James malu-malu. “Maaf mengganggu. Boleh aku masuk? Nggak lama, kok. Ada hal penting yang mau kubicarakan sebentar.”


Perempuan di hadapannya tampak ragu-ragu sejenak. Namun melihat kesungguhan yang tersirat dari sorot mata pemuda itu, hatinya jadi tergerak. Dia lalu membuka pintu pagar.


Si nyonya rumah menurut. Dia mempersilakan tamunya itu untuk duduk di kursi putih yang tersedia di teras. Setelah kedua orang itu duduk di tempat masing-masing, James memulai pembicaraan.


“Aku minta maaf sudah menyakitimu, Aileen. Berselingkuh dengan Yashinta….”


Pernyataan tulus pemuda itu membuat hati mantan kekasihnya terharu. Aileen tahu sungguh tidak mudah bagi James untuk mengakui kesalahannya. Kepala wanita itu mengangguk pelan. Wajah tamunya terlihat lega. Dia lalu berkata, “Terima kasih, Aileen. Kamu memang orang yang baik.”


Baru tahu sekarang? Telat! sindir wanita itu dalam hati. Kemudian dia bertanya, “Perkembangan kasusmu gimana?”


“Oh, itu,” sahut James singkat.

__ADS_1


Dia mendesah sesaat. Lalu lanjut berkata, “Itu adalah hukuman buatku karena sudah  menelantarkanmu, Leen. Bahkan sampai kepergok dengan mata kepalamu sendiri bahwa aku berhubungan dengan wanita lain. Aku baru menyadari hal itu setelah melihatmu di mal tepat waktu aku ditangkap polisi dan BNN….”


Aileen meringis mendengar penyesalan mantan kekasihnya itu. Hukuman buat James? cetusnya dalam hati. Ya, mungkin saja. Itu adalah tangan Tuhan sendiri yang bekerja. Dia membuat keadilan bagi manusia yang tersakiti namun tidak membalas dendam.


“James,” ujar perempuan itu tenang. “Aku sudah melupakan semuanya. Kita mulai lembaran hidup baru saja sekarang. Aku sudah hidup bahagia dengan Sam. Kami berdua sepakat menjalani rumah tangga ini dengan sepenuh hati.”


Wajah James memerah. Sorot matanya tampak kecewa. Aileen dapat merasakan pemuda ini masih menaruh harapan padanya. Tapi sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur. Dirinya sudah hidup bahagia dengan Samuel sekarang.


James mengulurkan tangannya. Sorot matanya tampat getir. “Selamat sudah menemukan kebahagiaanmu, Leen. Aku turut bahagia….”


Aileen menerima uluran tangan itu dengan tulus. Hatinya terasa lapang. Masa lalunya dengan James akhirnya berujung dengan baik. “Terima kasih,” jawabnya singkat.


Ekspresi wajah si pemuda masih terlihat sendu. Selama beberapa saat suasana menjadi hening. Aileen akhirnya memecah keheningan itu dengan bertanya lagi, “James, kamu sudah bebas sekarang. Berarti kasusmu sudah selesai, ya?”


Pemuda itu mengangguk. “Aku sudah menjalani tes urine. Hasilnya negatif. Tapi hasil tes urine Yashinta positif. Dia ditahan. Dia juga sudah mengakui kesalahannya yang telah dengan sengaja memasukkan heroin ke dalam tas olahragaku. Ternyata dia beberapa kali melakukannya kalau berada di mal. Begitu sampai di luar, diam-diam dia mengambilnya kembali dari dalam tasku.”


“Oh gitu,” komentar Aileen sambil mengangguk-angguk.


“Kasus Yashinta dilanjutkan. Statusnya sudah menjadi tersangk.  Aku sendiri hanya sebatas saksi. Sesekali aku akan diminta datang untuk diambil keterangan oleh pihak yang berwajib. Nggak apa-apa. Itu memang kewajiban kita sebagai warga negara yang baik, kan?”


Aileen tersenyum. “Syukurlah semuanya berakhir dengan baik, James. Aku turut lega mendengarnya.”


“Seandainya ada yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku, Leen. Supaya hatiku benar-benar plong ,” pinta James dengan sorot mata getir.


Aileen tersentak. Ya Tuhan, inikah jawabanMu atas doa-doaku?

__ADS_1


***


__ADS_2