MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MERASA BERSALAH


__ADS_3

VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


*


"Tuan terjadi kekacauan di galeri nona Lethicia. Seorang wanita bernama Giselle mengamuk dan memecahkan beberapa keramik yang di pajangan di galeri".


"Apa?!


"Putar balik, Pedro. Dan kendarai mobil dengan kecepatan penuh", perintah Alvaro.


Alvaro segera menekan nomor handphone Lethicia, namun tidak di angkat.


"Brengsek kau Giselle, tidak berhasil menemui ku. Kau nekat membuat kekacauan di galeri istriku", batin Alvaro.


Alvaro mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. "Bagaimana keadaan istri ku Hector?"


"Nona Lethicia baik-baik saja,tuan. Untuk sementara galeri di tutup", jawab Hector.


"Hubungi pengacara Silva siapkan somasi pada pengacau itu. Hubungi juga asisten ku di Paris kau harus komunikasi dengannya", perintah Alvaro pada Hector.


"Baik tuan", jawab Hector.


Mobil yang di kendarai sopir Alvaro sudah memasuki kawasan galeri milik Lethicia.

__ADS_1


"Aku langsung turun. Kau atur penjaga-penjaga itu Héctor. Ingatkan mereka untuk lebih waspada karena bisa saja orang yang berniat jahat pada istri ku pura-pura menjadi pengunjung galeri ini. Tambahkan juga penjagaan di dalam jangan hanya di luar saja. Namun, rubah penampilan mereka sehangat mungkin jangan terlihat seperti sedang berjaga-jaga. Kau bisa buat mereka merangkap seperti guide di galeri ini", perintah Alvaro sebelum turun mobil dan berlalu langsung menuju kedalam kantor Lethicia.


*


Lethicia menyandarkan punggungnya ke Sandara kursi. Wajahnya terlihat muram. Tidak sesegar sebelum kejadian keributan yang di sebabkan oleh wanita bernama Giselle yang mengaku sebagai kekasih Alvaro.


"Aku tidak bisa menyalahkan wanita itu juga. Ia memang kekasih Alvaro. Bahkan selama menikah, Alvaro tidak pernah menceritakan hubungan nya dengan wanita itu, yang di katakannya istimewa dengan begitu mendalam".


"Huhh, demi Tuhan kenapa aku bodoh sekali. Aku melupakan bahwa Alvaro memiliki kekasih di Paris. Hampir satu bulan pernikahan kami, bahkan aku menikmati bercinta dengannya setiap saat. Aku benar-benar lupa ia sudah memiliki kekasih. Tentu saja aku dan Alvaro menyakiti hati Giselle", batin Lethicia sambil mengusap lembut Wajahnya.


Ceklek


Terlihat wajah Alvaro tergesa-gesa masuk ke ruangan Lethicia. Lethicia tak bergeming, hanya menatap tajam suaminya itu.


"Syukurlah kau tidak apa-apa". Alvaro mendekap erat tubuh Lethicia. Ia mengusap punggung istrinya yang tak bergeming sedikitpun. Bahkan Lethicia tidak membalas pelukan Alvaro.


Alvaro tersadar, ia mengurai pelukannya dan menatap lekat kedua netra Lethicia yang berkabut.


"Ada apa sayang?". Alvaro mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat pucat.


Lethicia melepaskan pelukan Alvaro dan memalingkan wajahnya. "Kita harus bicara!", ucapnya pelan namun tersirat ketegasan didalamnya.


Lethicia kembali mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Varo, maafkan aku. Aku melupakan kau sudah memiliki kekasih selama ini".


"Apa maksud mu?"


"Aku lupa kau sudah memiliki kekasih di Paris, Varo. Apa kau tidak merasa bersalah dengan kekasih mu itu. Kau bercinta dengan ku setiap saat Varo, sedangkan di tempat lain ada wanita yang kau katakan sangat spesial sedang menangis meratapi nasibnya karena kekasihnya bersama wanita lain!", ucap Lethicia menatap mata hitam Alvaro yang sedang menatapnya juga.


Lethicia memalingkan wajahnya, ia tidak ingin terlarut dalam tatapan lembut Alvaro. Tatapan memuja penuh cinta. Lethicia tidak mau terbuai, sementara Alvaro masih menjadi kekasih orang lain. Yang nyata-nyata di awal pertemuan mereka Alvaro berulang kali mengatakan kekasihnya di Paris adalah wanita istimewa sayang sangat spesial baginya.


...***...


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2