MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MERASAKAN GETARAN


__ADS_3

"Aku tidak pernah memintamu menjauh dari ku Tatiana...


Seketika Tatiana membalikkan tubuhnya menatap Nikolas yang membuka matanya. Bahkan wajah pucat Nikolas terlihat lebih bercahaya.


"N-niko.. K-kau sudah bangun?", ucap Tatiana terlihat sangat kaget.


"Aku akan memanggil dokter", ucap Tatiana hendak menekan tombol yang terhubung dengan dokter jaga.


"Tidak perlu..


"Aku akan memberi tahu Lethicia, kau pasti ingin menemui nya", ucap Tatiana dengan mata berkaca-kaca sambil menundukkan kepalanya.


"Aku tidak menginginkan siapapun di samping ku Tatiana. Aku hanya menginginkan istri ku berada di samping ku", jawab Assensio menatap Tatiana.


"Kemari lah...peluk suami mu", ucap Assensio dengan tegas, tersirat makna di setiap kata-kata nya.


"Nik... K-kau ingat pada ku?", ucap Tatiana sementara air matanya mengalir deras tanpa ia inginkan.


"T-Tapi kau menginginkan Lethicia, Nik. Aku mendengar kau memanggilnya", ucap Tatiana tak bergeming dari tempatnya.


"Kau sendiri kan yang bilang, aku memanggil nya di alam bawah sadar ku. Artinya aku tidak sadar saat menyebut nya".


Tatiana memcerna perkataan Nikolas.


"Tatiana...Apa begitu cara mu melihat suami yang baru sadar dari sakitnya? Kata mu kau ingin melihat ku bangun, sekarang tunjukkan bahwa ucapan mu itu sungguh-sungguh".

__ADS_1


"A-ku... A-ku...", Tatiana sangat gugup menghadapi Nikolas yang sekarang. Lebih tepatnya Assensio. Bicaranya sangat lugas dan tegas. Sangat berbeda dengan Nikolas yang di kenalnya.


"Ahh kau bisa membuat ku tambah sakit kalau begini Tatiana".


Assensio menarik tangan Tatiana hingga tubuhnya berada dalam pelukan nya. "Aku ingin kau menunjukkan cinta mu pada ku Tatiana, agar aku bisa mengingatnya kembali".


"Kau harus mengajari aku caranya berciuman dengan pasangan. Aku lupa tentang itu", bisik Assensio di telinga Tatiana.


Entahlah bagi Tatiana, Nikolas sangat berbeda. Sepertinya ini pertemuan pertama mereka saja. Tindakan Nikolas membuat jantung Tatiana berdebar-debar seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tatiana menuruti permintaan Nikolas, ia menyatukan bibirnya yang bergetar pada bibir Nikolas. Entahlah Tatiana sangat gugup sekarang. Padahal bukan hal baru bagi Tatiana berciuman mesra pada Nikolas. Tapi kali ini rasanya sungguh berbeda.


Begitupun dengan Assensio, ia merasakan sensasi ciuman Tatiana pada bibirnya. Padahal itu hanyalah ciuman biasa saja tapi Assensio merasakan tubuhnya menegang. Assensio menekan tengkuk Tatiana agar jangan menjauh darinya. Ia sangat menikmati ciuman itu. Assensio dapat merasakan miliknya mengeras seketika.


"Ternyata Tatiana mengatakan yang sebenarnya. Milik ku benar-benar sudah berdiri dan sembuh sekarang", batin Assensio.


Terdengar rintihan kesakitan Assensio. Cepat-cepat Tatiana mengangkat tubuhnya.


"Tubuh mu masih sakit. Aku tidak mau membuat mu semakin lama menjadi pasien di rumah sakit ini", ucap Tatiana berusaha tersenyum.


Assensio mengusap lembut wajah pucat Tatiana, masih terlihat lebam diwajahnya namun tidak parah lagi. "Aku akan cepat pulih jika kau yang merawat ku", jawab Assensio menatap lekat wajah cantik Tatiana yang merona.


"Apakah ini rasanya masih sakit sekali", tanya Assensio sambil menyentuh lebam biru di pelipis kiri Tatiana.


Tatiana menggelengkan kepalanya. "Tidak".

__ADS_1


"Besok pagi aku akan meminta dipindahkan ke ruang rawat inap saja dan meminta tempat tidur berukuran besar agar aku bisa memeluk tubuh mu", ucap Assensio menatap lembut Tatiana.


Lagi-lagi perkataan Assensio menimbulkan gelanyar di perut Tatiana. Ia merasakan Sepertinya mereka berdua baru saja saling jatuh cinta.


Sementara Tatiana terlihat sangat gugup berhadapan dengan Assensio. Ia terlihat asing dengan wajah yang sama. Namun Tatiana sangat mencintainya, siapapun yang bersamanya mau Nikolas atau pun Assensio. Tatiana sangat mencintainya.


"Apa kau sudah mengantuk sekarang? Tidur lah jika kantuk mu sudah datang".


"Tidak, aku tidak mengantuk sama sekali", jawab Tatiana pelan. Ia duduk di kursi di samping tempat tidur Assensio. Sebenarnya Assensio meminta Tatiana tidur bersama nya di atas ranjang itu, tapi Tatiana berkeberatan dengan alasan tempat tidur itu sempit untuk menampung tubuh mereka berdua. Tatiana tidak mau menyakiti tubuh Assensio jika ia tidur di sana.


"Ingatan mu sudah pulih sekarang. Aku harus memanggilmu apa? Assensio atau tetap memanggil mu dengan nama Nikolas?", tanya Tatiana sambil menggenggam jemari tangan Assensio.


"Kau boleh memanggil ku dengan nama yang kau mau. Bukankah kedua nama itu sangat bermakna. Assensio nama asliku pemberian kedua orang tua ku. Sementara Nikolas nama yang ayahmu berikan demi melindungi ku dari orang-orang yang bermaksud jahat pada ku. Kau juga selalu memanggil ku Nikolas. Jadi terserah pada mu mau memanggil ku dengan nama yang mana".


"Aku akan berlatih memanggil nama asli mu Assensio, tetapi maafkan jika aku masih memanggil mu Nikolas karena aku sudah terbiasa dengan nama itu".


Assensio tersenyum mendengar jawaban Tatiana.


"Sekarang aku benar-benar yakin... Lethicia benar mengatakan semuanya telah berubah. Ia telah bahagia dengan kakakku Álvaro, begitu pun dengan ku. Aku telah menemukan kebahagiaan bersama mu Tatiana. Aku bisa merasakan nya saat kau mencium ku. Kau membuat jantung ku berdebar kencang", Ucap Assensio membawa tangan Tatiana menempel pada dadanya.


"Mau kah kau membantu ku mengingat semua tentang kita, Tatiana? Maafkan aku jika ada beberapa kejadian yang kita alami tidak terekam di otak ku. Tapi aku yakin dengan perasaan ku bahwa aku benar-benar mencintai mu, sayang".


Tatiana terdiam mendengar ungkapan perasaan Assensio. Dengan mata berkaca-kaca Tatiana menganggukkan kepalanya dengan yakin. "Iya Assensio aku mau, aku akan membuatmu mengingat tentang kita", ucap Tatiana menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya dengan senyuman kebahagiaan.


...***...

__ADS_1


UNTUK SELANJUTNYA AUTHOR NYEBUT NIKO DENGAN NAMA ASSENSIO YA BIAR NGAK RIBET 🤣


__ADS_2