
VOTE YA π
*
Sesaat setelah Lethicia dan Alvaro sampai di kamar hotel. Tak ada yang memulai pembicaraan. Lethicia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan memunggungi Alvaro yang menatapnya di depan pintu kamar.
"Aku keruang kerja", ucap Alvaro sambil membalikkan badannya tanpa menunggu jawaban Lethicia.
Alvaro menyandarkan punggungnya pada kursi ruang kerja yang terdapat di kamar presidential suite room tempat ia dan Lethicia menginap beberapa hari di Madrid.
Sesekali terlihat Alvaro memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya pada punggung kursi.
Hector yang berdiri di depan meja kerja tidak bisa melakukan apa-apa, ia tahu pertemuan dengan orang yang wajahnya begitu mirip dengan Assensio benar-benar mempengaruhi hubungan bosnya Alvaro dan istrinya.
Sudah di pastikan akibatnya membuat Alvaro uring-uringan seperti sekarang.
"Tuan, informasi dari Raffa mengatakan bawa laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan adik anda bernama Nikolas. Ia belum lama tinggal di Madrid. Saat ini Nikolas memiliki kekasih bernama Tatiana. Tinggal di apartemen mewah tidak jauh dari hotel ini".
"Nikolas memegang jabatan penting di perusahaan orang tua Tatiana belum lama ini", ucap Hector menjelaskan dengan rinci.
Alvaro masih memejamkan matanya, terlihat sekali ia tidak berminat mendengarkan penjelasan Hector.
"Kau boleh pergi Hector aku sedang tidak berminat mendengarkan informasi apapun tentang Assensio".
"Hm, tapi masih ada lagi yang akan saya sampaikan mengenai kecelakaan pesawat tuan Assensio. Mayat yang ditemukan di pesawat yang terbakar itu kondisinya sudah tidak bisa di kenali lagi, gosong terbakar. Pihak berwajib serta nona Lethicia hanya mengenali dari jam tangan dan cincin pernikahan saja yang masih utuh pada saat di temukannya mayat tuan Assensio", ujar Hector sambil memberikan beberapa foto korban kecelakaan pesawat pribadi yang di duga sebagai Assensio.
Alvaro melihat foto itu dan melihatnya dengan fokus. Sesaat kemudian ia menaruh kembali foto itu di atas meja kerja. "Apakah mayatnya tidak di autopsi, untuk lebih memastikan?".
"Nona Lethicia tidak mau tuan. Menurut nona Lethicia dengan melihat jam tangan dan cincin pernikahan mereka, ia sudah yakin itu tuan Assensio. Nona Lethicia tidak tega lama-lama melihat kondisi tuan Assensio, ia meminta mayat tuan Assensio segera di makamkan hari itu juga karena kondisinya sangat mengenaskan. Dan atas izin tuan montana akhirnya tuan Assensio di makamkan", jawab Hector.
Ting tong..
__ADS_1
"Huhhh .. itu mungkin makanan yang ku pesan. Kau boleh pergi sekarang Hector, lakukan lah meeting daring perusahaan. Kau saja mewakili ku. Aku akan melihat istri ku", ucap Alvaro.
"Baik tuan sekarang, kalu begitu saya permisi keluar".
*
Ceklek
Alvaro membuka handle pintu kamar. Ia membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.
Terlihat Lethicia masih tidur dengan posisi seperti saat ia meninggalkan nya ke ruang kerja tadi.
"Lethicia sekarang sudah menjelang senja, kau harus makan. Kemudian minum vitamin mu. Aku sudah membawakan makanan untuk mu. Kau harus menjaga kesehatan".
Kedua netra Alvaro menatap tubuh Lethicia yang nampak berguncang-guncang. Alvaro mendekati nya dan menaruh nampan di atas nakas. Alvaro baru menyadari bahwa istrinya itu sedang menangis terisak.
Alvaro membalikkan tubuh Lethicia. Tentu saja Alvaro tidak menyukai melihat Lethicia seperti itu.
Lethicia bangun dan mendudukkan tubuhnya. "Mengerti lah sedikit saja pada ku. Pada perasaan ku. Aku benar-benar tidak menyangka Assensio masih hidup".
"Kau memintaku mengerti dengan perasaan mu? Bagaimana dengan ku, apa kau mengerti tentang perasaan ku hah. Sedari tadi kau menangis, apa kau punya perasaan? Apa akibatnya untuk anak ku yang kau kandung itu, apa kau punya perasaan? Kau menyiksanya Lethi. Apa kau hanya memikirkan suami mu yang sudah mati dan tiba-tiba muncul itu di kepala mu itu, hah?", ketus Alvaro menatap tajam Lethicia.
"Assensio belum mati, ia mungkin mengalami amnesia sehingga tidak mengenali ku", balas Lethicia dengan bibir bergetar.
"Lantas kau mau apa jika Assensio mu itu masih hidup hah? Huhhh...sudahlah, lupakan saja. Sekarang makan lah, aku tidak mau kau dan anakku sakit. Aku tidak mau kita terus berdebat seperti ini".
Lethicia memalingkan wajahnya. "Aku tidak lapar..."
"Berhentilah membuat ku kesal, atau..
"Atau apa?", balas Lethicia menantang Alvaro yang menatapnya tajam.
__ADS_1
"Aku hanya meminta mu mengerti sebentar saja perasaan ku, beri aku waktu mencerna semua yang terjadi hari ini Varo. Tapi kau mendesak ku dan menekan ku", ucap Lethicia.
"Karena kau menyulut emosi ku. Saat kau melihat laki-laki itu kau langsung berubah seperti bukan istri ku yang aku kenal. Bahkan kau tidak menganggap ku ada, yang ada di pikiran mu hanya Assensio.. Assensio. Besar sekali cintamu padanya. Aku sangat iri pada adik ku itu, hanya menatap sekilas saja membuat mu terguncang seperti ini", balas Alvaro sambil membalikkan tubuhnya.
"Apa sebegitu besarnya cinta mu pada laki-laki yang bahkan tidak mampu membahagiakan mu seutuhnya itu?".
"Hentikan Alvaro. Kau tahu betul penyebabnya apa. Jangan sekali-kali kau menyinggung masalah itu lagi", teriak Lethicia.
Alvaro berdiri sambil berkacak pinggang dan memijat keningnya. Ia berusaha menetralkan emosi nya yang menguasai dirinya. Kalau yang membuatnya seperti itu wanita lain mungkin sudah di hancur nya.
"Makanlah, aku tidak mau melihat mu menyiksa anak ku. Sekarang aku akan ketempat Moreno, saat aku kembali aku tidak mau tahu kau habiskan makanan itu! Jangan membuat ku kesal Lethicia Kanzanevaa Grigor! Audri akan menemani mu", ucap Alvaro dengan suara berat tanpa menatap kearah Lethicia ia berlalu.
...**...
MARAHAN DULU YA π€π
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1