MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
PILIHAN ASSENSIO/NIKOLAS


__ADS_3

"Tuan Dimitri sudah menceritakan semuanya kepada ku. Awal ia menemukan mu", ucap Alvaro.


"Semua yang harus kau ketahui sudah aku katakan semuanya. Aku tidak akan memaksamu kembali ke Barcelona jika kau belum siap karena belum mengingat semuanya".


"Aku juga tidak keberatan jika selama kau mengalami amnesia kau menggunakan identitas Nikolas. Semuanya demi keselamatan mu. Biarkan orang yang membuatmu hampir kehilangan nyawa berpikir sudah berhasil menghabisi mu. Suatu saat pasti akan terungkap siapa dalang di balik semua ini", tegas Alvaro sambil mengeraskan rahangnya dengan suara mengeram menahan emosi dalam dirinya. Alvaro berusaha memendam amarahnya. Kedua tangannya terkepal.


Tubuh Tatiana bergidik mendengar perkataan Alvaro. Ia sangat takut jika kejahatan mengintai keselamatan orang-orang yang disayanginya.


"Namun aku tetap akan memanggil mu dengan nama Assensio. Semoga kau tidak keberatan", ucap Alvaro.


Terlihat Nikolas menganggukkan kepalanya.


"Perlahan-lahan aku akan menceritakan semuanya pada papa. Sementara Lethicia sudah mengetahui semuanya. Aku harap dengan pernikahan mu dengan Tatiana membuat kau bahagia Assensio", Ucap Alvaro terlihat penuh kasih sayang.


Nikolas menggenggam erat tangan Tatiana. "Aku memilih tinggal di sini, di sisi istri ku Tatiana. Aku mencintainya. Aku juga ingin kalian tetap memanggil ku Nikolas, buat ku nama Assensio begitu asing. Tapi Jika kakak ingin memanggil ku dengan nama Assensio aku tidak keberatan", Ucap Nikolas membuat perasaan Tatiana berdebar kencang.


Sementara Alvaro tersenyum mendengarnya, Assensio sudah memanggilnya kakak seperti biasanya. Walaupun ia belum mengingat Alvaro sesungguhnya.


"Assensio, aku berharap kau berhati-hati dan waspada. Aku dan tuan Dimitri meyakini ada orang jahat yang ingin menghabisi mu. Sebaiknya kau memakai jasa bodyguard kemanapun. Karena kita belum mengetahui siapa penjahat itu", ucap Alvaro mengingatkan adiknya sebelum pamit pulang ke Barcelona karena urusannya di Madrid sudah selesai. Keduanya terlihat berpelukan hangat.


*

__ADS_1


Sesaat setelah Alvaro pulang, Nikolas menarik tangan Tatiana juga keluar ruang kerja Dimitri.


"Maukah saat ini kau menemaniku di ruangan ku, Tatiana?", tanya Nikolas yang terlihat masih mengumpulkan kesadarannya akan semua kebenaran tentang dirinya yang tidak diinginkan sama sekali.


Yang diingatnya sekarang hanya tentang hidupnya bersama Tatiana dan kehidupannya di Madrid saja.


"Iya, aku akan menemanimu. Ehm, tapi Nikolas bukankah sebaiknya kita pulang ke apartemen saja, kau bisa beristirahat", ucap Tatiana menatap lembut wajah tidak bersemangat Nikolas.


"Iya, kau benar. Berita yang aku terima benar-benar mempengaruhi ku. Sebaiknya kita pulang saja. Aku akan mengambil tas kerja ku. Kemudian kita keruangan mu mengambil tas mu".


Tatiana menganggukkan kepalanya.


*


"Baik tuan", jawab Hector dengan hormat.


"Kau panggil juga Arsitek setibanya kita nanti, untuk menambah kamar adikku di mansion. Aku berharap Assensio suatu hari bisa kembali ke Barcelona walaupun tidak menetap karena sudah memiliki keluarga baru".


"Baik tuan, aku segera menghubungi Arzen, untuk bekerja sesuai keinginan tuan.


"HM..", Alvaro mengalihkan pandangan matanya keluar pintu pesawat terbang yang membawa nya kembali ke Barcelona.

__ADS_1


"Huhhh, Alvaro mengembuskan nafas dalam-dalam. Sementara dagunya bertumpu pada tangannya menatap hamparan awan tebal berwarna putih bersih.


"Akhirnya aku mengatakan semuanya pada Assensio. Aku sangat berharap pada Assensio jika mendapatkan ingatannya kembali hatinya benar-benar untuk Tatiana.


"Aku berharap ia benar-benar mencintai Tatiana seperti saat ini", gumam Alvaro.


*


Nikolas merebahkan tubuhnya pada kedua paha Tatiana di sofa apartemen mereka. Beberapa saat yang lalu keduanya sudah sampai.


Nikolas terlihat tidak baik dan lesu. Ia bahkan tidak mau ke kamar dan mengganti pakaian kerja. Nikolas langsung menarik tangan Tatiana untuk duduk di sofa dan laki-laki itu merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan kepala berada di kedua paha putih mulus Tatiana yang menggunakan rok sangat pendek yang mengekspos kedua pahanya.


Sesaat keduanya berbincang membahas perkataan Alvaro. Namun menit selanjutnya terdengar nafas menderu Nikolas. Dan Tatiana merasakan pahanya sangat panas.


"Nikolas apa kau sakit?", ucap Tatiana sambil meraba kening hingga wajah suaminya.


"Oh sayang, tubuh mu sangat panas, kau demam sayang", ucap Tatiana terdengar panik.


...***...


UDAH MANGGIL SAYANG AJA SIH TATI 😂….NIKO NYA DENGER NGAK YA 🤔

__ADS_1


__ADS_2