
Mobil sport hitam milik Moreno memasuki area perusahaannya. Perusahaan berdiri dengan megahnya di pusat kota Paris.
"Moreno, apa perusahaan ini juga milik mu?", tanya Audri tak percaya melihat gedung pencakar langit didepan matanya.
Terpampang logo di bagian depan gedung "ANTERAS COMPANY".
Audri melebarkan kedua matanya, "Apa kau sekaya ini Reno?", gumam Audri terkejut tidak mempercayainya. Audri tahu bahwa Moreno orang kaya, namun tidak menyangka sekaya ini.
"Jaringan bisnis mu begitu luas dan berskala internasional. Kau memiliki hotel berbintang dan mall di kota Madrid. Yang kau miliki juga di kota Marseille.
Sekarang kau mengajak ku kesini, kau pun memiliki perusahaan megah di kota Paris. Wow...aku tidak percaya memiliki kekasih orang kaya seperti mu Reno", ucap Audri menatap lekat Moreno yang menghentikan mobilnya tepat di depan lobby perusahaannya.
Moreno tersenyum mendengar celotehan polos dan lugu Audri.
"Perusahaan ini adalah perusahaan yang didirikan oleh daddy Anteras puluhan tahun yang lalu. Perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi. Sementara jaringan hotel, mall dan resort adalah peninggalan kakek ku. Berhubung kakek hanya memiliki daddy sebagai penerusnya dan daddy hanya memiliki aku, maka jadilah perusahaan ini turun pada ku sebagai pewaris kerajaan bisnis Anteras", ucap Moreno menjelaskan sekilas runutan kerajaan bisnis yang dipimpinnya sekarang.
"Sekarang kita sudah sampai, selamat datang di perusahaan kita", ucap Moreno menggengam erat jemari tangan Audri.
Audri tersenyum dan menyambut tangan Moreno.
__ADS_1
"Selamat siang tuan Moreno. Selamat datang kembali di Perusahaan", Ucap asisten Moreno di Paris. Audri ingat laki-laki itu. Ia pernah melihatnya saat pembukaan hotel Moreno di Madrid. Dimana pertemuan pertama mereka terjadi.
"Siang Anderson. Kita langsung keruangan ku saja", perintah Moreno.
Saat sampai di ruangan kerja Moreno yang ada di lantai enam puluh, Audri langsung melihat-lihat keadaan ruang kerja kekasihnya. Hingga gadis itu menemukan tempat terbaik di sana, yaitu balkon yang berhadapan langsung dengan menara Eiffel yang terkenal seantero dunia.
Moreno memerintahkan Anderson memanggil direktur marketing dan direktur produksi keruangan nya juga sekarang. Ia ingin memeriksa pembukuan perusahaan selama tidak berada di Paris.
Moreno mencari keberadaan Audri. Ia tersenyum melihat kekasihnya itu mengeluarkan handphone miliknya dan melakukan selfie seorang diri dengan view menara Eiffel tower. "Apa yang kau lakukan Audri? kau berfoto seorang diri, kenapa tidak mengajak kekasih mu?".
"Di sini pemandangan sangat memukau Reno, seperti mimpi berada di gedung yang bisa melihat menara Eiffel begitu jelas begini", jawab Audri.
"Tentu saja aku menyukainya. Salah satu kota romantis di dunia. Kau tahu Reno, bahkan saat masih kecil dulunya aku pernah berkhayal bagaimana rasanya jika aku di lamar di atas tower menara Eiffel yang menjulang. Ahh pasti sangat romantis sekali", ucap Audri tertawa mengingat keinginan saat masih duduk di sekolah dasar.
"Gila bukan. Anak kecil yang baru berusia sebelas tahun sudah memiliki khayalan dewasa seperti itu. Aku suka tertawa sendiri jika mengingat kekonyolan ku dulu", Ucap Audri tertawa terbahak.
Moreno menatap lekat wajah cantik kekasihnya itu. "Itu impian yang sangat indah sayang", balas Moreno mengusap lembut wajah Audri. Tangan Moreno melingkar di pinggang Audri.
"Setelah pekerjaan ku selesai hari ini aku akan mengajakmu ke sana. Sekarang sebaiknya kau istirahat saja di kamar ku, bukankah perjalanan tujuh jam lebih itu melelahkan, hem?".
__ADS_1
"Tapi aku tidak lelah Reno. Karena pemandangan dari kota Marseille ke Paris benar-benar memanjakan mata ku. Bolehkah aku tetap di sini saja Reno? Aku belum puas menikmati view indah dari ruangan mu ini", ujar Audri setengah memohon.
Moreno tersenyum mendengarnya. "Tentu saja boleh kau bebas melakukan apa yang kau sukai".
"Terimakasih sayang", ucap Audri sambil menjijitkan kakinya mencium lembut rahang Moreno. Namun Moreno menginginkan Audri menciumnya di tempat lain. "Aku akan mengajarimu cara berterima kasih yang benar pada kekasih mu".
Moreno me*umat bibir Audri, laki-laki itu memperdalam ciumannya. Audri terdiam dengan tubuh bergetar hebat. Andai saja Moreno tidak memegang pinggangnya mungkin tubuhnya akan jatuh kelantai.
Ting tong..
Moreno menghentikan ciumannya. Ia menyatukan wajahnya pada wajah kekasihnya itu. "Aku ingin kita segera menikah, sayang", ucap Moreno di depan bibir ranum Audri yang terbuka.
"Aku akan cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan ku, hem? Jika kau ingin istirahat kau kekamar ku saja, di sana", tunjuk Moreno ke salah satu pintu yang tidak jauh dari mereka berdiri.
Audri masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Gadis itu menganggukkan kepalanya. "Ia Reno, selesaikan lah urusan mu. Aku tidak apa-apa di sini".
...***...
INI BAB TERAKHIR HARI INI YA, SAMPAI JUMPA BESOK 🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏