MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
BAHAGIA DAN HARU


__ADS_3

Keesokan harinya..


Moreno baru saja selesai meeting dengan jajaran petinggi perusahaannya.


"Anderson, apa masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan sekarang?", tanya Moreno pada asistennya saat keduanya menuju ke ruangan nya.


"Tidak ada lagi tuan, semua berkas-berkas yang harus tuan tandatangani sudah selesai kemarin. Koordinasi dengan dengan direktur sudah tuan lakukan juga. Sekarang tidak ada lagi jadwal yang mendesak", jawab Anderson melihat jadwal bos-nya di iPad miliknya.


Ting


Moreno dan Anderson keluar dari lift khusus. Keduanya melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Moreno.


"Maaf tuan Moreno, di ruangan anda ada teman anda. Tuan Liam dan tuan Fernandez", ucap sekertaris Moreno.


Moreno menganggukkan kepalanya. "Anderson, nanti saja kau keruangan ku. Kerjakan saja pekerjaan mu yang lainnya", perintah Moreno.


"Baik tuan", jawab Anderson dengan hormat dan berlalu dari hadapan Moreno.


Moreno membuka handle pintu ruang kerjanya. Terlihat dua temannya itu sedang berbincang sambil menikmati segelas kopi.


"Ada apa kalian menemui ku?".


Liam dan Fernandez menatap kearah pintu. "Apa berita ini benar, dude?", Tanya Fernandez sambil memperlihatkan koran hari ini dengan tajuk berita membahas tentang Moreno Anteras.


"Benarkah semalam kau melamar gadis di menara Eiffel?", tanya Fernandez.


"Cepat sekali berita menyebar", jawab Moreno mendudukkan tubuhnya di sofa panjang yang berada di hadapan kedua temannya itu.


"Bukankah gadis yang kau lamar itu Audri asistennya Lethicia, Reno?", tanya Liam menatap lekat wajah sahabatnya yang tiba-tiba pagi ini menghiasi pemberitaan media baik media cetak maupun media online.


"Hm..", jawab Moreno menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.


"Berarti kau dan Audri memang sepasang kekasih Reno? Sejak kapan kalian berhubungan dude? Apa semenjak di Madrid waktu itu?", tanya Fernandez penasaran.


"Iya. Aku memang menyukainya saat bertemu di pembukaan hotel milikku. Aku terkesan pada pertemuan pertama dengan Audri. Dilanjutkan pertemuan kedua dan seterusnya", jawab Moreno sambil menyesap minuman nya.

__ADS_1


"Wah, kau ini ternyata gerak cepat sekali. Untung kau mendahului bastard satu ini", Ucap Fernandez tertawa.


"Apa maksud mu", ketus Moreno menatap tajam kedua sahabatnya itu bergantian.


"Calm down, dude. Aku tidak melakukan apa-apa pada kekasih mu. Hanya saja aku pernah berbincang bersamanya saat kau mengajak kami ke mall milik mu itu. Asal kau tahu Reno, aku juga mengagumi dan menyukai Audri", ucap Liam serius.


Ucapan Liam, membuat Moreno menegakkan posisi duduknya dan menghunuskan tatapan tajam pada sahabat nya itu.


"Kau jangan salah paham teman, kau kan tahu sendiri setelah di Madrid aku tidak menemui Audri lagi. Bahkan ia membatalkan janji untuk pergi bersama ku malam harinya", jawab Liam lagi serius.


Moreno terlihat lebih tenang. Memang benar apa yang di katakan Liam. waktu di Madrid saat di Madrid Audri hendak pergi bersama Liam tapi Moreno memaksa Audri untuk bersamanya dan membatalkan janji dengan sahabatnya itu. Karena saat itu, Moreno sudah merasakan perasaan yang berbeda untuk Audri waktu itu.


Tok tokk tokk


"Reno aku sud..


Wajah cantik Audri terlihat didepan pintu.


"Kau sudah kembali dengan Donna dari jalan-jalannya sayang? Kemari lah", ucap Moreno.


"Hai Audri, senang melihat mu lagi. Aku ucapkan selamat untuk hubungan mu dengan sahabat ku Moreno", ucap Liam dengan tulus begitu juga dengan Fernandez menyapa ramah Audri.


*


"Akhirnya kita sampai juga di Barcelona", ucap Nikolas menatap keluar jendela pesawat pribadi yang membawa ia dan Tatiana ke kota Barcelona.


Tatiana menggenggam erat jemari tangan Nikolas. Memberikan kekuatan dan menenangkan perasaan suami nya itu.


"Tenanglah Nik, semuanya akan baik-baik saja. Seperti kau tahu keluarga mu sangat menyayangi mu. Begitupun dengan ku dan keluarga ku sangat mendukung mu", ucap Tatiana tersenyum sambil mengusap lembut punggung Nikolas.


Nikolas membalas senyuman itu. "Ayo kita turun".


Nikolas menggenggam erat jemari tangan Tatiana. Keduanya langsung menuju pintu kedatangan di bandara El Prat Barcelona.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam telah menunggu Nikolas dan istrinya.

__ADS_1


Hector dan Pedro yang di perintahkan langsung oleh Alvaro untuk menjemput adiknya itu.


"Selamat datang di Barcelona tuan Assen...Eh maaf, tuan Nikolas", ucap Hector dengan hormat.


"Tidak apa-apa kau boleh memanggil ku dengan nama Nikolas atau pun Assensio. Apalah arti sebuah nama bukan? Yang terpenting aku bisa melihat keluarga ku lagi", jawab Nikolas tersenyum.


Pedro untuk yang pertama melihat sosok yang sangat mirip dengan Assensio melototkan kedua matanya tidak percaya. "T-Tuan muda A-Assensio? Apa kau mengingatku? Kau biasa memanggil ku paman Pedro nak", ucap Pedro mengingatkan Nikolas.


"Senang bisa bertemu dengan mu lagi paman. Doa kan aku segera mengingat mu lagi", balas Nikolas ramah bahkan ia membalas pelukan Pedro.


"Sebaiknya tuan Nikolas dan nona Tatiana naik lah ke mobil. Menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan", ujar Hector sambil memberikan instruksi pada pengawal Nikolas untuk segera menaiki mobil mereka masingmasing.


Pedro mengendarai mobil dengan kecepatan sedang di jalanan yang luas membentang menuju mansion Montana.


Tentu saja kedatangan Nikolas sudah sangat di tunggu-tunggu oleh Montana bahkan ia tidak mau berdandan seperti orang sakit. Ia ingin nampak sehat saat bertemu dengan putra bungsunya Assensio.


"Aku sangat merindukanmu nak. Bagaimanapun pun kondisi mu buat ku yang paling penting kau tetap ada itulah yang paling penting".


...***...


JIKA MASIH ADA TYPO NANTI SORE DI REVISI YA 🙏


HARAP MAKLUM, CURI2 WAKTU UPDATE DI SAAT JAM KERJA RL🤭


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2