MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
UNGKAPAN PERASAAN


__ADS_3

"Ah, aneh kenapa tiba-tiba bisa hilang? Tadi saya lihat dengan jelas nona, mereka sedang bersiap-siap melakukan konferensi pers dan judulnya pun sudah menyebutkan nama nona terlibat sebuah scandal", Jawab Audri memberikan penjelasan. Ia terlihat bodoh sekali sekarang sudah mengganggu Lethicia-Alvaro, sekarang berita yang ia bawa lenyap tak berjejak. Website nya pun hilang.


"Ehem", terdengar Alvaro berdehem.


"Sekarang kau boleh keluar dari ruangan istri ku, Audri. Kau sudah mengganggu ku dan istriku", perintah Alvaro terdengar ketus.


"Hm... maafkan saya nona-tuan, ada kesalahan di sini. Saya permisi", jawab Audri terlihat salah tingkah membalikkan tubuhnya sambil menggaruk kepalanya.


"Sekarang kita lanjutkan yang tertunda tadi".


Lethicia melebarkan matanya. "Aku sedang bekerja Varo, lihatlah perbuatan kekasih mu membuat ku rugi, keramik-keramik bernilai ku hancur berkeping-keping. Dan aku harus menutup galeri ku sekarang", balas Lethicia terlihat tidak berminat.


"Alright sekarang kita pulang kita lanjutkan di rumah", ucap Alvaro sambil mendekati tempat duduk Lethicia.


"Kau ini benar-benar tidak empati ya, aku sedang tertimpa musibah begini kau malah mengajak ku ikut pulang dan melanjutkan hubungan intim yang tertunda", ketus Lethicia kesal.


"Kau tidak usah menguatirkan galeri mu, Lethicia semua sudah teratasi", jawab Alvaro menarik tangan Lethicia agar berdiri.


Tok tokk tok


"Masuk!", jawab Alvaro. Sementara Lethicia diam tak bergeming namun ia mengikuti Alvaro berdiri dari kursinya.

__ADS_1


Ceklek


"Maaf tuan mengganggu tuan dan nona. Saya hanya menyampaikan Galeria nona sudah bisa di buka kembali. Semua keramik-keramik sudah tertata rapi", ujar Hector. Kemudian ia pamit keluar ruangan itu.


Lethicia kaget mendengar perkataan Hector. Ia menatap lekat netra Alvaro.


"Apa maksud asisten mu bicara seperti itu Varo?", tanya Lethicia penasaran. Ia melangkahkan kakinya menuju galeri diikuti Alvaro di belakangnya.


Tiba di galeri terlihat pintu suda di buka kembali menandakan galeri terbuka untuk umum. Lethicia melihat keramik-keramik yang sudah pecah tadi sudah berganti dengan keramik-keramik sangat cantik dan berkualitas tinggi sudah terpajang di tempatnya.


Lethicia melihat keramik-keramik itu, di pastikan bukan buatan tangannya. "Varo...?"


Alvaro mendekati Lethicia, ia memeluk tubuh istrinya. "Itu adalah bentuk permintaan maaf ku kepada mu atas perbuatan Giselle yang tidak bertanggung jawab".


"Bagaimana mungkin Varo, kapan kau membawa keramik ini?"


"Keramik-keramik ini adalah karya terbaik ku. Not for sale. Aku selalu membawanya kemanapun aku berada. Saat ini aku sudah memutuskan menetap di Barcelona, artinya keramik ini ku bawa juga. Semuanya baru saja datang dari Paris. Dan aku meminta orang ku membawanya kemari. Sekarang keramik-keramik itu milik mu, aku memberinya khusus untuk istri ku. Wanita yang sangat aku cintai", ucap Alvaro bersungguh sungguh.


Mendengar perkataan Alvaro, membuat kedua mata Lethicia menghangat.


"Varo.."

__ADS_1


Lethicia membalikkan tubuhnya dan memeluk erat tubuh Alvaro. Menyandarkan wajahnya pada dada bidang suaminya yang berdiri tegap di hadapan Lethicia.


"Kau membuat ku terharu", lirih Lethicia sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Alvaro.


Alvaro mengangkat dagu Lethicia agar menatapnya. "Bukan itu saja sayang. Maaf kan aku, belum menceritakan yang sebenarnya pada mu. Hubungan ku dengan Giselle sudah putus saat kepulangan ku ke Paris beberapa waktu yang lalu. Aku memutuskan hubungan kami".


Tentu saja ucapan Alvaro membuat Lethicia terkejut, ia melonggarkan pelukannya dan menatap lekat wajah tampan Álvaro. "A-pa yang sebenarnya terjadi Varo?", tanya Lethicia kaget. Bahkan mulutnya masih terbuka.


"Kau ingat hari itu, aku hampir lupa menghubungi mu padahal aku sudah berjanji untuk segera menghubungi mu. Karena aku memergoki Giselle berhubungan intim dengan laki-laki lain".


"Apa kau masih ingat aku menghubungi mu di tengah malam, hem? Dan aku mengatakan ingin memajukan pernikahan kita. Kau menjawab ku terserah.. Malam itu aku melakukan panggilan video pada mu. Aku bisa melihat matamu bengkak sehabis menangis, Lethicia. Di saat hati ku juga hancur malam itu. tetapi aku tidak sedih melihat Giselle selingkuh dari ku".


"Melihat wanita itu selingkuh dengan mata kepala ku sendiri artinya membukakan mata dan pikiran ku siapa dia sebenarnya".


"Tidak butuh waktu yang lama untuk aku menyadari, bahwa sesungguhnya aku mengakui pilihan papa ternyata benar-benar tepat untuk ku. Aku mencintaimu sepenuh hatiku Lethicia. Jangan pernah ragukan itu. Aku bukan tipe laki-laki yang mudah untuk mencintai seseorang, karena aku selama ini trauma dengan pernikahan kedua orangtuaku", Ucap Alvaro sambil mengusap lembut wajah istrinya.


"Oh sayang, aku juga mencintaimu. Sangat", balas Lethicia sambil menjijitkan kakinya menyatukan bibirnya pada bibir Alvaro yang juga membalasnya dengan sangat mesra.


...***...


Hai, kalau ada typo nanti di revisi ya. Lagi sibuk dg pekerjaan di dunia nyata 🙏...tetap dukung trs ya kak nanti pasti update lg 🤗

__ADS_1


__ADS_2