
Hujan deras membasahi kota Madrid.
Saat ini Audri sedang berada di pusat perbelanjaan yang terletak satu area dengan hotel berbintang milik Moreno Anteras. Pusat perbelanjaan disana menjual berbagai macam oleh-oleh khas Madrid mulai dari pernak pernik hingga barang-barang branded dan makanan khas Madrid.
Audri sangat kagum melihat konsep tenant yang ada di sana. Ia berjalan-jalan seorang diri. Dari pagi hingga siang hari.
Setelah mengetahui hari ini mereka belum kembali ke Barcelona tidak ada yang bisa Audri lakukan. Lethicia membebaskan Audri, karena bosnya itu memilih untuk menghabiskan waktu bersama suaminya di kamar hotel saja.
Pada akhirnya Audri untuk mengisi waktu dengan jalan-jalan ke pusat kota Madrid yang sangat indah dengan konsep modern.
Sebenarnya Audri janjian dengan Hector untuk pergi bersama, namun Hector mendadak ada pekerjaan penting yang di perintahkan Alvaro, akhirnya Audri pergi sendirian.
"Wah ternyata sudah berjam-jam aku di sini, tempat ini benar-benar memanjakan mata pengunjung seperti ku", gumam Audri sambil memilih pernak-pernik yang akan di belinya sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di galeri.
"Bagaimana caranya aku pulang ke hotel kalau hujan deras begini", batin Audri saat hendak keluar pusat perbelanjaan ternyata hujan sangat deras membasahi kota Madrid.
Beberapa saat kemudian terlihat mobil mewah beriringan berhenti di depan pintu lobby. Keamanan segera mensterilkan area tersebut. Termasuk tempat Audri berdiri untuk di kosongkan.
Dari kejauhan Audri melihat tiga orang turun dari mobil mewah tersebut. "Tuan Moreno, tuan Fernandez, tuan Liam?"
Terlihat ketiganya di sambut beberapa orang yang terlihat bukan orang sembarangan di pusat perbelanjaan itu. Dan berjalan beriringan menuju suatu tempat. Moreno berbincang dengan laki-laki yang menyambut kedatangannya.
Sementara Fernandez dan Liam berjalan di belakang Moreno. Liam yang melihat Audri berdiri di kejauhan melambaikan tangannya kearah Audri.
"Siapa yang kau sapa Liam?", tanya Fernandez.
"Asisten Lethicia. Aku ke tempatnya sekarang. Kau beri tahu Moreno", ucap Liam. Tanpa menunggu jawaban Fernandez, Liam membalikkan tubuhnya menuju tempat Audri berdiri.
Setelah di temani manajer berkeliling dengan melihat beberapa tenant yang ada di pusat perbelanjaan itu, Moreno baru menyadari hanya ada Fernandez bersamanya.
"Kemana Liam?", tanya Moreno sambil menatap sekeliling dan tidak melihat sahabatnya itu.
"Menemui gadis itu"
"Gadis siapa yang kau maksud?", balas Moreno.
__ADS_1
"Asistennya istri Alvaro", jawab Fernandez tanpa menatap Moreno yang terlihat menatapnya tajam.
"Maksud mu Audri?".
"Iya...memangnya siapa lagi dude", balas Fernandez tak perduli terlihat sedang sibuk dengan handphone miliknya.
"Shitt.."
Terlihat Moreno berbicara sebentar dengan manajer, kemudian menarik tangan Fernandez. "Di mana bastard satu itu?", ketusnya.
"Oh Oh..calm down, ada apa dengan mu, dude. Kau dan Liam membuat ku bingung saja", ucap Fernandez menggaruk kepalanya.
Fernandez tidak menemukan keberadaan sahabatnya Liam di tempat tadi.
"Mungkin Liam dan Audri di suatu tempat sekarang. Kau seperti tidak tahu saja dengan bastard satu itu. Bahkan ia bisa dengan sangat mudah mengajak wanita yang baru di kenalnya menghabiskan waktu bersama di tempat tidur", seloroh Fernandez tersenyum.
"Kau sama brengseknya dengan Liam! Hentikan senyum menjijikkan mu itu!", ketus Moreno terlihat sangat kesal.
"Kenapa kau jadi marah-marah seperti ini Moreno, seperti kekasih mu sedang di ambil orang saja", seru Fernandez.
"Apakah kau melihat laki-laki ini?", tanya Fernandez memperlihatkan foto Liam yang ada di handphone miliknya.
Keamanan itu tersenyum, "Mereka ada di restoran Italia di lantai tiga, tuan", jawab keamanan itu dengan sopan.
Moreno langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Fernandez dan keamanan.
Fernandez menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu. "Sangat tidak ramah, bahkan tidak mengucapkan terimakasih pada orang yang telah membantunya", gerutu Fernandez segera mengikuti langkah kaki Moreno masuk ke lift khusus.
*
Terlihat Audri tertawa sambil memegang perutnya yang sampai terasa sakit karena guyonan yang di sampaikan Liam.
Keduanya terlihat akrab sambil menikmati hidangan Italia food. Sesekali Audri tertawa saat Liam memberikan joke-joke yang menggelitik perutnya karena lucu.
"Ehem...", terdengar suara dehaman yang menghentikan tawa Audri gadis itu menatap sumber suara. "Tuan Moreno..
__ADS_1
"Apa kami mengganggu kalian?", ketus Moreno menatap tajam sahabatnya Liam yang tidak perduli dengan tatapan yang di tujukan Moreno padanya.
"Oh, tentu saja tidak tuan", jawab Audri dengan cepat.
Moreno duduk di samping Audri, sementara Fernandez duduk di sebelah Liam.
"Kenapa kalian menyusul ku? Bukankah kau harus mengontrol pusat perbelanjaan milik mu ini Reno? Masak hanya sebentar sudah kelar perkejaan mu", ucap Liam menatap tajam Moreno yang juga menghunuskan tatapan tajam pada sahabat nya itu.
"Bukan urusan mu", jawab Moreno dengan ketus.
Terlihat Liam mendelikkan kedua matanya sambil tersenyum mendengar jawaban Moreno yang terlihat kesal.
Audri menyadari ada sesuatu antara keduanya. "Maaf tuan Moreno tuan Fernandez saya permisi pulang ke hotel. Nanti nona Lethicia membutuhkan saya", ucap Audri dengan sopan dan hormat.
"Terimakasih makan siangnya Liam. Sampai jumpa", ucap Audri dengan akrab.
"Sama-sama Audri, aku akan menjemput mu pukul tujuh malam", jawab Liam tersenyum.
Audri pun membalas senyuman itu sambil menganggukkan kepalanya, dan membalikkan tubuhnya.
Moreno menekuk wajahnya melihat keakraban keduannya. "Shitt, brengsek kau Liam", umpat Moreno kesal. Ia pun membalikkan tubuhnya meninggalkan dua sahabatnya yang bertukar pandang, merasa aneh dengan sikap Moreno yang terlihat menyusul Audri.
"Audri..."
Spontan Audri membalikan badannya. Ia melihat Moreno melangkah cepat menghampiri nya. "Ada apa tuan?"
"Kebetulan sekali aku juga mau pulang ke hotel dan di luar hujan deras. Ayo ikut bersama ku saja", ucap Moreno menarik tangan Audri tanpa menunggu jawaban.
"T-Tapi tuan..
"Tidak ada tapi-tapi! Dan berhenti memanggil ku tuan, kau bisa memanggil nama Liam tanpa embel-embel tuan, kenapa dengan ku kau formal".
Audri terdiam tak berkata-kata lagi, ia hanya mengikuti langkah Moreno yang menarik tangannya.
...***...
__ADS_1
MAAF SLOW UPDATE YA, TETAP DUKUNG MA...VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA π