MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MATADOR


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul empat sore.


Tamu undangan sudah memenuhi stadion Las Ventas tempat diadakannya pesta pernikahan Moreno dan Audri di kota kelahiran istrinya. Dengan mengadakan pertunjukan matador.


Semuanya keluarga besar Moreno dan Audri ikut hadir dan sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan. Begitupun teman-teman Moreno dan Audri sudah duduk, tepatnya di bangku belakang Moreno dan Audri.


Teman-teman lama Audri pun banyak yang hadir memberikan selamat untuknya.


Audri memilih gaun sederhana dan simpel untuk kali ini, karena acara di adakan di ruangan terbuka. Ia memilih gaun berwarna putih model off shoulder yang memperlihatkan bahunya. Dengan rok model pensil selutut.


Sementara untuk rambutnya, ia memilih di urai menyamping model Side-swept glam look . dengan rambut ikal bergelombang. Audri memilih gaya klasik, menambahkan aksesoris bunga berwarna putih senada dengan gaunnya. Wanita itu terlihat sangat mempesona.


Begitupun dengan Moreno, laki-laki itu terlihat gagah dan tampan menggunakan stelan jas berwarna putih.


Terdengar suara MC laki-laki dan wanita yang membuka acara dari tengah lapangan. Mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


Kemudian acara selanjutnya di suguhkan tarian tradisional Spanyol Flamenco , tarian yang dilakukan berpasangan wanita dan pria itu sangat bersemangat penuh gairah.


"Sayang acaranya seru sekali. Aku baru kali ini melihat pertunjukan matador secara langsung, apa menyeramkan? Aku akan meminjam bahu mu jika aku ketakutan nanti", ucap Lethicia sambil memeluk lengan Alvaro.


"Aku pun sudah lama sekali tidak melihat pertunjukan seperti ini. Tentu saja kau boleh memeluk suami mu", jawab Alvaro sambil mengusap lembut jemari Lethicia yang ada di lengannya.

__ADS_1


Sesaat kemudian terdengar suara MC yang mengatakan beberapa saat lagi akan di adakan pertunjukan banteng vs seorang torrero yang di persembahkan khusus untuk kedua mempelai.


Stadion Las Ventas terdengar riuh tepuk tangan penonton. Tamu undangan terlihat sangat antusias, begitu melihat seorang torrero keluar dari tempat khusus. Ternyata torrero yang akan tampil adalah seorang wanita. Ia menggunakan pakaian khusus berwarna gold dan memegang kain berwarna merah fanta.


Sesaat torrero memperkenalkan dirinya sebagai anak didik dari Alberto yang merupakan ayah Audri. Ia berucap akan memberikan pertunjukan terbaiknya dihadapan semua tamu undangan terkhusus kedua mempelai. Terutama mempelai wanita yang merupakan salah satu torrero kebanggaan kota Valencia. "Meskipun nona Audri tidak aktif lagi sebagai seorang torrero, saya yakin ia masih salah satu yang terbaik yang di miliki kota ini".


Di layar televisi raksasa di perlihatkan beberapa potongan video bagaimana hebatnya Audri saat menjadi torrero. Saat ia masih remaja, tentu saja banteng yang di lawannya berukuran masih sedang.


Tepuk tangan membahana di seluruh penjuru stadion. Decak kagum tamu undangan menatap sosok Audri dari layar televisi raksasa yang terpasang di sisi lapangan.


Moreno berdiri dan mengulurkan tangannya yang di sambut haru Audri. Keduanya berdiri mengucapkan terimakasih kepada semua yang hadir. Moreno memeluk tubuh istrinya dan mengecup lembut kening Audri.


Keluarga Audri dan Moreno serta teman-temannya berdiri memberikan tepuk tangan menandakan dukungan mereka pada kedua mempelai yang berbahagia.


Menit berikutnya pertunjukan pun di mulai, dengan gerakan lincah torrero bergerak memancing banteng dengan kain lebar berwarna merah. Banteng berukuran besar itu mengejarnya. Para penonton berteriak dan menutup mulut mereka ketakutan saat tanduk banteng hampir saja mengenai tubuh torrero.


Lethicia menjerit dan menyembunyikan wajahnya pada dada Alvaro. Sementara Tatiana berdiri sambil menutup mulutnya. Raffaella yang nyatanya seorang wanita gagah seketika ciut nyalinya.Tanpa sadar ia mencengkram lengan Liam sambil menyembunyikan wajahnya pada punggung Liam. Tentu saja Liam senang melihat Raffaella seperti itu. "Wanita tetaplah seorang wanita, mau sekuat apapun gadis ini tetaplah seorang wanita yang butuh perlindungan dari laki-laki", batin Liam.


Beberapa menit kemudian. Pertunjukan matador telah berakhir. Di pertunjukan ini torrero tidak sampai membunuh banteng karena ini adalah pertunjukan yang di gelar untuk pernikahan. Tidak mungkin sampai membunuh hewan liar itu hingga berdarah-darah.


Hanya seorang torero yang sangat ahli yang dapat naik tingkat sebagai seorang matador dalam sebuah pertarungan melawan banteng. Karena itu di butuhkan ketenangan dan keberanian bersamaan.

__ADS_1


Decak kagum tamu undangan melihat pertunjukan matador yang sudah sedikit peminatnya saat ini karena pergeseran zaman.


*


Pesta matador telah usai.


Moreno dan teman-temannya kembali ke resort. Di sana di adakan garden party. Musik mengalun indah. Moreno dan Audri berdansa begitu pun Fernandez dan Carla. Menit berikutnya Assensio mengajak Tatiana melantai.


Tertinggal di meja bulat itu pasangan Alvaro dan Lethicia serta Liam dan Raffaella.


Raffaella yang duduk di samping Liam terlihat sedang berpikir. Ia nampak ragu-ragu. "Varo.."


Alvaro dan Lethicia yang sedang menikmati pasangan berdansa menatap Raffaella. "Ada apa Raffaella?"


"Bisa tidak aku pindah ke kamar lainnya saja, bagaimana mungkin aku tidur dengan Liam Varo", ucap Raffaella menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Liam yang mendengarnya menyandarkan punggungnya sambil mengalihkan perhatiannya pada pasangan yang sedang berdansa romantis. Namun ia memasang telinganya untuk mendengarkan pembicaraan antara Raffaella dan Alvaro.


"Memang sebelumnya Moreno menempatkan kau sekamar dengan Carla. Tapi Fernandez dan Carla mau mereka satu kamar. Sementara kamar-kamar yang lain full terisi. Kau lihat sendiri kan banyaknya keluarga Moreno dan Audri semuanya menginap di resort ini. Aku ingin kau didekat Lethi Raffaella. Jadi kau jangan tidur ditempat lain", jawab Alvaro.


"Yes, aku suka sekali jawaban mu, dude", batin Liam tertawa bahagia dalam hatinya.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Raffaella, ia mencebikkan bibirnya sambil memijat pelipisnya.


...***...


__ADS_2