MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MELANJUTKAN RITUAL PENGANTIN BARU


__ADS_3

Pagi menjelang..


Hujan deras mengguyur kota Barcelona pagi harinya.


Audri membuka kedua matanya lebih dulu, sementara Moreno masih tertidur pulas.


Keduanya terlelap dengan tubuh telanjang. Entah berapa kali semalam Audri dan Moreno mengulangi percintaan mereka.


Perlahan Audri hendak beranjak dari tempat tidurnya. "Ahh perih...", ucapnya pelan sambil meringis menahan rasa perih di pusat tubuhnya.


"Tubuh ku terasa remuk begini", lirihnya.


"Sebaiknya aku berendam dengan air hangat dengan aromaterapi lavender", gumam Audri berusaha hendak bangkit sambil menahan rasa sakit teramat sangat.


"Ahh...Aww"


"Sayang ada apa?". Moreno tersentak bangun dari tidur lelapnya.


"Aku ingin membersihkan tubuh ku, rasanya sangat lengket semua. Aku ingin kekamar mandi, tapi rasanya sakit sekali Reno", lirih Audri sambil meringis menahan rasa sakit di selangkangannya.


Moreno tersenyum mendengarnya. Baginya wajar Audri kesakitan, bercinta semalam adalah yang pertama baginya. Tambah lagi mereka melakukannya berkali-kali semalam hingga menjelang fajar.


"Ayo kita berendam bersama", ucap Moreno spontan mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.


"Reno, aku bisa sendiri", seru Audri. Ia tampak tersipu-sipu melihat tubuh mereka masih telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi sebagian tubuh mereka.


Saat di kamar mandi, Moreno mendudukkan tubuh istrinya di kursi bulat di depan cermin berukuran besar yang ada di depan bathtub.


Moreno mengisi bathtub dengan air hangat dan menuang essentials aromaterapi lavender yang begitu harum membuat pikiran menjadi jernih seketika.


Sementara Audri membuka mulutnya dan melototkan kedua matanya saat melihat kondisi tubuhnya penuh dengan tanda-tanda merah bahkan ada yang berubah menjadi warna keunguan.

__ADS_1


Ditambah lagi rambut panjang yang nampak kusut dengan sisa makeup resepsi yang belum sempat di bersihkan semalam.


"Aku sangat mengerikan sekali", lirih Audri menatap tanda-tanda merah di sekujur tubuhnya.


"Aku justru menyukainya, kau sangat seksi Audri", ucap Moreno tersenyum menatap Istrinya melalui cermin didepannya.


"Lihatlah ulah mu, Reno. Tubuh ku merah semua begini. Aku tidak mau keluar kamar hari ini. Apa kata orang-orang jika melihat leher ku merah semua seperti ini", seru Audri mengusap lehernya.


"Good. Hari ini kita habiskan waktu di kamar saja. Aku setuju dengan ide mu", jawab Moreno penuh makna.


Tanpa di pinta, Moreno mengangkat tubuh istrinya masuk kedalam bathtub berukuran besar itu. Begitupun dengan Moreno keduanya berendam bersama.


Audri masih terlihat malu-malu. Ia memunggungi suaminya. Sementara mengusap lembut lehernya.


Moreno tersenyum melihat tingkah Audri. "Apa yang kau tutupi dariku, aku sudah melihat semuanya", bisik Moreno di belakang telinga Audri. Hembusan nafas Moreno bisa di rasakan Audri.


"Ahh, yang benar saja Reno. Aku malu jika dalam keadaan sadar begini kau menatap ku intens", seru Audri.


Tanpa izin terlebih dahulu, Moreno melahap dada Audri bergantian. Dan menyapukan lidahnya pada puncak yang terlihat memerah sisa percintaan semalam.


"R-reno HM...Apa yang kau lakukan", tubuh ku masih sakit semua.


"Aku tidak akan membuatmu kesakitan. Aku hanya bermain seperti ini saja", jawab Moreno memilih puncak gundukan kenyal Audri.


Cukup lama Moreno membenamkan wajahnya diantara dua dada Audri, membuat de*ahan lolos dari mulut Audri. "Akh...


Moreno tersenyum mendengarnya. Sementara miliknya kembali berdiri dengan keras dibawah tekanan inti Audri.


Moreno mengangkat sedikit tubuh istrinya. Miliknya bersiap memasuki inti Audri lagi.


"Moreno, katamu kau tidak akan membuat ku kesakitan lagi. "Akh...Ahh... OH R-reno", teriak Audri saat merasakan milik Moreno kembali memasuki intinya dari bawah, sementara audri dan Moreno dalam posisi duduk di dalam bathtub.

__ADS_1


Audri memeluk erat leher Moreno saat merasakan miliknya di hentak kuat inti Moreno.


"Ahh Ahh A-Ahh, S-sayang...", racau Audri mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya.


Sementara bagian tubuh bawah Moreno bekerja keras, bibir Moreno menghisap kuat kedua dada Audri bergantian.


Lenguhan panjang tertahan terdengar dari bibir Audri. Bahkan bunyi cipratan air terdengar begitu kerasnya muncrat keluar dari bathtub.


Kali ini waktu yang di butuhkan untuk mencapai puncak tidak terlalu lama, hanya tiga puluh menit saja.


Audri menyandarkan wajahnya pada bahu Moreno. Keduanya masih mengatur nafas yang menderu setelah mendapatkan orgasme bersamaan.


Sangat gila, mereka bercinta di dalam bathtub. Tapi Audri sangat menikmatinya. Ternyata rasanya tidak sakit sama sekali. Justru Audri mereguk kenikmatan yang membuncah.


"Apa rasanya masih sakit seperti semalam?", ujar Moreno mengangkat tubuh Audri ke sampingnya.


"Tidak Reno, aku menyukainya", bisik Audri mencium lembut rahang Moreno.


Tentu saja Moreno tersenyum mendengarnya. "Sekarang kita selesaikan ritual rendaman ini agar tubuh mu segar lagi. Kemudian kita sarapan".


"Aku senang kita hanya menghabiskan waktu di kamar saja, kita bisa bercinta sepuasnya. Selesai mandi aku ingin kau tidak menggunakan pakai apapun", bisik Moreno menggoda Audri sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya.


Mendengar perkataan Moreno membuat tubuh Audri memanas seperti di aliran listrik. Sementara wajahnya sudah memerah seperti buah tomat yang baru di petik. Namun Audri tidak bisa menampik, ia sangat menginginkan tubuh Moreno. Lihatlah, sebentar saja di sentuh laki-laki itu sudah membuat Audri men*esah tidak karuan.


Pengalaman pertama yang membuat Audri mabuk kepayang.


...***...


MASIH MAU LANJUT? VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


MUMPUNG JADWAL KOSONG BISALAH CRAZY UP...TAPI KALIAN BANTU KARYA INI MENUJU 1 M ❤️

__ADS_1


__ADS_2