MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
SOSOK YANG DIKENALI LETHICIA


__ADS_3

VOTE YA 🙏🤗


*


Alvaro, Hector dan Moreno berada di dalam ruangan CCTV. Tentu saja itu bukanlah hal yang sulit karena pemilik hotel lah yang memberi perintah langsung kepada bawahannya agar melihatkan semua rekaman CCTV yang di butuhkan temannya Alvaro.


Alvaro menyebutkan kisaran waktu, pukul berapa ia melihat orang yang di katanya Assensio atau sosok yang hanya kebetulan saja mirip saja dengan Assensio.


Seorang operator memutar video sesuai waktu yang ingin dilihat Alvaro.


"Nah itu dia, mundurkan tiga detik", perintah Alvaro.


"Ya itu, perbesar gambar bagian belakang!", perintah Alvaro lagi.


Operator mengikuti perintah itu. Dan gambar pun berhenti di bagian belakang orang-orang yang keluar dari Lift umum.


"Bisakah kau perjelas gambar laki-laki itu",ujar Alvaro sambil menunjuk seseorang yang berjalan sedikit tertunduk.


Dan operator pun mengikuti permintaan Álvaro.


Huhhh... Alvaro menarik nafas dalam-dalam, ia mengusap wajahnya. Ia tidak bisa menutupi wajah kagetnya melihat dengan jelas siapa laki-laki yang ada di layar itu. Begitu pun dengan Hector. Asisten Alvaro tentu saja tahu siapa orang yang ingin di lihat bos-nya.


"T-tuan Assensio? T-Tapi tidak mungkin itu tuan.. Assensio".


Sementara Moreno yang sebelumnya terlihat biasa-biasa saja, langsung bersedekap di dadanya sambil mengusap dagunya dengan tangan kanannya. Ia tahu laki-laki yang di layar monitor itu adalah Assensio adik Alvaro. Tapi bagaimana mungkin ia orang yang sama, karena Assensio sudah meninggal. Moreno pernah beberapa kali bertemu dengan Assensio, karena pemuda itu meminta bantuannya untuk di pertemukan dengan sang kakak Alvaro yang saat itu begitu membenci dirinya.


"Sekarang kalian mengerti apa yang aku pikirkan kan, itu jelas Assensio. Ia masih hidup", ucap Alvaro dengan tatapan tajam.


"Tapi rasanya tidak mungkin Varo. Kau harus memastikan nya lagi. Jika adikmu masih hidup lantas siapa yang di kuburkan itu. Ini sangat rumit", seru Moreno.


"Apa yang harus saya lakukan tuan?", tanya Héctor masih menatap layar monitor dan memperhatikan dengan lekat wajah Assensio yang terpampang di layar monitor.

__ADS_1


"Kau cari tahu semuanya, kerahkan orang menyelidiki semuanya Hector. Lakukanlah dengan sangat hati-hati aku tidak mau membahayakan keluarga ku. Kau investigasi mulai Assensio menaiki pesawat hingga pesawat mendarat darurat dan mengalami kebakaran di bandara", perintah Alvaro.


"Baik tuan, sekarang juga saya akan berkoordinasi dengan Raffa yang akan melakukan penyelidikan", jawab Hector sambil permisi melaksanakan tugasnya tersebut.


Sementara Alvaro dan Moreno kembali ke kamar Moreno. Tiba di depan pintu terlihat dua temannya lainnya yang sudah menunggu.


"Kalian berdua dari mana, kenapa lama sekali?", tanya Fernandez menatap Alvaro dan Moreno bergantian.


"Kita bicara di dalam", jawab Moreno.


*


Alvaro menceritakan semuanya kepada Fernandez dan Liam. Yang mendengarkan dengan serius.


Tentu saja kedua teman Alvaro terkejut mendengarnya. Namun mereka percaya akan cerita Alvaro karena Moreno juga melihat rekaman CCTV itu.


"Varo, selain kau akan mencari tahu kebenaran itu bagaimana dengan istri mu Lethicia juga papa mu yang kondisinya sedang sakit", tanya Moreno.


"Pernikahan mu dengan Lethicia terancam batal Varo, mengingat Lethicia adalah istri Assensio jika ternyata Assensio masih hidup", ucap Liam nampak berpikir.


"Saran ku sebaiknya secepatnya kau ceritakan semua ini pada istri mu Varo, supaya tidak jadi bumerang untuk mu. Selanjutnya biarkan istri mu yang memutuskan", ujar Fernandez.


Alvaro mengusap wajahnya dengan kasar. Sejenak ia berpikir. "Aku tidak akan menyerahkan Lethicia bagaimanapun keadaannya. Aku benar-benar mencintai nya. Aku pastikan hidup ku tak akan sama lagi jika harus berpisah dengannya", ketus Alvaro dengan tatapan tajam sambil menautkan kedua alisnya dan tangan mengepal.


Ketiga sahabat Alvaro saling bertukar pandang mendengar perkataan Alvaro.


*


"Audri, ayo kita kembali ke hotel. Beberapa jam lagi kita akan terbang kembali ke Barcelona", ujar Lethicia melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah menunggu ia dan Audri.


"Baik nona", jawab Audri mengikuti langkah kaki Lethicia masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Saat ini keduanya berada di pusat kota Madrid. Lethicia dan Audri sehabis berkunjung ke museum De Prado yang terletak di pusat kota Madrid. Hanya sepuluh menit saja jaraknya dari hotel Moreno jika memakai mobil ke sana.


Mobil yang di kendarai sopir Moreno melaju dengan kecepatan sedang. Hanya beberapa menit dari museum Prado kedua netra Lethicia menatap para pejalan kaki yang berjalan di sisi kanan dan kiri jalanan kota Madrid.


Lethicia mengucek matanya untuk memastikan pengelihatan nya.


Kedua iris Lethicia terbelalak kaget saat melihat seseorang yang begitu di kenalnya sedang berjalan di tepi jalan.


"A-Assensio?"


Tanpa pikir panjang. "Pak berhenti... berhenti sekarang!", teriak Lethicia dengan kencang mengejutkan Audri dan sopir.


Lethicia tidak menghiraukan rasa kaget Audri ataupun sopir. Ia membuka pintu..


"Nona mau kemana?", ujar Audri terperangah melihat tindakan bosnya tiba-tiba berlari menjauh keluar mobil.


...***...


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2