
Percobaan ketiga itu lagi-lagi berujung pada hal yang sama seperti percobaan-percobaan sebelumnya. Kejantanan Samuel sama sekali tidak bangkit.
Hebatnya Aileen tak putus asa. Beberapa hari kemudian wanita itu membuatkan suaminya ramuan jamu yang menurut testimoni para pria di internet mampu membangkitkan kejantanan mereka hingga membuat pasangan klepek-klepek.
"Apa ini, Sayang?" tanya sang suami saat disodori satu gelas besar minuman berwarna tidak jelas. Bagaikan kombinasi antara coklat muda dengan hijau tua. Samuel menatap cairan tersebut dengan perasaan jijik.
"Jamu ajaib buatmu, Sayang," jawab Aileen sembari menatap lembut suami tercintanya itu.
Tatapan khas istrinya itu selalu membuat hati Samuel tersentuh. Haizzz..., keluhnya dalam hati. Penampakan ramuan itu saja sudah membuatku merinding. Gimana harus meminumnya? Bisa-bisa aku mual dan muntah-muntah!
"Aku sudah mencicipinya, Sayang," ucap Aileen seperti dapat membaca isi hati suaminya. "Pahit, sih. Tapi masih layak dikonsumsi, kok. Kamu mau kan, menghabiskannya? Aku janji, kalau percobaan kali ini masih belum berhasil juga, kita berhenti dulu untuk sementara. Istirahat selama beberapa waktu sementara aku mencari inspirasi lain. Gimana?"
Sang suami mengangguk setuju. Diambilnya gelas berukuran jumbo dari tangan istrinya itu. Lalu tanpa menunggu lagi segera ditenggaknya jamu istimewa tersebut sampai habis. Ekspresi wajah pria itu langsung berubah. Meringis getir dan mendesah seperti habis merasakan sesuatu yang luar biasa tidak enak. Matanya sampai merem-melek dan mulutnya menganga lebar.
"Oh, Gosh.... Aileen! Mana air putih? Jamu ini pahit luar biasa. Amit-amit, deh. Minuman paling nggak enak yang pernah kutenggak!"
Istrinya itu tersenyum prihatin. "Parah banget rasanya ya, Sam?" tanyanya iba.
Sang suami menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali. "Kamu tadi paling cuma nyicip sedikit, Sayang. Jadi cuma kerasa pahit aja. Kalau ngabisin segelas gede begini...amit-amit, deh! Sori, Sayang. Tapi ini benar-benar mengerikan rasanya. Tak terlukiskan dengan kata-kata. Perutku langsung mual. Mau muntah!"
Aileen langsung panik. "Please, jangan muntah, Sam," pintanya serius. "Susah banget lho, aku kumpulin bahan-bahan untuk bikin jamu itu. Ada beberapa yang langka sampai aku harus nitip ke tukang sayur keliling untuk bantu nyariin."
"Whatever, Honey," sahut pria itu tak peduli. "Aku mau minum air putih sekarang."
"Jangan, Sam. Kamu harus nunggu setengah jam dulu baru bisa minum atau makan."
__ADS_1
"Hah?!"
"Pe...petunjuknya memang begitu, Sayang. Supaya ramuan tadi terserap secara sempurna dalam tubuhmu. Jadi khasiatnya tokcer beneran...."
Samuel terduduk lemas. Mati aku! batin pria itu mengeluh. Terus gimana caranya menghilangkan rasa memuakkan dalam mulut dan lambungku ini?
"Tahan ya, Sayang. Cuma setengah jam, kan? Sini kuhibur supaya kamu nggak terlalu menderita...."
Selanjutnya pria yang tengah sengsara itu pasrah saja ketika istrinya mulai menciumi bibirnya.
"Huweeekkk!"
Ternyata Aileen sendiri tak tahan dengan rasa memuakkan yang tersisa dalam mulut suaminya. Dia langsung menghentikan ciumannya dan berlari menuju ke kamar mandi.
"Kamu sendiri nggak tahan sama aroma jamu yang kamu bikin, Leen!" teriaknya keras agar terdengar oleh istrinya yang berada di dalam kamar mandi. "Apalagi aku yang menghabiskan satu gelas jumbo!"
***
Percobaan yang keempat itu lagi-lagi tak berujung pada hasil yang diharapkan Aileen. Pedang pusaka suaminya tak bergeming menunjukkan kegagahannya. Perempuan itu mulai merasa putus asa. Samuel berkata tak mau lagi dipaksa mengkonsumsi obat maupun jamu demi memulihkan kejantanannya.
"Aku lelah, Leen," keluh Samuel terus terang. "Kalau kamu masih mau berusaha, silakan. Asal jangan lagi pakai obat, jamu, atau apapun yang harus kutelan."
Sang istri terpaksa mengangguk setuju. Dia lalu meminta maaf karena jamu buatannya luar biasa dahsyat tidak enak. Pun tak membuahkan hasil yang mereka harapkan.
"Leen...," cetus suaminya sembari menatap perempuan itu sungguh-sungguh. "Apakah kamu keberatan kalau kondisiku tetap seperti ini untuk seterusnya? Aku bersedia mempelajari cara-cara lain untuk memberikan nafkah batin padamu, Sayang. Please, jangan tinggalkan aku, ya. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa kamu...."
__ADS_1
Samuel langsung menghambur ke arah istrinya. Dicumbuinya perempuan itu penuh gairah. Seperti yang sudah-sudah, dia akan membawa Aileen menuju surga tanpa harus melibatkan pedang pusakanya yang lebih suka diam tak bereaksi.
Ya sudahlah, batin istri Samuel itu pasrah. Kunikmati saja momen ini. Kasihan juga Sam terus-menerus menderita akibat percobaan-percobaan yang kulakukan. Dia juga sudah mengorbankan harga dirinya di depanku. Oh, Tuhan. Tolong beri aku hikmat agar dapat mengembalikan martabat suamiku yang baik hati ini....
***
Tiga hari kemudian Aileen mengalami menstruasi. Dia memberitahu Samuel ketika pria itu bermaksud menyentuhnya. Terlihat jelas suami Aileen itu menghela napas lega ketika mengetahui hal itu.
Barangkali Sam merasa lelah dengan upaya-upayaku selama ini, batin perempuan itu menduga-duga. Kasihan juga, sih. Dia selalu menuruti keinginanku. Tapi semuanya berakhir tanpa hasil. Haizzz.... Terus apalagi yang harus kulakukan, Tuhan? Aku merasa belum optimal berupaya demi kesembuhan suamiku. Aku mesti gimana lagi, ya?
Karena tak menemukan jawaban, Aileen akhirnya memutuskan untuk pergi berdoa secara mandiri di gereja. Dia melakukannya pada siang hari saat suaminya tengah bekerja di kantor.
Dengan pasrah, perempuan itu melangkah masuk ke dalam ruangan besar tempat pernikahannya dengan Samuel dulu diberkati. Dia lalu duduk di salah satu bangku. Tatapannya lurus ke arah salib Tuhan Yesus yang berdiri dengan megahnya di altar.
"Bapaku Yang Maha Kudus," ucap wanita itu memulai doanya. "Di tempat inilah pernikahanku dengan Sam disaksikan olehMu. Pernikahan sandiwara yang ternyata Kau setujui dan sakralkan. Meskipun kemudian aku banyak berbuat dosa, tapi Kau masih memberiku kesempatan untuk memperbaikinya."
Kalimat Aileen terhenti. Matanya masih tertutup rapat. Perempuan itu berusaha menenangkan perasaannya yang bergejolak. Beberapa saat kemudian terdengar suara istri Samuel itu melanjutkan doanya kembali.
"Puji syukur atas kasihMu yang luar biasa ya, Tuhan. Aku telah Kau angkat dari lumpur dosa sehingga bisa sepenuh hati mencintai suamiku. Tapi kebahagiaan kami berdua akan terasa lebih lengkap lagi jika bisa terjadi persatuan yang utuh sebagai suami-istri. Kumohon berikan hikmat pada kami ya, Bapa. Jalan apa yang harus kami tempuh agar impian itu bisa tercapai. Dan mampukan kami agar memahami hikmat yang Kau berikan itu. Terima kasih, Bapa. Amin."
Begitu doanya selesai, Aileen segera membuka matanya. Lalu dia menghela napas panjang. Hati perempuan itu terasa tenang sekarang. Dirinya yakin Tuhan mendengarkan doa yang dipanjatkannya dengan sungguh-sungguh. Bibirnya mengulas senyuman yang teramat manis. Perasaannya dihinggapi rasa sukacita.
Kemudian istri Samuel itu bangkit berdiri dari tempat duduknya. Dengan penuh keyakinan dia berjalan meninggalkan ruangan gereja tersebut. Hatinya benar-benar terasa lapang.
***
__ADS_1