
"Lakukan dengan pelan-pelan sayang. Ini yang pertama kalinya bagiku", lirih Raffaella dengan suara bergetar menahan rasa bergelora di dalam tubuhnya.
Raffaella terlentang dengan kedua kaki tertekuk. Sementara Liam memposisikan miliknya tepat di inti Raffaella. Liam sengaja memilih posisi klasik seperti itu mengingat ini pengalaman Raffaella bercinta. Tentu saja Liam akan memperlakukannya dengan sangat lembut.
Perlahan milik Liam hendak menerobos masuk ke inti istrinya. Sesaat kemudian Raffaella merintih dan meringis menahan rasa perih di pusat tubuhnya.
"Sayang...Apa kau sudah merenggut keperawanan ku? Aku sudah merasakan kesakitan tadi", ucap Raffaella dengan lugu sesaat membuka matanya menatap suaminya yang bertumpu pada lututnya memasuki intinya
"Bertahanlah, milikku kesulitan memasuki mu. Milik mu sangat sempit sayang", jawab Liam pelan. Lagi-lagi Raffaella merintih saat merasakan sakit kembali dipusat tubuhnya.
Namun menit berikutnya bukan lagi rintihan dan meringis yang keluar dari bibir Raffaella. Kali ini jeritan keras seperti lolongan yang meluncur dari mulutnya saat merasakan sakit luar biasa di intinya seperti terkoyak oleh benda tumpul.
"A-AHH S-akittt", Ucap Raffaella menahan sakit teramat sangat bahkan kristal bening turun mengalir di sudut-sudut matanya hingga menyentuh bantal yang menopang kepala Raffaella.
Liam melihat istrinya sangat kesakitan. Sesungguhnya Liam iba melihat kondisi Raffaella saat ini begitu kesakitan. Liam mendiamkan miliknya, menenangkan Raffaella dengan ciuman dan menggelitik puncak gundukan kenyal miliknya yang sudah semakin mengeras.
"Bertahanlah sayang, sakit ya hanya sesaat saja. Setelah ini kau akan merasakan kenikmatan yang tiada tara", bisik Liam di telinga Raffaella.
"Akh...", de*ahan kembali lolos dari bibir Raffaella.
Benar saja, sentuhan Liam mampu mengurangi rasa sakit pada intinya. Dan tubuh Raffaella kembali memanas. Kedua tangannya memeluk erat tubuh suaminya yang berada diatas tubuhnya.
Sesaat kemudian Liam mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, memaju-mundurkan pinggulnya.
__ADS_1
"Ahh...Akh sayang", lenguh Raffaella saat merasa sodokan diintinya yang memberikan rasa luar biasa.
Ternyata yang di katakan Liam benar, sakit yang di rasakan hanya sesaat saja. Kemudian rasa kenikmatan lah yang melingkupi seluruh tubuh Raffaella.
"Akh..Oh my God". "Ahh...Sayang", lirih Raffaella saat merasakan hentakan pelan berganti dengan hentakan-hentakan kuat dan keras yang membuat Raffaella men*esah tak karuan.
"A-pa sekarang sudah tidak sakit lagi rasanya?", ucap Liam dengan suara bergetar dan serak menatap Raffaella yang tak henti mengeluarkan suara lenguhan kenikmatan.
Raffaella tidak menggubris pertanyaan Liam. Yang keluar dari bibirnya hanyalah de*ahan dan erangan.
"Ahh...Ohh hentikan sayang aku mau ke toilet sebentar", ucap Raffaella berusaha mengangkat tubuh dan mendorong tubuh Liam yang sedang memacu adrenalin nya semakin menghentakkan miliknya kuat dan dalam ke inti Raffaella.
Liam tahu Raffaella akan mendapatkan pelepasannya.
"Akh...tidak mungkin sayang. Jorok. Ahhh Liam maafkan, aku pipis", teriak Raffaella tersentak sambil melebarkan matanya menatap suaminya yang mengenadahkan kepalanya sambil mengeram,
saat merasakan milik istrinya menghisap kuat intinya.
"Tunggu sebentar lagi sayang, aku menyelesaikannya", bisik Liam sambil me*umat bibir Raffaella dengan sedikit berbeda terasa bergetar dan dingin.
Liam kembali memompa miliknya hingga dalam ke inti Raffaella. Hentakan kuat Liam kembali membuat tubuh Raffaella merasakan sensasi luar biasa. "S-ayang aku merasakannya lagi...Akhh L-LIAM", teriak Raffaella mengeliatkan tubuh yang tiba-tiba bergetar hebat di bawah kungkungan tubuh atletis suaminya.
Liam merasakan milik Raffaella kembali menghisap kuat miliknya. Kali ini hisapannya benar membuat Liam mencapai puncak kenikmatan luar biasa. Keduanya mendapatkan orgasme bersamaan. Keduanya sama-sama menjeritkan nama pasangan.
__ADS_1
Keduanya terkulai.
Tubuh Liam seperti ingin meledak ketika menumpahkan cairan hangat ke inti Raffaella. Tak henti laki-laki itu mengeram panjang. Liam baru merasakan nikmatnya bercinta dengan perawan untuk yang pertama kalinya. Rasa yang tidak pernah di rasakannya pada wanita manapun yang pernah di tidurinya. Rasa Raffaella berkali-kali lipat nikmatnya.
Sementara Raffaella merasakan semburan kuat pada intinya, ia merasakan cairan hangat mengalir masuk kedalam intinya. Raffaella melepaskan pelukannya pada punggung Liam.
Sementara Liam masih mendiamkan miliknya pada inti istrinya. Sesaat kemudian perlahan ia baru mencabut miliknya dari inti Raffaella.
Selanjutnya Liam mendekap erat tubuh Raffaella yang masih terdengar mengatur nafasnya yang menderu.
"Apa aku benar-benar menyakiti mu, sayang?", tanya Liam pelan sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya.
Raffaella menganggukkan kepalanya pelan. "Rasanya benar-benar sakit Liam. Kau harus bertanggung jawab! Besok aku akan membalas mu", jawab Raffaella sambil memejamkan matanya.
"Aku siap menerimanya. Kenapa tidak sekarang saja kau membalas ku, hem?".
Tidak ada sahutan dari Raffaella lagi. Nafasnya pun sudah terdengar teratur menandakan Raffaella sudah tertidur karena kelelahan.
"Terimakasih sayang, kau memberikan diri mu seutuhnya untuk ku malam ini. Aku sangat mencintaimu Raffaella. Kau benar-benar merubah ku.Terimakasih sayang, percaya lah aku akan menjaga cinta kita. Aku berjanji tidak akan membuat mu meneteskan air kesedihan", ucap Liam sambil mencium lembut pucuk kepala Raffaella yang terlelap dalam pelukannya.
"Andai saja kita bertemu jauh sebelum ini, tentu hidup ku sudah lama bahagia. Tapi ini lah takdir kita Raffaella. Takdir mempertemukan kita belum lama ini. Namun... Percayalah pada ku, aku sangat mencintaimu sayang. Aku ingin hidup normal dengan memiliki anak-anak sebagai pelengkap kesempurnaan cinta kita", ucap Liam sambil memeluk erat tubuh Raffaella dan memejamkan matanya.
...***...
__ADS_1
SELAMAT MALAM, SAMPAI JUMPA ESOK HARI🙏