MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Muslihat


__ADS_3

Suatu sore Samuel pulang dari kantor dalam keadaan lelah sekali. Hari ini perundingan dengan pihak supplier bahan baku pabrik peralatan dapur miliknya berjalan alot dan belum mencapai kata sepakat.


Persaingan penjualan di pasar semakin ketat. Pembeli semakin jeli dalam memilih produk. Harga dan kualitas menjadi poin utama dalam membeli produk peralatan dapur.


Oleh karena itulah  selama beberapa tahun ini perusahaan milik Ruben tak  menaikkan harga jual produk dengan tujuan agar tidak ditinggalkan konsumen. Meskipun margin yang dihasilkan tipis sekali, tapi mereka tetap berusaha menghasilkan produk dengan kualitas terbaik namun dengan harga terjangkau.


Sayangnya tadi pihak supplier berkata bahwa ketersediaan bahan baku semakin menipis dan biaya transportasi untuk memperolehnya semakin mahal. Oleh karena itu mereka terpaksa harus menaikkan harga jual bahan baku kepada pabrik milik Ruben.


Karena tak tercapai kesepakatan, maka perundingan dengan pihak supplier tersebut harus  dilanjutkan beberapa hari lagi. Kedua belah pihak akan memikirkan terlebih dahulu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.


Samuel membuka pintu rumahnya dengan lesu. Ingin sekali dirinya bertemu Aileen. Pelukan lembut istrinya itu dapat melegakan perasaannya yang kalut seperti sekarang.


Sayang sekali orang yang dicarinya itu tak tampak batang hidungnya. Dipanggil-panggilnya sang istri berkali-kali. Dicarinya perempuan itu ke segenap penjuru ruangan-ruangan di lantai satu. Namun sama sekali tak tampak sosok belahan jiwanya itu.


Selanjutnya pandangan Samuel terpaku pada meja makan. Dahi pria itu mengerut tanda curiga. Ada dua buah gelas berisi soft drink berwarna coklat tua di atas meja. Isi kedua gelas itu tinggal separuh. Bagian bawah gelas dipenuhi air sebagai tanda pengembunan soft drink yang diambil dari dalam kulkas.


“Ada tamu,” celetuk Samuel pada dirinya sendiri. “Dia minum bersama Aileen di meja makan. Tapi minuman mereka tidak dihabiskan. Terus dimana mereka sekarang?”


Tiba-tiba perasaan tak enak menyeruak dalam hatinya. Siapa tamu yang datang itu? Jangan-jangan….


Setengah berlari pria itu menghambur naik tangga ke lantai dua. Sesampainya di ujung tangga telinganya mendengar erangan-erangan wanita yang sangat dikenalnya. Aileen! jeritnya dalam hati. Apa yang kamu lakukan?

__ADS_1


Perasaan pria itu campur-aduk. Antara marah, sedih, dan terluka. Dia merasa terkhianati. Dibukanya pintu kamar tamu. Alangkah terkejutnya pria itu melihat punggung telanjang seorang laki-laki terpampang di depannya. Orang itu tengah berada di atas tubuh seorang perempuan.


Samuel terpana. Dia langsung teringat pada adegan serupa yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Ketika dia memergoki Angela, kekasihnya sewaktu kuliah di Ohio, berhubungan badan dengan mahasiswa lain.


Ya Tuhan, jerit pria itu dalam hati. Apa sebenarnya salahku, Tuhan? Kenapa kejadian yang sama terulang kembali?!


Matanya nanar menatap pria yang tengah berasyik-masyuk dengan Aileen itu. “James!” teriak Samuel keras sekali. “Bajingan! Berani-beraninya kamu masuk ke rumahku lagi. Jahanam. Bedebah!”


Tanpa ba-bi-bu lagi diserangnya mantan kekasih istrinya itu. Bogem mentahnya mengenai wajah tampan James. Lalu pemuda itu diseretnya turun dari ranjang dan dipukuli berkali-kali. Mantan kekasih Aileen itu diam saja. Dia sama sekali tak melawan.


Berkali-kali terdengar jeritan histeris seorang perempuan. Samuel tersentak. Itu bukan suara istrinya!


Dia menoleh pada wanita yang mengenakan lingerie seksi berwarna merah itu. Ya Tuhan, dia bukan Aileen! seru Samuel dalam hati. Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana istriku?


“Maafkan aku, Sam,” ucap wanita itu sendu. “James tidak bersalah. Kamu lihat sendiri perempuan yang bersama James itu bukan aku.”


Samuel lalu berpaling pada wanita yang menjerit tadi. Dia masih tak mengerti. Bentuk wajah, warna kulit, dan postur tubuhnya sekilas memang mirip dengan Aileen. Tapi kalau dilihat dari dekat begini jelas beda sekali parasnya.  Selain itu usianya juga lebih tua. Penampilannya pun seperti bukan perempuan baik-baik. Perempuan itu bergerak mendekati James. Ekspresi wajahnya  begitu ketakutan.


Ya Tuhan, keluh Samuel dalam hati. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa James pacaran dengan perempuan lain di dalam rumahku?


“Maaf, Sam,” kata Aileen kemudian. “Aku bilang sama James bahwa kamu masih cemburu karena aku dulu berhubungan dengannya di dalam kamar ini. Kamu jadi trauma dan nggak mau masuk ke dalam kamar ini lagi. Selain itu kamu juga masih curiga jangan-jangan aku masih menjalin hubungan dengan James. Makanya kuminta dia melakukan adegan panas dengan perempuan yang mirip denganku di dalam kamar ini agar kamu tidak trauma lagi. Supaya kamu percaya bahwa aku sudah putus beneran dengan James!”

__ADS_1


Penjelasan sang istri membuat Samuel tersadar. Ditatapnya wanita itu penuh arti. Aileen yang memahami maksud tatapan mata itu mengangguk.


Samuel mendesah. Kedua tangannya memegang kepala. Dia mulai paham bahwa ini adalah trik istrinya untuk mengembalikan kejantanannya. Yaitu dengan cara me-reka ulang adegan waktu Samuel memergoki Angela berselingkuh dulu. Aileen tidak mengungkapkan maksud yang  sebenarnya itu pada James.


Samuel lalu memeluk istrinya erat sekali. Tak terpikir olehnya betapa beraninya Aileen melakukan hal ini. Berpura-pura berselingkuh kembali dengan James demi menyembuhkan trauma yang dialami suaminya!


Aileen menangis tersedu-sedu dalam pelukan pria yang dicintainya itu. Syukurlah semua baik-baik saja, Tuhan, batinnya lega. Aku sempat takut menjalankan tips dari psikiater ini. Takut Sam lari lagi seperti waktu memergoki perselingkuhan Angela dulu. Takut Sam meninggalkanku untuk selama-lamanya….


“Aku minta maaf, James,” kata Samuel sembari mengulurkan tangannya. “Hajar saja aku semaumu supaya impas.”


James meringis. Wajahnya memar-memar tak karuan. Darah keluar dari sudut bibirnya. Perempuan yang bersamanya mengelap luka James dengan tisu.


“Kita sudah impas,” jawab James seraya menerima uluran tangan Samuel. “Aku juga minta maaf telah menyakitimu dan Aileen. Aku senang kalian hidup bahagia. Selamat, ya.”


“Terima kasih,” sahut Samuel tulus. Dibantunya pemuda itu bangkit berdiri. “Ayo kuantar kamu ke rumah sakit sekarang.”


James menggeleng. “Aileen sudah menyiapkan taksi untukku sejak tadi. Biar Sheila saja yang mengantarku ke rumah sakit naik taksi itu,” kata pemuda itu.


Samuel berpaling pada istrinya. Wanita itu mengangguk. Ternyata Aileen sudah mempersiapkan segala sesuatunya matang-matang. Luar biasa, pikir pria itu kagum.


Setelah pasangan James yang ternyata bernama Sheila itu berpakaian lengkap, dia mengantar pemuda itu ke rumah sakit naik taksi yang sudah menunggu di depan rumah. Samuel dibantu sopir taksi memapah James dan memasukkan pemuda itu ke dalam mobil berwarna biru muda tersebut.

__ADS_1


James menolak ketika suami Aileen itu berkata akan menyusul ke rumah sakit. “Nggak perlu,” kata pemuda itu serius. “Selesaikan saja masalahmu dengan Aileen. Percayalah, Sam. Dia hanya mencintaimu sekarang. Sudah nggak ada aku di hatinya. Jujur aku sempat minta kami balikan lagi. Tapi Aileen menolak mentah-mentah. Perbuatanku dulu sudah sangat menyakiti hatinya. Tak ada kesempatan lagi bagiku. Oleh karena itu aku ingin menebus kesalahanku dengan membuat Aileen bahagia. Dengan membantunya seperti ini, hatiku merasa plong. Percayalah….”


__ADS_2