MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENEMANI LIAM/VISUAL


__ADS_3


...***...


"Kau ingin jalan-jalan ketempat-tempat seperti apa? Museum? Bangunan bersejarah? Taman atau kau menyukai bola, kita bisa ke museum FC Barcelona yang di dalamnya terdapat semua trophy atau pun Jersey legendaris yang pernah bermain di klub itu", ucap Raffaella bertanya dan menjelaskan beberapa tempat yang wajib di kunjungi saat berada di kota Barcelona.


"Kalau kau memintaku memilih, aku bingung menentukannya. Karena semua tempat yang kau sebutkan itu aku sukai", jawab Liam.


"Maukah kau memilihkan tempat apa saja yang harus aku kunjungi pertama kali, Raffa?".


Raffaella tersenyum mendengarnya. "Bagaimana kalau yang pertama kita kunjungi museum Picasso. Kau bisa menikmati lukisan-lukisannya yang bernilai sangat tinggi. Kau tahu, bahkan harga lukisannya sangat fantastis, tidak main-main sampai triliunan. Baru-baru ini seorang miliarder dari kota New York membeli salah satu lukisan Picasso dengan harga fantastis", ujar Raffaella bersemangat sekali menjelaskan pada Liam.


Liam tersenyum mendengarnya. "Sepertinya kau sangat paham dengan lukisan, Raffa. Apa kau menyukainya?".


"Tidak juga, hanya saja Pablo Picasso salah satu pelukis dengan aliran kubisme yang aku sukai", jawab Raffaella sambil memberikan petunjuk jalan pada Liam. "Sebentar lagi kita sampai".


Beberapa saat kemudian Liam memarkirkan mobilnya. Ia dan Raffaella turun dari mobil dan langsung masuk ke museum Picasso.


Lukisan-lukisan yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak dengan perpaduan warna cerah tertata rapi di dinding museum itu.


"Kau benar, lukisan-lukisan Picasso memang sangat indah dan bernilai tinggi", ucap Liam terkagum-kagum melihat maha karya sang maestro seni lukis yang terkenal di seluruh dunia itu.


Setelah puas melihat lukisan Picasso, Liam dan Raffaella keluar museum.

__ADS_1


"Liam empat ratus meter dari sini ada taman yang sangat indah, kau ingin melihatnya tidak?".


"Boleh juga, ayo kita ke sana", jawab Liam.


Sesaat sudah di dalam mobil.


"Kau sangat hapal tempat-tempat di Barcelona Raffaella, bukankah kau baru menetap di kota ini Raffa?".


"Iya, aku memang baru beberapa bulan saja menetap di sini, tapi kota ini tidak asing bagiku karena aku sering menghabiskan waktu mengunjungi kakak ku, Liam".


"Kau berapa saudara? Dan orang tua mu tinggal di mana?", tanya Liam sambil melajukan mobilnya.


"Kedua orangtuaku telah tiada, dan yang menjaga ku selama ini adalah kakak ku Arianna. Ia satu-satunya saudara yang aku punya. Saat Alvaro menawarkan pekerjaan di sini, tentu saja tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya. Aku bisa lebih dekat dengan kak Arianna dan keluarganya. Apalagi setiap weekend kedua ponakan ku selalu bersama ku", ucap Raffaella tersenyum bahagia.


"Oke..


Mobil yang di kendarai Liam masuk ke kawasan Parc de la Ciutadella. Taman yang berada di pusat kota Barcelona.


"Liam, lihatlah itu danaunya sangat indah bukan, kita bisa menyewa perahu dayung juga kalau kau mau berkeliling taman dengan perahu", ucap Raffaella bersemangat.


"Kau mau ke sana? Ayo..", jawab Liam.


"Tapi setelah dari sini kita mencari makan siang", ucap Liam.

__ADS_1


"Iya, Liam", jawab Raffaella. Tapi sebenarnya Raffaella baru sadar jika ia sebenarnya salah kostum. Namun mau bagaimana lagi. Pada akhirnya ia melepaskan heels yang dipakainya dan menjinjing nya.


Beberapa menit kemudian keduanya sudah mendayung perahu di atas danau. Pemandangan di Parc de la Ciutadella memang tidak bisa di pungkiri sangat memanjakan mata. Sejuk dan sangat indah. Hamparan bunga berwarna-warni akan di lalui kala perahu bergerak mengelilingi danau.


"Sebenarnya kau kemari harus dengan kekasih mu, Liam. Tempat ini sangat indah dan romantis sekali. Pacar mu pasti sangat menyukai jika kau ajak ke mari", ucap Raffaella tanpa menatap Liam yang duduk di hadapannya. Keduanya perlahan mendayung mengelilingi danau tenang itu.


Liam yang menggunakan kacamata hitam merk terkenal menatap lekat wajah Raffaella yang melihat dayungnya. Raffaella tidak tahu sepasang mata laki berwajah tampan oriental itu menatapnya dengan intens.


"Aku tidak memiliki kekasih sekarang, Raffaella. Tiga minggu yang lalu hubungan ku dan pacar ku kandas", ucap Liam.


Mendengar perkataan Liam Raffaella mengalihkan perhatiannya pada Liam. "Oh.. maafkan aku, aku tidak bermaksud mengingatkan mu dengan eks kekasih mu Liam", jawab Raffaella tidak keenakan.


"No problem...Karena aku bersama mu di sini sekarang. Aku tetap bisa menikmati suasana romantis, Raffaella?", jawab Liam penuh makna.


Suasana romantis di sini tidak berlaku untuk kita Liam", seru Raffaella tertawa sambil memukul lengan laki-laki itu yang sebenarnya tak berkedip menatap wajah cantiknya.


Huhhh...Liam menghembuskan nafasnya dalam-dalam. "Sekarang perutku sangat lapar. Ayo kita cari makan siang..


...***...


SCENE LETHICIA-VARO DAN ASSENSIO-TATIANA TETAP ADA DI BAB² SELANJUTNYA, MOHON BERSABAR YA PENGGEMAR VARO-LETHI ❤️


AUTHOR MENYUSUN PLOT CERITA INI BIAR BISA RUNUT NGAK LOMPAT² 🙏

__ADS_1


__ADS_2