
Moreno mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Marseille. Dari keluar kompleks mewah mansion ayahnya, Moreno dan Audri bergenggaman tangan dengan mesra.
"Reno, aku menyukai ayah mu. Ternyata kau mewarisi ketampanannya", ucap Audri membuka pembicaraan.
Moreno tersenyum mendengarnya. "Jelas-jelas aku lebih tampan", jawab Moreno sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iss, kau ini percaya diri sekali".
"Menurut ku ayah mu lebih tampan, lihatlah di usianya yang tidak mudah lagi ia masih terlihat sangat gagah. Bisa dibayangkan bagaimana masa mudanya dulu", ucap Audri tersenyum menggoda Moreno.
"HM, ibu tiri mu juga sangat cantik dan seksi ya Reno?", ujar Audri menatap sekilas Moreno yang tak menjawabnya.
"Aku tidak tahu ternyata ayah mu memiliki istri yang masih sangat muda dan sangat cantik, kau pasti menyukainya kan Reno? Nyonya Alice bisa membuat ayahmu bahagia".
"Aku iri dengan nyonya Alice ia sangat cantik dan seksi. Bahkan di meja makan saja ia bisa seksi seperti itu. Dengan rambut pirangnya, bernetra biru terang, kulit tubuh putih bak pualam dan tubuh yang terekspos seperti itu ia sangat menggoda sekali ya kan Reno? Hm, wanita seperti nyonya Alice lah tipikal yang laki-laki cari..
Citttss..
Tiba-tiba dengan kecepatan penuh Moreno menepihkan mobilnya ke sebelah kiri jalanan. Tepat di depan pintu masuk Notre Dame de La Garde Basilica. Salah satu museum yang terkenal di kota Marseille.
Bangunan yang berdiri kokoh di pusat kota pelabuhan itu.
"Moreno kenapa kau berhenti?", tanya Audri kaget.
"Kau harus tahu Audri, aku tidak suka mendengar mu membandingkan diri mu dengan wanita seperti Alice!".
"Memangnya kenapa Reno, aku mengatakan yang sebenarnya. Aku berkata jujur kan. Pasti tidak ada yang menampik ucapan ku, karena yang aku katakan sesuai dengan kenyataan", jawab Audri memancing Moreno. Ia ingin mengetahui isi hati kekasihnya itu tentang mantan kekasihnya Alice.
"Wanita itu tidak sebanding dengan diri mu. Kau lebih segala-galanya dibandingkan wanita itu", ucap Moreno menatap lekat wajah Audri.
__ADS_1
"Wow, aku tersanjung sekali kalau begitu. Tapi tetap saja ibu tiri mu lebih seksi dari pada aku. Kau bisa melihat sendiri bagaimana dadanya begitu menantang. Kalian kaum laki-laki pasti menyukai yang seperti itu kan?".
"HM...kalau aku perhatikan tadi, nyonya Alice selalu menatap mu sepanjang malam Reno, pasti ia sangat menyayangi mu sebagai anaknya kan?".
"Stop Audri! Berhentilah berbicara yang tidak penting atau...
"Atau apa Moreno?", tantang Audri. Sebenarnya ia menahan tawanya, ia suka melihat Moreno kesal. Kekasihnya itu akan semakin terlihat tampan saat dongkol. Tentu saja Audri hanya memancing Moreno saja, karena ia mendengar semua pembicaraan antara Moreno dan Alice di toilet tadi. Kalau boleh jujur balasan Moreno pada Alice membuat hati Audri tersanjung.
Tanpa ba-bi-bu Moreno menarik tengkuk Audri dengan sedikit kasar dan mencium bibir Audri. Ciuman spontan Moreno membuat Audri terdiam. Dan tak ada lagi kata-kata yang keluar dari bibirnya saat mulut itu di penuhi bibir Moreno yang menciumnya dengan liar.
Seketika tubuh Audri seperti dialiri listrik. Air Conditioner tak berfungsi sama sekali, buktinya Audri berkeringat panas dingin.
Kali ini Moreno mencium Audri sangat liar. Moreno sering mencium bibir Audri saat mereka bertemu tapi tak seliar kali ini. Audri benar-benar di buatnya tak berkutik kali ini. Apa lagi jemari tangan Moreno sudah melepaskan kancing dress Audri dan menyusupkan jemari tangannya kedalam bra yang membungkus dua gundukan kenyal Audri.
"Ahh, Reno...H-hentikan", lirih Audri sambil memejamkan matanya.
Tidak sampai disitu saja, Moreno menurunkan kursinya hingga posisinya terlentang dengan cepat Moreno mengangkat tubuh Audri ke atas tubuhnya. Entah sudah seperti apa penampilan Audri. Kacau. Rambut kusut dengan kancing dress bagian atasnya sudah terbuka semua. Sementara Moreno menekan punggung Audri agar tidak menjauh darinya, Moreno melahap kedua dada Audri dengan rakus. Bergantian. Bahkan ia mengigit puncaknya, membuat Audri menjerit kesakitan bercampur kenikmatan.
"M-Memangnya kenapa aku tidak boleh menyebut ibu tiri mu? Akh.. aku mohon Reno". Erangan lolos dari mulut Audri. Gadis itu mengenadahkan kepalanya menahan sensasi di tubuhnya akibat sentuhan Moreno di dadanya.
"Kau gadis nakal, yang suka memprovokasi ku", ucap Moreno membenamkan kepalanya pada dada Audri sementara jemari tangannya menyusuri paha Audri hingga keatas menyingsingkan dress Audri hingga keatas perutnya. Jemari tangan Moreno perlahan merambah masuk kedalam panties yang menutupi inti Audri.
"R-reno Ahh jangan...
"Aku tidak akan memasuki mu hingga pernikahan kita, tapi aku ingin menghukum mu karena kau membuat ku kesal. Aku hanya berlatih sebelum bercinta dengan mu. Kita harus berlatih sebelum bercinta yang sesungguhnya Audri", jawab Moreno kembali melahap puncak dada Audri. Melahap bergantian puncak yang kiri dan yang kanan. Dan menghisapnya dengan kuat meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Ini yang pertama untuk Audri. Baginya Moreno sudah menelanjanginya dan memasuki tubuhnya hingga kedasar-dasarnya.
Audri melenguh saat Moreno kembali mengulum pucak dadanya. "R-reno...
__ADS_1
Tok tokk tokk
Audri dan Moreno menghentikan pergumulan panas mereka di dalam mobil sport berwarna hitam milik Moreno.
"Shittt...
...***...
NYEREMPET π€
JANGAN KOMPLAIN LOH, INGAT INI NOVEL WESTERN π
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1