MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
TERIMAKASIH LIAM


__ADS_3



Lethicia duduk di kursi kolam Sambil meluruskan kakinya dan membaca buku tentang persalinan yang di titipnya pada Hector kemarin.


Sinar matahari pagi yang menyehatkan tubuh membuat Lethicia merasa segar. Lethicia yang hanya menggunakan bikini two piece berwarna merah cerah berjemur, tak ketinggalan topi lebar bertengger diatas kepalanya menutupi silau sinar matahari pagi.


Sementara Alvaro berenang. Entah sudah berapa kali laki-laki itu mengitari kolam khusus yang ada di kamar mereka.


Ting tong


Terdengar bel kamar berbunyi. Lethicia menutup bukunya dan memakai bathrobe berwarna biru muda melangkahkan kakinya membuka pintu. Ternyata yang datang pelayan yang mengantarkan floating Breakfast yang dipesan Lethicia beberapa saat yang lalu.


Lethicia meminta pelayan membawa tray yang berbentuk hati tersebut langsung ke kolam renang.


Setelah pelayan pergi Lethicia membuka bathrobe yang menutupi tubuh seksinya. Ia duduk di pinggir kolam. "Sayang sarapan kita sudah datang", ujar Lethicia pada Alvaro yang berada di ujung kolam.


Alvaro yang mendengar panggilan istrinya berenang menghampiri Lethicia.


"Kau memesan Floating Breakfast?"


"Iya. Sayang ayo kita berfoto mesra dulu", ujar Lethicia sambil memasang kamera dan keduanya berciuman mesra. Lethicia langsung menjadikan foto itu wallpaper di handphone miliknya.


"Sayang, sore ini kita akan kembali ke Barcelona. Atau kau masih mau menikmati suasana di sini hem?", tanya Alvaro menyeruput teh herbal. Ia duduk di samping Lethicia. Keduanya duduk di tepi kolam renang


"Iya Varo, tidak apa-apa kita pulang saja. Kita bisa melakukan traveling setelah anak-anak kita lahir sayang", balas Lethicia menyandarkan kepalanya pada bahu Alvaro.

__ADS_1


Lethicia membersihkan ujung bibir suaminya yang ada selai strawberry.


"Lethi, semalam Liam menelpon ku mengatakan ia dan Raffaella sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Ia meminta izin Raffaella masih tinggal bersamanya di Valencia".


"Oh ya, jadi sekarang Raffaella benar-benar menjadi kekasih Liam. Oh, aku senang sekali mendengarnya. Aku tahu mereka memang saling menyukai, bisa di lihat dari gesture tubuh keduanya".


"Iya, aku juga senang Liam memilih Raffaella begitupun sebaliknya. Keduannya adalah sahabat ku. Mereka orang-orang baik. Semoga mereka segera menikah menyusul kita dan Moreno", ujar Alvaro.


Lethicia tersenyum mendengarnya. Satu persatu kalian akhirnya memiliki pasangan. "Apa kau bahagia bersama ku sayang?", tanya Lethicia absurd.


Alvaro menaruh cangkir teh di sampingnya. Ia menatap Lethicia. "Aku tidak akan menetap di Barcelona seperti sekarang kalau aku tidak bahagia. Aku putuskan meninggalkan perusahaan ku di Paris saat menikah dengan wanita yang aku cintai. Apalagi kau pintar bermain di ranjang", goda Alvaro berbisik di telinga istrinya yang memerah.


Ucapan Alvaro spontan membuat Lethicia memukul bahunya. "Ahh Varo, apa hanya urusan yang satu itu saja yang kau sukai dari ku?", ketus Lethicia sambil mencebikkan bibirnya.


*


Pagi ini Liam akan membimbing Raffaella, melawan rasa traumatis akan kejadian yang dialaminya beberapa tahun yang lampau. Raffaella mau melakukannya asal bersama Liam. Tentu saja Liam bersedia.


"Liam, kau jangan jauh-jauh..aku takut Liam", rengek Raffaella saat masuk ke kolam dalam yang berukuran hampir dua meter itu.


Liam melihat Raffaella masih berada di kolam dangkal belum berani masuk ketempat dalam. Gadis itu berusaha melawan rasa takut yang tiba-tiba menghampiri perasaannya.


"Liam, nanti saja. Aku masih ketakutan", ucap Raffaella dengan suara gemetaran.


Liam segera berenang ke tempat kekasihnya berdiri. ia memeluk pinggang Raffaella. "Kau tidak perlu takut, tidak akan terjadi apa-apa pada mu, hem. Aku akan menjagamu", ucap Liam memenangkan perasaan Raffaella.


"Kau mau mencobanya lagi sekarang? Aku akan memegang tubuh mu. Kita berenang bersama ke sana, oke?", tanya Liam menenangkan perasaan Raffaella.

__ADS_1


Raffaella memeluk pinggang Liam. "Iya Liam, aku ingin mencobanya", jawab Raffaella.


"Alright, kita lakukan sekarang. Kau siap?".


Raffaella menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Liam memegang pinggang ramping Raffaella. Awalnya Raffaella sangat ketakutan, wajahnya pucat pasi tapi setelah beberapa putaran saat di tengah Liam melepaskan tangannya di pinggang Raffaella. Raffaella sangat ketakutan. "Please Liam jangan lepaskan aku", ucap Raffaella memohon.


Tapi Raffaella merasakan ia mampu. Tubuhnya tetap bisa mengambang di air, sementara kakinya bergerak-gerak di dalam air. Ia tidak tenggelam sama sekali. Kepalanya masih bisa berada di atas air.


"Liam, aku bisa...aku bisa berenang. Aku tidak tenggelam Liam", teriak Raffaella. Ia berenang menyusul Liam yang sudah menyandarkan tangannya ke pagar kaca kolam renang itu yang bisa melihat hamparan laut lepas di depan mereka.


Liam tersenyum melihat Raffaella sudah berhasil melewati rasa traumatis dalam dirinya.


Saat berhasil menghampiri Liam, Raffaella menubruk tubuh Liam hingga tubuh bagian belakang laki-laki itu menempel pada pagar kaca. Raffaella memeluk leher Liam.


"Terimakasih Liam, berkat kau aku tidak takut lagi berenang sekarang", ucap Raffaella yang tak sungkan memeluk tubuh Liam meskipun ia sangat tahu akibat perbuatannya itu akan menimbulkan reaksi di tubuh Liam. Apalagi Raffaella hanya menggunakan bikini two piece dengan tali terikat di leher bagian belakang berwarna putih.


Tanpa pikir panjang Liam me*umat bibir ranum Raffaella. Liam memperdalam ciumannya saat Raffaella membuka mulutnya dan membalas ciuman liar Liam padanya.


Sesaat kemudian Liam menghentikan ciumannya. Ia menatap lekat wajah cantik Raffaella. "Raffaella...Ayo kita menikah..


...***...


HAI, MAAF YA JIKA ADA TYPO KRN BURU2 UP. ADA JADWAL SIARAN SOALNYA.


NANTI AUTHOR REVISI YA JIKA MSH BYK YG TYPO πŸ™

__ADS_1


Tetap bantu vote like dan komen ya


__ADS_2