
Lethicia membuka handle pintu yang terhubung dengan ruang tunggu kamar Assensio. Dengan wajah sedih Lethicia menghampiri Tatiana.
"Tatiana, sebaiknya malam ini kau tidur saja di ruangan suami mu. Aku sudah berusaha supaya Assensio membuka matanya tapi belum berhasil. Sementara ia membalas genggaman tangan ku. Kau bisa istirahat didekatnya. Bisa kau bayangkan bagaimana jika Assensio membuka matanya ternyata tidak melihat siapa pun di sampingnya", ucap Lethicia menggenggam erat tangan Tatiana yang terdiam di sofa.
"Lethicia benar sayang. Sebaiknya malam ini kau tidur di dekat suami mu", ucap Alma mengusap punggung Tatiana.
Alvaro segera meminta Hector mengurus semuanya. Meminta izin pada pihak rumah sakit agar Tatiana bisa bermalam satu ruangan dengan Assensio. Tentunya itu bukan hal yang sulit mengingat ruangan Assensio adalah ruangan khusus. Hanya ada ia sendiri. Tapi pihak rumah sakit memiliki aturan demi kenyamanan pasien untuk beristirahat tidak boleh ada yang menjaga satu ruangan dengan pasien.
Tentu saja Tatiana mau. Sebenarnya terlintas dalam pikiran Tatiana, mungkin di saat Nikolas sadar nanti Nikolas akan lupa padanya. Maka Tatiana akan menikmati kebersamaan mereka malam ini, meskipun Nikolas belum sadar sepenuhnya. Tapi laki-laki itu sudah bisa merespon dengan membalas genggaman tangan.
Sesaat kemudian..
Lethicia dan Alma mengantar Tatiana masuk ke dalam ruangan Assensio.
Beberapa saat yang lalu dokter jaga baru saja keluar sehabis memeriksa kondisi Assensio. Menurut nya, keadaan Assensio normal, sudah melewati masa kritis. Tinggal menunggunya sadar saja.
__ADS_1
"Jika kau belum mengantuk, ajak lah suamimu berbicara, Tatiana. Semoga ia cepat mendapatkan kesadarannya. Bukankah dokter bilang kondisi suami mu dalam keadaan baik", ucap Lethicia memeluk tubuh Tatiana.
"Terimakasih Lethi. Sekarang aku belum mengantuk. Aku akan mengajak Nikolas bicara dan membacakan buku untuk nya", jawab Tatiana.
Sesaat kemudian Lethicia dan Alma pamit pada Tatiana untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
Saat di luar ruangan Assensio, Lethicia menceritakan tentang Assensio yang sebenarnya sudah mendapatkan kesadarannya. Bahkan ingatannya telah kembali pulih.
Lethicia juga mengatakan bahwa Assensio lah yang meminta agar Tatiana bermalam bersamanya di ruangan itu.
Tentu saja Keluarga yang mendengar penuturan Lethicia, bernafas lega. Bahkan Dimitri dan Alma berpelukan mesra. Tidak ada yang lebih membahagiakan mereka saat melihat Tatiana dan Nikolas kembali hidup bahagia. Begitu juga Alvaro bahkan ia cepat-cepat menarik tangan istrinya masuk ke kamar mereka.
*
Tatiana menggenggam erat jemari tangan Nikolas. Sambil menatap lembut wajah Nikolas.
__ADS_1
"Bangunlah Nik. Aku hanya ingin melihat mu sehat kembali dan beraktivitas seperti biasa nya. Itu saja sudah membuat ku sangat bahagia".
"Jika setelah kau sadar nanti kau tidak ingat kepada ku, aku akan menerimanya. Jika kau meminta ku menjauh dari mu aku juga akan menjauh. Tapi jangan pernah meminta ku untuk melupakanmu. Melupakan hari-hari yang selalu kita lalui setelah pernikahan kita. Sungguh aku tidak bisa melupakan semua itu", lirih Tatiana dengan suara bergetar.
"Kau tahu, saat pertama pertemuan kita, aku sangat membenci mu. Aku gadis pembangkang dan keras kepala kata daddy, itu sangat benar. Kesepian dalam hidup yang aku alami bertahun- tahun lah membuat ku seperti itu".
Namun sejak malam itu setelah dua minggu pernikahan. Kita bercinta untuk yang pertama kalinya. Semenjak malam itu pikiran ku terbuka tentang pernikahan. Perubahan dalam diriku semuanya karena mu. Kita selalu menghabiskan waktu bersama. Karena kau hari-hari ku yang kelam menjadi cerah. A-ku sangat mencintaimu, Nikolas"
"Aku sangat menginginkan mu. Begitupun dengan mu selalu menginginkan aku. Hidup ku benar-benar bahagia di saat-saat itu.
"Tapi aku sadar ketika kau sembuh dari amnesia dan memori mu kembali lagi, kemungkinan kau lupa kepada ku dan kebersamaan kita. Ternyata yang aku takutkan selama ini benar-benar terjadi malam ini. Kau berulangkali memanggil nama Lethicia di alam bawah sadar mu. Yang kau ingat hanya memori mu sebelum amnesia. Tidak ada aku sama sekali".
"Aku akan menjaga mu hingga kau mendapatkan kesadaran mu, Nik. Setelah kau sadar aku akan menerima semua keputusan mu. Termasuk jika kau memintaku menjauhi mu", ucap Tatiana terisak tidak bisa menahan tangisannya. Ia benar-benar tidak kuat mengatakan nya dan memikirkan masa depannya tanpa Nikolas. Kesepian itu akan di rasakannya lagi.
Tatiana mengusap air matanya yang mengalir deras membasahi pipinya. Ia membalikkan badannya namun genggaman tangan Nikolas menahannya. Tatiana bisa merasakannya.
__ADS_1
"Aku tidak pernah memintamu menjauh dari ku Tatiana...
...***...