
VOTE YA, ATAUPUN YANG LAIN JUGA BOLEH 🤗
*
"Tuan Alvaro, istri anda sudah sadar dan memanggil tuan", ucap seorang perawat yang keluar dari kamar Lethicia.
"Aku melihat istri ku dulu dude", ucap Alvaro sambil beranjak dari tempat duduknya.
Terlihat Moreno menganggukkan kepalanya.
Alvaro melangkahkan kakinya masuk ke kamar Lethicia. Terlihat wajah pucat Lethicia, kedua matanya terlihat terpejam. Alvaro ingin menyampaikan kabar baik kepada istrinya. Tentu saja kabar tentang kehamilannya. "Sayang..
Lethicia membuka matanya.
Tiba-tiba air mata Lethicia keluar membasahi wajahnya. Alvaro terdiam melihat itu.
"Assensio masih hidup, Varo. Aku sangat yakin itu Assensio. SUAMI KU".
Degg... jantung Alvaro berdegup kencang mendengar dan melihat kondisi Lethicia saat menyebutkan nama Assensio.
"Suami? Dengan melihat wajah laki-laki mirip Assensio saja bisa membuat Lethicia terpengaruh seperti ini? Bagaimana jika ternyata laki-laki itu benar-benar Assensio? Jika Assensio benar-benar masih hidup apa yang akan Lethicia lakukan, kembali kepelukan laki-laki itu?", batin Alvaro bergejolak dan bergemuruh menahan amarah yang tiba-tiba menguasai dirinya.
__ADS_1
"Aku sangat tahu, laki-laki yang aku lihat tadi Assensio. Assensio masih hidup", lirih Lethicia terisak.
Alvaro menatap wajah Lethicia dengan pandangan mengelap, rahang mengeras dan mengepalkan ke dua tangannya. Berusaha sekuat tenaga menguasai dirinya, menenangkan dirinya sendiri. Sesaat Alvaro memejamkan kedua matanya. Ia mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di sebelah tempat tidur Lethicia.
Alvaro memalingkan wajahnya, menutupi kekecewaannya terhadap apa yang sudah Istrinya ucapkan. "Tenangkan diri mu. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak ku Lethicia!", ujar Alvaro berusaha sekuat tenaga bersikap tenang.
Ucapan Alvaro sontak membuat Lethicia bangun. Isakan semakin terdengar. Lethicia bahkan tidak mengatakan apapun saat Alvaro mengatakan tentang kondisi Lethicia saat ini.
"Apa kau tidak bahagia mendengar kabar kau hamil anak ku, Lethicia. Bahkan kau tidak terkejut mendengarnya. Apa pertemuan mu dengan laki-laki mirip Assensio itu begitu mempengaruhi mu?", ucap Alvaro menatap lekat wajah Lethicia.
"Tapi ia benar-benar Assensio, Varo aku tahu itu", potong Lethicia.
Lethicia terdiam mendengar perkataan Alvaro. Ia mengusap air matanya, sembari mengusap lembut perutnya. "Maafkan aku, karena sangat terkejut melihat Laki-laki yang sangat mirip dengan adikmu, membuat ku seperti ini Varo. Tentu saja aku menginginkan an.."
"Ahh sudahlah. Kalau kau sudah merasa enak kita kembali ke hotel. Kau harus istirahat hingga dua hari ke depan. Aku membatalkan penerbangan kita pulang ke Barcelona hari ini", ucap Alvaro datar. Perkataan dan gesture tubuh Lethicia beberapa saat yang lalu begitu membuat hati Alvaro terpukul. Tenyata Assensio masih begitu mempengaruhi hati Lethicia. Alvaro menyadari itu. Assensio masih ada di hati Lethicia. Sebesar apa itu? Alvaro tahu masih begitu besar sampai-sampai membuat Lethicia terguncang hebat.
*
Saat di mobil tidak ada yang berbicara. Hening. Alvaro sibuk membuka email di iPad nya. Namun sebenarnya pikirannya tidak konsentrasi sama sekali. Dirinya masih di kuasai amarah dan kekesalan hingga kekecewaannya yang membuncah.
Sementara Lethicia lebih banyak mengalihkan pandangan matanya pada luar jendela mobil sambil mengusap perutnya. "Tentu saja mommy menginginkan mu, sayang", batin Lethicia.
__ADS_1
...***...
BACA BAB INI HARUS SABAR YA, JANGAN EMOSI 😂. KALAU MAU HUJAT, HUJAT TOKOHNYA SAJA, JANGAN PENULIS NYA 🤭
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1