MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
RASA TAKUT RAFFAELLA


__ADS_3

Alvaro dan Lethicia serta Liam dan Raffaella berpamitan pada Moreno dan Audri serta pasangan Fernandez Carla.


"Liam, aku doakan hubungan mu dan Raffaella lancar. Kau segera menyusul ku dan Alvaro", ucap Moreno memeluk sahabatnya Liam.


Begitupun Fernandez, memberikan dukungan penuh pada sahabatnya Liam. "Aku doakan ayah mu segera memberikan restu pada mu, dude. Kalian melakukan hal baik bukan keburukan", ucap Fernandez bijak.


"Terimakasih dukungan kalian teman-teman".


Sementara itu..


"Ahh Raffaella, aku bersyukur kau dan Liam serius. Dan akan menikah juga. Kemarin saat melihat kalian berciuman mesra seperti itu kami yakin kau dan Liam jadian. Dan sekarang ternyata kalian akan langsung meresmikan hubungan dalam ikatan pernikahan. Aku senang sekali mendengarnya, Raffaella", ucap Audri memeluk tubuh Raffaella.


"Liam sangat baik pada ku, ia juga jujur dan terbuka pada ku tentang masa lalunya. Aku benar-benar mencintainya Audri", jawab Raffaella.


"Apa kalian belum puas berpamitan? Kita harus segera ke bandara", ucap Liam yang sudah berada di dekat Raffaella dan Audri.


"Bye Audri, bye Carla... sampai jumpa", ucap Raffaella sambil melambaikan tangannya.


"Bye Raffaella, safe flight", balas Audri tersenyum.


Liam memeluk pinggang Raffaella menuju mobil yang sudah di sediakan Moreno.


*

__ADS_1


Setelah pesawat terbang di zona aman..


"Liam, aku menemani istri ku istirahat di kamar. Dari tadi Lethicia mengalami kram perutnya. Menurut dokternya sebaiknya ia rebahan selama terbang", ujar Alvaro.


"Tentu saja.Temani lah istrimu, Varo", jawab Liam.


"Lethi, apa sekarang kau masih merasakan kram?", tanya Raffaella kuatir dengan Lethicia.


"Datangnya sesekali saja, Raffa. Maafkan aku tidak bisa menemanimu", ujar Lethicia beranjak dari kursinya.


"Tentu saja tidak apa-apa Lethicia, sekarang aku di temani Liam. Jika kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan memanggil ku", jawab Raffaella.


"Iya Raffaella, sekarang aku kekamar ya".


Alvaro menuntun istrinya masuk kedalam kamar. Varo meninggikan bantal untuk menopang kaki Lethicia.


"Sekarang rebahkan tubuh mu", ujar Alvaro sambil membantu istrinya duduk ditepi tempat tidur kemudian membantu merebahkan tubuhnya.


"Bagaimana rasanya apa sudah nyaman?".


"Iya sayang begini sudah sangat nyaman", jawab Lethicia tersenyum.


"Kau tidak perlu kuatir, aku dan anak-anak kita baik-baik saja. Setelah sampai nanti aku akan banyak istirahat".

__ADS_1


Alvaro mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat lebih berisi. "Iya sayang, saat usia kandungan mu delapan bulan kau harus lebih banyak istirahat karena melahirkan anak kembar biasanya lebih cepat lahirnya dari waktu yang seharusnya", ucap Alvaro mengusap lembut perut istrinya.


Lethicia tersenyum mendengar perkataan Alvaro. "Aku salah satu wanita yang bahagia dan beruntung memiliki suami siaga seperti mu. Anak-anak kita pasti sangat bahagia memiliki daddy seperti mu sayang", ucap Lethicia menggenggam erat jemari tangan Alvaro membawanya ke dadanya.


*


Saat ini pesawat, terbang di ketinggian. Raffaella menyandarkan kepalanya pada bahu Liam. Sementara Liam menggenggam erat jemari tangan Raffaella membawa ke atas pahanya.


"Liam...Hm, bagaimana jika orang tua mu nantinya tidak menyukai ku? Apa yang harus kita lakukan. Aku pernah mendengar tentang pernikahan bisnis itu Liam", ucap Raffaella membuka pembicaraan antara mereka.


Sebenarnya dari semalam perkataan Liam, mengenai perjodohan ia dan anak rekan bisnisnya orang tuanya cukup mempengaruhi pikiran Raffaella.


"Bahkan yang aku tahu, demi pernikahan bisnis itu orang tua akan melakukan apapun memaksa anak mereka menurutinya", ucap Raffaella lagi.


"Kau tidak perlu kuatir, aku akan mengurus semuanya dan menghadapi orang tua ku. Niat ku menemui mereka karena bagaimanapun mereka adalah orang tuaku. Namun mereka tidak punya hak memaksa ku menikah dengan pilihan mereka. Jika papa tetap dengan pendiriannya itu masalah nya sendiri. Yang pasti aku tidak salah lagi sebagai anak mereka, aku meminta restu pada mereka", tegas Liam.


"Kalau mama ku pasti setuju dengan siapa pun yang aku pilih, bagi mama yang penting aku bahagia", ucap Liam.


"Aku akan meminjam bodyguard Alvaro ikut bersama kita nanti. Yang kau katakan itu memang benar, jika papa tidak setujui putusan ku pasti berbagai macam cara akan dilakukannya untuk memaksa ku", Ucap Liam.


Sejujurnya hati Raffaella sedih mendengarnya. Namun ia dan Liam tidak bisa di salahkan juga karena saling mencintai satu dan lainnya.


"Semoga yang aku takutkan tidak akan terjadi", batin Raffaella

__ADS_1


...***...


__ADS_2