
Waktu terus bergulir, hari berganti hari. Tiba saatnya hari bahagia Moreno dan Audri.
Perhelatan pesta pernikahan yang sangat mewah di laksanakan di sebuah hotel berbintang di pusat kota Barcelona. Ribuan tamu undangan yang terlihat bukanlah orang sembarangan memenuhi ballroom hotel berbintang tersebut.
Terdengar alunan musik lembut menemani para tamu undangan saling berbincang akrab satu dan lainnya.
Di tempat yang sudah disiapkan khusus untuk kedua orang tua pengantin terlihat pasangan Anteras dan Alice duduk berdampingan dengan kedua orang tua Audri.
Anteras nampak berbincang akrab dengan Alberto dan Berta. Sementara Alice istri Anteras terlihat sangat kesal dan tidak bersahabat. Wanita glamor itu tak henti meminta gelasnya di isi wine. Entah sudah berapa gelas yang di minumnya.
"Alice, berhentilah minum wine. Aku tidak mau kau mengacau di pernikahan putra ku. Atau sebaiknya kau boleh pergi sekarang juga", ketus Anteras berbisik di telinga istrinya tetap dengan senyuman menghiasi wajahnya.
Mendapatkan teguran tegas dari Anteras membuat Alice menaruh gelas yang di genggamannya ke atas meja.
"Brengsek. Aku muak berada di sini. Jika bukan karena ancaman Anteras aku tidak mau datang ke pernikahan laki-laki yang aku cintai", ucap Alice pada dirinya sendiri.
Di tempat terpisah..
"Perfecto, kau selalu terlihat mempesona sayang. Aku sangat senang sekali jika kau panggil untuk merias mu Lethi. Kau tahu setelah aku merias mu pasti banyak yang menghubungi aku. Kau membuat ku semakin bersinar sayang. Terimakasih", ucap Joanna laki-laki yang berlagak seperti perempuan itu tersenyum sambil menyapukan kuas ke wajah Lethicia.
__ADS_1
"Tara ... selesai juga", ucap Joana sambil membantu Lethicia berdiri.
Lethicia menelisik penampilannya di depan cermin. Lethicia memilih gaun panjang berwarna gelap kombinasi warna gold. Bagian bahu Lethicia memilih model sabrina yang memperlihatkan bahu putih mulusnya. Untuk rambut Lethicia memilih di urai menyamping.
"Apa kalian sudah selesai?", suara bariton Alvaro menginterupsi perbincangan antara Lethicia dan Joanna.
Lethicia menatap suaminya sudah berpakaian lengkap dan terlihat gagah. Selalu sempurna.
"Joanna kalau pekerjaan mu sudah selesai keluarlah aku ingin berdua bersama istri ku sekarang", ucap Alvaro tanpa mengalihkan pandangan matanya dari istrinya.
"Ehem... Joanna terlihat berdehem.
"Tentu saja pekerjaan ku sudah selesai tuan Alvaro. Aku pamit pulang Lethicia sayang kebanggaan ku. Semoga malam kalian menyenangkan".
"Sayang kau mau apa? Kau bisa merusak riasan ku nanti Varo", protes Lethicia menatap Alvaro dari cermin besar yang ada di depannya.
Joanna mengerti maksud Alvaro, ia tersenyum melihat tingkah Alvaro yang sepertinya sudah tidak bisa menahan dirinya. Joanna segera keluar kamar itu.
"Kau sangat cantik sayang, aku tidak kuat melihat mu seperti ini", Bisik Alvaro di telinga Lethicia dan mencium lembut leher istrinya itu.
__ADS_1
"Varo, kau bisa membuat riasan ku luntur sayang", protes Lethicia membalikkan tubuhnya.
"Joanna akan membetulkannya lagi sayang", ucap Alvaro me*umat lembut bibir Lethicia yang begitu menggodanya. Alvaro bahkan memperdalam ciumannya. Seperti ada yang menuntunnya, Lethicia membalas tidak kala pantasnya. Keduanya berciuman begitu intim, membuat tubuh bergetar.
Menit berikutnya, Lethicia mengurai ciumannya. "Sayang kita bisa terlambat".
"Shitt..jika ini bukan pernikahan Moreno, aku pasti membatalkan kita mendatangi nya. Aku lebih suka menghabiskan waktu kita", ujar Alvaro mengusap lembut wajah istrinya.
Lethicia tersenyum mendengar perkataan Alvaro. Ia tahu suaminya itu sudah sangat menginginkannya.
Alvaro membuka laci di meja hias dan mengeluarkan kotak berwarna merah terang. Ia terlihat membukanya. "Aku sudah memesannya untuk mu sayang".
"Varo...kau selalu saja memberi ku hadiah seperti ini. Milik ku sudah banyak sekali sayang".
"Malam ini aku ingin melihat mu istimewa Lethicia", jawab Alvaro sambil memasangkan kalung berkilau di leher Lethicia. "Apa kau menyukainya, hem?".
Lethicia tersenyum mendengarnya. "Tentu saja aku menyukainya sayang, semua yang kau berikan padaku selalu aku sukai Varo. Terimakasih sayang".
Menit berikutnya Alvaro meminta Joanna masuk ke kamar dan membetulkan riasan istrinya lagi.
__ADS_1
"Oh my God sayang...kali ini pekerjaan ku semakin berat Lethicia sayang. Suami mu benar-benar membuat riasan sempurna ku menjadi kacau", Teriak Joanna.
...***...