MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
TIGA TEMPAT YANG BERBEDA


__ADS_3

Marseille, Prancis


Audri menelisik penampilannya di depan cermin besar yang ada di kamarnya. Tempat ia dan Moreno menginap di hotel berbintang milik kekasihnya itu.


Hari ini Audri dan Moreno akan meninggalkan kota Marseille. Moreno mengajak Audri ke Paris mengunjungi perusahaannya. Sudah sebulan lebih Moreno tidak datang ke perusahaannya yang ada di Paris.


Audri menyemprotkan parfum beraroma lembut dan seksi ke tubuhnya. Perpaduan Turkish Rose dan Vanilla, serta Luminous Amber. Saat bersama Moreno, berulangkali Moreno mengatakan sangat menyukai aroma Audri.


"Aku menyukai aroma tubuh mu sayang, sangat seksi", bisik Moreno di suatu waktu saat keduanya berciuman mesra melepas rindu setelah berhubungan jarak jauh yang di jalani mereka.


Namun beberapa hari ke depan Audri dan Moreno tak akan tersiksa lagi dengan kerinduan karena Moreno sudah mendirikan kantornya di pusat kota Barcelona. Yang letaknya tidak jauh dari galeri Lethicia tempat Audri bekerja.


"Aku sudah siap", ucap Audri tersenyum bahagia. Audri sangat senang dengan perjalanan ini, karena yang di takutkan nya sebelum bertemu ayah Moreno ternyata tak terjadi. Anteras malah langsung akrab dengan Audri dan menerimanya sebagai calon menantunya. Sedangkan pendapat Alice bagi Audri tidak penting, karena ia sudah tahu siapa Alice yang sebenarnya.


Ting tong..


Dengan wajah sumringah melangkahkan kakinya ke pintu, Audri membuka handle pintu kamarnya. Ia tahu pasti itu Moreno yang akan mengajaknya sarapan bersama kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju kota Paris.


Ceklek..


Saat pintu terbuka, tanpa sungkan-sungkan Audri memeluk tubuh atletis Moreno. Harum woody sekaligus citrus dengan sentuhan amber menyeruak memenuhi Indera penciuman Audri.


Moreno membalas pelukan Audri dan mencium lembut bibir ranum kekasihnya itu. "Kau sangat cantik sayang. Sekarang kita sarapan pagi, kemudian kita on the way menuju kota Paris".


"Iya. Reno apakah jarak Marseille-Paris memakan banyak waktu?"


"Iya tujuh jam lebih. Tapi perjalanan akan terasa romantis jika mengunakan mobil. Karena pemandangannya sangat indah, kau pasti menyukainya", ucap Moreno memeluk erat pinggang Audri.


"Wah, kita seperti bulan madu saja ya kalau begini Reno", ucap Audri tersenyum sambil melingkarkan tangannya pada leher Moreno.


"Itu soal lain lagi, aku ingin honeymoon ke tempat yang jauh dan sangat romantis sayang seperti Kepulauan Maldives atau Kepulauan Bora-bora. Aku ingin honeymoon kita nanti tidak akan terlupakan seumur hidup kita", ucap Moreno sambil mencium kembali bibir Audri dan Audri membalasnya dengan penuh perasaan.

__ADS_1


*


Barcelona, Spanyol


"Oh my God bibi sofia kau memasak apa ini aroma nya tidak enak membuat ku mual bibi. Tidak seperti biasanya masakan mu kenapa berubah begini", ujar Alvaro tidak berminat.


Sudah beberapa hari ini Alvaro komplain dengan masakan Sofia, wanita yang sudah puluhan tahun bekerja dengan keluarga Montana. Kelezatan masakannya tidak usah di ragukan lagi.


Tapi entah kenapa bagi Alvaro semua masakan Sofia menjadi tidak enak dan membuatnya tidak berselera.


Sofia bahkan berapa kali mengganti menu masakan, namun tetap saja sama tidak enak bagi Alvaro. Tapi menurut Lethicia tidak ada yang salah, masakan Sofia enak seperti biasanya.


"Sayang, tidak ada yang salah dengan masakan Sofia. Rasanya pas dan enak semuanya", ucap Lethicia mengusap lembut tangan suaminya.


"Maaf nak, bibi rasa kamu mengalami ngidam. Ngidam yang seharusnya dirasakan nona Lethicia tertukar pada mu", ucap Sofia tersenyum sambil bersedekap menatap lucu tuan mudanya itu.


"Oh ya, apa bisa begitu bibi?", tanya Lethicia penasaran.


"Tentu saja bisa, banyak suami yang mengalami hal seperti itu sayang", jawab Sofia memerintahkan pelayan membawakan Alvaro hidangan penutup saja puding buah dan pie susu.


Lethicia dan Sofia tersenyum bersamaan mendengar ucapan Alvaro.


"Sayang, setelah ini aku akan bekerja di ruang kerja ku. Kau istirahat saja dikamar. Seharian kau sudah bekerja di galeri", ucap Alvaro.


"Aku bosan sendirian di kamar Varo, aku akan menemani mu bekerja. HM...aku janji tidak akan menggangu mu".


*


Alvaro nampak serius bekerja membaca berkas-berkas yang sudah di kirim Antonella sekertaris nya.


Memang semenjak Lethicia hamil Alvaro selalu rutin pulang jam lima sore, selesai tidak selesai pekerjaannya di kantor ia selalu pulang tepat waktu. Biasanya Alvaro meminta sekertaris nya mengantar sisa pekerjaannya dan akan di selesaikan di rumah. Seperti sekarang.

__ADS_1


Sesekali Alvaro melihat Lethicia yang sedang menonton drama kesukaannya sambil mengemil buah segar. Alvaro tersenyum melihatnya saat melihat Lethicia menangis sedih menit berikutnya istrinya itu akan tertawa.


Alvaro menggelengkan kepalanya. "Benar-benar terbawa suasana", ucapnya pelan sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.


Drt drtt drtt


Alvaro mengambil handphone miliknya diatas meja dsn melihat siapa yang meneleponnya di jam malam seperti ini.


"Assensio melakukan panggilan video call?".


Alvaro menggeser tombol hijau di handphone miliknya itu. "Assensio?"


"Halo kak selamat malam", sapa Assensio sambil melambaikan tangannya. Di sebelahnya ada Tatiana yang melambangkan tangannya juga.


"Wait", ujar Alvaro. Ia beranjak menghampiri tempat duduk Lethicia. "Sayang, Assensio dan Tatiana menelpon kita", ujar Alvaro duduk di sebelah Lethicia.


"Hai Lethicia", sapa Tatiana dan Assensio yang terlihat sangat bahagia.


Lethicia dan Alvaro tak kalah bahagianya membalas lambaian tangan keduanya.


"Kak, lusa nanti aku dan Tatiana adan ke Barcelona. Ingin melihat papa, walaupun kondisi ingatanku belum pulih", ujar Assensio.


"Oh ya, itu kabar yang sangat baik. Aku sudah mengatakan semuanya pada papa, dan papa sudah sangat ingin bertemu dengan mu bagaimanapun kondisi mu Assensio".


"Iya kak. Sampai jumpa kak", ucap Assensio.


"Ingat Assensio, kalian harus hati-hati dan waspada. Kalian jangan lalai akan keselamatan. Jangan lupa ikut sertakan juga pengawal mu", ujar Alvaro mengingatkan. Sebagai kakak yang mengingatkan adiknya.


"Iya kak, aku dan Tatiana sudah memperketat penjagaan. Terimakasih kakak selalu mengingatkan aku", ucap Assensio.


"Aku sudah tidak sabar melihat mu berada bersama kami Assensio..

__ADS_1


...***...


JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


__ADS_2